Melintasi trotoar di simpang empat jalan menuju FMIPA akan terlihat plang yang bertuliskan, "Setelah Moratorium Hutan Berakhir, Keselamatan Pohon Tidak di Jamin". Plang tersebut merupakan bentuk aksi peduli hutan yang diselenggarakan oleh Greenpeace yang merupakan sebuah organisasi lingkungan internasional. Kegiatan Stand For Forest ini bertujuan untuk mengingatkan presiden agar memperpanjang moratorium (jeda tebang) hutan dengan tema Ribbon the Tree and Tree Hug.
Rute pelaksanaan kegiatan ini dimulai dari UNP kemudian dilanjutkan di Universitas Bung Hatta. Lalu pada hari Sabtu akan dilaksanakan di Monumen Gempa dan keesokan harinya di Taman Kota. Bentuk kegiatan ini yaitu dengan berfoto sebagai bentuk kepedulian dan mengunggahnya ke media sosial. Malam puncak kegiatan ini pada Hari Bumi yang jatuh tanggal 22 April 2015 di Gor Agus Salim. Pada hari puncak nanti akan dibuat banner besar dan berdiri satu jam untuk hutan Indonesia. Lalu ada teatrikal dan pemberitahuan kepada masyarakat tentang pentingnya moratorium ini.
Moratorium ini dijadwalkan akan diadakan sampai tanggal 13 Mei. Namun apabila sampai tanggal 13 Mei belum ada kepastian dari presiden, maka Greenpece akan terus melakukan aksi tersebut hingga menemukan titik temu. Kepastian yang diminta adalah presiden melanjutkan moratorium hutan. Menurut data dari Greenpeace dalam kurun waktu 2 tahun terakhir ini kerusakan hutan yang terjadi setara dengan 8 kali Kota Jakarta yang hancur.
Koordinator Greenpeace Kota Padang, Revin Wahyudin berharap agar masyarakat mendukung aksi Greenpeace, karena hutan merupakan salah satu hal terpenting untuk Indonesia. "Tanpa hutan oksigen akan berkurang dan menambah panas pada bumi," jelasnya, Selasa (14/4).
Penulis: Resti Febriani
Editor: Wici Elvinda Rahmaddina
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!