Riuh bunyi perabotan dapur, asahan pisau dan ocehan ibu, memaksa mata kecil itu terbuka
Masih terdengung sahutan sumpah serapah
Didendangkan orang tuanya sepanjang malam menjelma dongeng pengantar lelap
Hidup dengan ibu berumur belasan
dan bapak penyudut sabu selundupan
rupiah yang sekedar jadi sedikit jajanan pinggir jalan
Bekal dari bapak ibu sebelum bergelut dengan busuk bau getah kebun orang
Hoyong melangkah membasuh wajah
Dengan air petang kemarin, oleng dijunjung kelebihan muatan
Seragam kuning lusuh berkerak
Berkawan sepatu tua ternganga
Siap tuai cibiran kawan
Tak besar harapannya menatap awan
Cukup secuil gelak dan ria di masa depan
Dan sedikit doa kepada Tuhan
Moga surya sinari gubuk Merema yang selalu malam
Karena kini
Tempat terseram adalah rumah untuk bermalam
Dan manusia terkejam adalah orang tua yang ia sayang
Padang, 2023
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!