Puisi

Rintihan Hijau dan Si Belang

Penulis Opini / Kolumnis
📅 Minggu, 4 Juni 2023 09:31 WIB • 👁 951 Pembaca
Rintihan Hijau dan Si Belang
Sumber ilustrasi: Bobo.id

Cakar dalam luka penuh amarah
Meraung mengutuk semak yang perlahan sirna
Tempat pengintaian mangsa dan persembunyian,
kini perlahan dibabat tak karuan

Tangan-tangan keji berjiwa usang
Mulai beraksi atas nama pembalakan hutan
Eskavator dikerahkan, meluluh lantakkan pegunungan
Bak budak besi tanpa bayaran,
yang bekerja di bawah kendali sang majikan

Tangan-tangan keji itu terus bertindak
Menumbangkan sang penghasil kesejukan
Menebas para semak tanpa alasan
Menyamaratakan segala kehijauan pada tanah pijakan

Andai satu auman peringatan,
bisa mengoyakkan nyali para pembabat liar
Malang,
Sang raja hutan pun juga jadi incaran
Belang indah pembungkus badan
Dijadikan jua sumber penghasilan

Gunung-gunung rindu akan tancapan akar pepohonannya
Merasa sendu tanpa auman penguasanya
Miris,

Tiap sudut langkah kini hanya bertemu kegersangan
Tiap sudut langkah kini diambang kepunahan

✔ Standar Integritas & Transparansi Opini SKK Ganto UNP

Setiap karya tulisan, kolom, dan opini yang diterbitkan merupakan pandangan orisinal penulis serta telah melalui proses kurasi dan penyuntingan redaksi sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Afratul Tasya
Penulis • Kolumnis / Opini

Penulis Opini / Kolumnis

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

5 + 9 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.