Puisi

Do'a Sederhana

Penulis Opini / Kolumnis
📅 Sabtu, 7 Oktober 2023 09:51 WIB • 👁 427 Pembaca
Do'a Sederhana
Sumber ilustrasi: kejarcita.id

Riuh bunyi perabotan dapur, asahan pisau dan ocehan ibu, memaksa mata kecil itu terbuka
Masih terdengung sahutan sumpah serapah
Didendangkan orang tuanya sepanjang malam menjelma dongeng pengantar lelap

Hidup dengan ibu berumur belasan
dan bapak penyudut sabu selundupan
rupiah yang sekedar jadi sedikit jajanan pinggir jalan
Bekal dari bapak ibu sebelum bergelut dengan busuk bau getah kebun orang

Hoyong melangkah membasuh wajah
Dengan air petang kemarin, oleng dijunjung kelebihan muatan
Seragam kuning lusuh berkerak
Berkawan sepatu tua ternganga
Siap tuai cibiran kawan

Tak besar harapannya menatap awan
Cukup secuil gelak dan ria di masa depan
Dan sedikit doa kepada Tuhan
Moga surya sinari gubuk Merema yang selalu malam

Karena kini
Tempat terseram adalah rumah untuk bermalam
Dan manusia terkejam adalah orang tua yang ia sayang


Padang, 2023

✔ Standar Integritas & Transparansi Opini SKK Ganto UNP

Setiap karya tulisan, kolom, dan opini yang diterbitkan merupakan pandangan orisinal penulis serta telah melalui proses kurasi dan penyuntingan redaksi sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Rizka Hidayatul Husna
Penulis • Kolumnis / Opini

Penulis Opini / Kolumnis

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

5 + 7 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.