Berita

FE Lahirkan Sarjana Siap Hadapi Ekonomi ASEAN

Siang cukup terik kala wisudawan Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Negeri Padang (UNP) tengah berkumpul di depan Gedung FE, Sabtu (27/9). Tanpa menunggu waktu lama, wisudawan pun menaiki lantai 4 Gedung FE dan memasuki Aula Profesor Kamaluddin. Disusul oleh Dekan FE beserta jajarannya, acara penyerahan ijazah wisuda periode ke-101 program Sarjana dan Diploma III FE UNP pun dimulai.

Acara penyerahan ijazah yang bertemakan Ready to Face ASEAN Economic Community Profesionally ini, diikuti oleh 375 wisudawan. Dengan rincian: 70 orang dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Ekonomi, 54 orang dari Prodi Manajemen empat orang diantaranya adalah mahasiswa Dual Degree kerja sama UNP dengan University Utara Malaysia (UUM), 45 orang dari Prodi Ekonomi Pembangunan, 61 orang dari Prodi Akuntansi, 64 orang dari Prodi Diploma III Akuntansi, dan 81 orang dari Diploma III Manajemen Perdagangan.

Selaku Dekan FE, Prof. Dr. Yunia Wardi, Drs., M.Si. mengucapkan selamat dan sukses kepada wisudawan yang telah berhasil menyelesaikan studinya dengan berbagai prestasi yang dimiliki. Ucapan terima kasih juga ditujukan kepada orang tua wisudawan yang hadir pada acara ini. "Terima kasih telah mempercayakan anaknya untuk kuliah di FE UNP," ujarnya.

Selain itu, Yunia Wardi juga menyampaikan kepada wisudawan untuk lebih bekerja keras lagi. Karena, tantangan hidup mereka setelah wisuda akan lebih besar dari sebelumnya. Apalagi Indonesia akan segera memasuki ekonomi ASEAN pada 2015 mendatang. Lebih lanjut, Yunia juga menyampaikan bahwa sebenarnya FE telah mempersiapkan hal itu, yaitu dengan dibentuknya kelas internasional yang bekerja sama dengan UUM. "Jika mau memanfaatkan peluang, maka Anda akan lebih bebas untuk mendapatkan pekerjaan," ujarnya.

Menurut Yunia Wardi, seluruh wisudawan juga harus siap untuk menjadi masyarakat yang mampu menghadapi pasar global ini nantinya. Walaupun telah berhasil menyelesaikan kuliah, wisudawan diharapkan tidak sekadar memiliki kemampuan sampai disitu saja, tetapi harus memiliki kemampuan lain, diantaranya bisa berbahasa Inggris. "Saudara jangan menjadikan bahasa Inggris sebagai bahasa asing, tapi jadikan bahasa Inggris sebagai bahasa ke-2 dan bahasa perantara," ucapnya. Sri, Sabrina*

✔ Standar Jurnalisme & Transparansi SKK Ganto UNP

Berita ini diproduksi dan diverifikasi sesuai dengan Pedoman Pemberitaan Media Siber dan Kode Etik Jurnalistik oleh Dewan Pers.

Sri Gusmurdiah
Jurnalis • Liputan Berita

Reporter SKK Ganto UNP
Diedit & Diverifikasi oleh: Meri Susanti (Editor Redaksi)
✔ Standar EEAT Redaksi

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

7 + 8 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.