Puisi

Merangkai Awan Menyulam Badai

Penulis Opini / Kolumnis
📅 Rabu, 7 Desember 2022 19:30 WIB • 👁 1.123 Pembaca
Merangkai Awan Menyulam Badai
Ilustrasi: canva.com

Setitik nila dalam bejana nirwana
Memporak-porandakan bias sinaran
Tiba-tiba setiap umat merasa bak pahlawan berlipat nyawa,
Padahal hanya menunduk di balik perisai seolah melawan.

Mereka mengecam,
padahal secarik nasib menjadi bulan-bulanan derita.
Bersembunyi di balik reruntuhan peduli,
padahal hanya memendam ketakutannya.

Atas nikmatnya kopi panas, senyum tipis memerah.
Menelan ikhlas, memendam amarah.
Menyaksikan yang terjadi biar terjadi,
memetik api dalam senyap ambisi.

✔ Standar Integritas & Transparansi Opini SKK Ganto UNP

Setiap karya tulisan, kolom, dan opini yang diterbitkan merupakan pandangan orisinal penulis serta telah melalui proses kurasi dan penyuntingan redaksi sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Aditiawarman
Penulis • Kolumnis / Opini

Penulis Opini / Kolumnis

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

5 + 1 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.