Puisi

Jembatan Menangis

Oleh:
Penulis Opini / Kolumnis
📅 Minggu, 27 Agustus 2023 11:14 WIB • 👁 439 Pembaca

Jembatan itu menangis lagi
Cita-citanya terkubur lagi
Air matanya habis terkuras
Tenaganya hilang terampas
Suara gemuruh terdengar keras
Diiringi perjuangan yang terlindas

Banyak harap yang digores
Digubuk kecil ini tertores
Nikmat yang terbuang
Dipungut dengan teriakan yang lantang

Hanya tangis yang didengarnya
Tanyanya...
Apakah perjuangan terlambat baginya?
Benarkah takdir ini miliknya?
Impian apa yang dikerjarnya?

Intinya..
Bukan rasa cemas yang ia dambakan Ceritanya sudah kelam
Kapalnya telah karam
Bunganya telah layu
Matanya telah sayu

Tuhan...
Satu harapnya
Cahaya menapaki dirinya

✔ Standar Integritas & Transparansi Opini SKK Ganto UNP

Setiap karya tulisan, kolom, dan opini yang diterbitkan merupakan pandangan orisinal penulis serta telah melalui proses kurasi dan penyuntingan redaksi sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Annisa
Penulis • Kolumnis / Opini

Penulis Opini / Kolumnis

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

9 + 9 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.