Puisi

Jatuh

Penulis Opini / Kolumnis
📅 Sabtu, 27 November 2021 11:18 WIB • 👁 1.278 Pembaca

Tatapanku terhenti padanya

Sosok yang berdiri, membawa senjata

Tak peduli peluru mengincar nyawa

Darah merah merekah

Ia lakukan demi negara

Entah mengapa ia melakukannya

Bukankah negara ini belum nyata

Masih tanda tanya

Belum merdeka

Apa ia ingin mati sia-sia?

Tiba-tiba langit menjadi gelap, bumi seperti retak

Ketika ia memberontak dan berteriak

Takkan ada bendera Belanda dan Jepang berarak

Ketika sayap Garuda mengepak

Melindungi bumi pertiwi

Seketika langit turun hujan

Semangat akhir dari pahlawan

Ditembak mati raksasa udara

Aku tersentak, pahlawan roboh di bumi nusantara

Negeri khatulistiwa

Tubuhku kaku

Tak lagi merasa ragaku

Nyawa telah direnggut peluru

Tak bisa melawan, aku bukan pahlawan

Aku jatuh dalam ruang penyesalan

✔ Standar Integritas & Transparansi Opini SKK Ganto UNP

Setiap karya tulisan, kolom, dan opini yang diterbitkan merupakan pandangan orisinal penulis serta telah melalui proses kurasi dan penyuntingan redaksi sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Ilhan Erdeannda
Penulis • Kolumnis / Opini

Penulis Opini / Kolumnis

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

3 + 8 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.