Mahasiswa Pecinta Alam dan Lingkungan Hidup (MPALH) UNP melakukan aksi bersih-bersih kampus dalam rangka memperingati Hari Bumi, Rabu (22/4). Kegiatan dengan tema "Melalui Peringatan Hari Bumi Mari Kita Tingkatkan Kesadaran akan Kebersihan Lingkungan" itu dibuka secara resmi oleh Pembantu Dekan III FMIPA, Drs. Amrin, M.Si., di depan pelataran climbing MPALH.
Selaku ketua pelaksana, Hasan Basri menyampaikan bahwa hari bumi adalah hari saat kita mengamati gejala-gejala yang terjadi di bumi. Tujuannya untuk menyadarkan masyarakat tentang kondisi bumi saat ini dan mengurangi pencemaran lingkungan. Kegiatan aksi bersih-bersih itu mencakup seluruh kampus, sekaligus ada orasi tentang pentingnya memelihara lingkungan. Orasi itu dilakukan dengan body painting menggunakan kumpulan sampah yang ditempelkan pada baju. "Saya berharap adanya kesadaran warga UNP untuk menjaga lingkungan," ungkap Hasan.
Lebih lanjut Hasan menjelaskan, dalam aksi ini juga turut bergabung BEM UNP yang bekerja sama dengan Studi Lingkungan Hidup (SLH) dan Sobat Bumi. "Kami juga mengajak semua sivitas akademika untuk melakukan aksi bersih-bersih ini," jelasnya.
Tidak sama seperti tahun sebelumnya, aksi tahun ini tidak ada aksi menanam pohon karena pihak UNP telah merancang penanaman pohon di sekitar kampus.
Ketua Umum MPALH, Ilham, memaparkan, hari bumi diperingati oleh seluruh dunia untuk mengapresiasikan diri menjaga bumi. Kegiatan tersebut juga untuk membuktikan bahwa meskipun telah ada petugas kebersihan, mahasiswa UNP juga tetap saling menjaga kebersihan. "Jika kita menginginkan bumi ini selamat, jangan membuang sampah sembarangan," pesannya.
Senada dengan Ilham, Pembina MPALH UNP, Sutarman Karim, M.Si., mengatakan bahwa peringatan hari bumi ini merupakan wujud perenungan kita tentang keadaan bumi dan aksi apa yang akan kita lakukan selanjutnya. Beliau juga menjelaskan bahwa permasalahan lingkungan terjadi di mana-mana seperti banjir, longsor, dan bencana klimatologi. "Menjaga kebersihan lingkungan dari sampah mungkin bisa mengatasi sedikit permasalahan bencana klimatologi," sarannya.
Penulis: Resti Febriani
Editor: Yola Sastra
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!