Aku itu, hujan yang jatuh bertubi-tubi dalam bejana yang berjelaga di atas dipan penyesalan
Aku itu, api yang menyala dupa dengan buih-buih luka berupa niskala
Aku itu, tanah yang bernanah di bawah siksa baskara perih tanpa pamrih
Aku itu, air yang digulir insan lengkara tak berdosa
Aku itu, udara yang berkata sadrah disayat bilur lebam beriring darah
Aku itu, sehelai daun yang terombang-ambing jadi permainan angin
Iya,
Aku itu semua,
Berkawan dengan penyesalan dan ketidakkuasaan
Aku ini, tangan yang kau lepas dari genggaman
Tangan yang bergerak sendiri, menarikan pena luka sisa perih jemari
Aku ini, jantung yang kau copot dari dada
Jantung yang berdenyut ngebut, menahan sesak lara sentimen di ambang kronis
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!