Puisi

Anomali

Penulis Opini / Kolumnis
📅 Minggu, 24 September 2023 12:51 WIB • 👁 693 Pembaca

"Suatu hari nanti, ibu tidak lagi menangis"
Radio rusak itu menyiarkan sesuatu, tak tahu Sudah tujuh hari empunya diculik penyamun

"Suatu hari nanti, aku dan ibu bahagia"
Anehnya, kali ini tiada suara gerisik putus putus; anomali terjadi
Kecil, paruh baya, paruh bengkok yang lewat meyakini itu rintihan hantu.

"Suatu hari nanti, ibu bisa tidur lelap"
Tidur. Perbatasan jumpa hari ini dan esok. Sudah delapan hari empunya belum dikembalikan penyamun. Atau tidak akan pernah;

Kemudiannya senyap.
Kecil, paruh baya, paruh bengkok yang lewat mafhum hantu sudah bertemu ibunya.

✔ Standar Integritas & Transparansi Opini SKK Ganto UNP

Setiap karya tulisan, kolom, dan opini yang diterbitkan merupakan pandangan orisinal penulis serta telah melalui proses kurasi dan penyuntingan redaksi sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Rizka Salsabila Bakhtra
Penulis • Kolumnis / Opini

Penulis Opini / Kolumnis

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

4 + 3 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.