Berita

Mata Najwa on Stage

Bertempatkan di Auditorium Universitas Andalas (Unand) acara Mata Najwa on Stage berlangsung dengan meriah Jumat, (24/10). Bertemakan Onde Mande Parlementer acara ini mengundang empat tokoh politik Indonesia. Keempat politikus yang menjadi tamu Najwa siang itu adalah tokoh yang kembali melenggang ke Senayan. Mereka kembali mewakili rakyat Indonesia di kursi Dewan Perwakilan Rakyat Rakyat Indonesia (DPR RI). Keempat tamu tersebut diantaranya; Fadli Zon dari partai Gerindra, Meutya Hafid partai Golongan Karya (Golkar), Akbar Faisal partai Nasional Demokrat (NasDem), dan Budiman Sudjatmiko Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Acara tersebut dihiasi sorak sorai para peserta yang hadir. Hal ini disebabkan banyaknya peserta yang geram dengan perpolitikan Indonesia yang carut marut. Banyak hal yang dikupas Najwa tentang perjalanan empat politikus yang menjadi bintang tamunya, mulai dari modal yang ke dikeruk untuk duduk di kursi DPR hingga membahas target apa yang mereka lakukan untuk Indonesia lima tahun mendatang. Saat ditanyai Najwa terkait persitegangan antar personal masing-masing anggota dewan yang terlihat di layar kaca mereka sepakat mengatakan permasalahan itu hanya ada di dalam ruangan, "Ada dua tipe orang yang berada duduk di kursi dewan saat ini, ada orang yang memang sudah terbiasa berorganisasi dan yang tidak. Orang yang tidak biasa berorganisasi akan ketara, jika bermasalah dengan anggota DPR lainnya dia akan membawa pada permasalahan personal, tapi kalau kami sudah biasa tidak membawa permasalahan-permasalahan itu keluar" Ujar Akbar Faisal. Sepakat dengan Akbar, Budiman Sudjatmiko juga mengatakan semua itu bukan drama perpolitikan namun memang seperti adanya yang terlihat di layar kaca "Semua yang rakyat Indonesia saksikan itu memang benar adanya, ketika berdebat kami sering beradu pendapat dan bersitegang. Namun, setelah itu kami tidak membawa permasalahan itu keluar karena kami telah terbiasa beradu konsep dan persitegangan sudah biasa kami dapatkan saat berorganisasi. Persitegagan dalam politik tidak boleh membuat persahabatan hilang" tuturnya. Pada closing statement Najwa menyimpulkan bahwa berpolitik adalah sebuah pilihan dan perpilitikan akan terus berlanjut walau banyak permasalahan yang timbul "Berpolitik merupakan pilihan, hanya berkat doa di tengah malam buta kebaikan yang terorganisisr akan terkalahkan oleh penjahat yag terampil"tutupnya. Suci

✔ Standar Jurnalisme & Transparansi SKK Ganto UNP

Berita ini diproduksi dan diverifikasi sesuai dengan Pedoman Pemberitaan Media Siber dan Kode Etik Jurnalistik oleh Dewan Pers.

Suci Larassaty
Jurnalis • Liputan Berita

Reporter SKK Ganto UNP
Diedit & Diverifikasi oleh: Meri Susanti (Editor Redaksi)
✔ Standar EEAT Redaksi

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

3 + 1 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.