Cakar dalam luka penuh amarah
Meraung mengutuk semak yang perlahan sirna
Tempat pengintaian mangsa dan persembunyian,
kini perlahan dibabat tak karuan
Tangan-tangan keji berjiwa usang
Mulai beraksi atas nama pembalakan hutan
Eskavator dikerahkan, meluluh lantakkan pegunungan
Bak budak besi tanpa bayaran,
yang bekerja di bawah kendali sang majikan
Tangan-tangan keji itu terus bertindak
Menumbangkan sang penghasil kesejukan
Menebas para semak tanpa alasan
Menyamaratakan segala kehijauan pada tanah pijakan
Andai satu auman peringatan,
bisa mengoyakkan nyali para pembabat liar
Malang,
Sang raja hutan pun juga jadi incaran
Belang indah pembungkus badan
Dijadikan jua sumber penghasilan
Gunung-gunung rindu akan tancapan akar pepohonannya
Merasa sendu tanpa auman penguasanya
Miris,
Tiap sudut langkah kini hanya bertemu kegersangan
Tiap sudut langkah kini diambang kepunahan
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!