Puisi

Aku Itu

Penulis Opini / Kolumnis
📅 Senin, 19 April 2021 12:06 WIB • 👁 2.623 Pembaca

Aku itu, hujan yang jatuh bertubi-tubi dalam bejana yang berjelaga di atas dipan penyesalan
Aku itu, api yang menyala dupa dengan buih-buih luka berupa niskala
Aku itu, tanah yang bernanah di bawah siksa baskara perih tanpa pamrih
Aku itu, air yang digulir insan lengkara tak berdosa

Aku itu, udara yang berkata sadrah disayat bilur lebam beriring darah
Aku itu, sehelai daun yang terombang-ambing jadi permainan angin

Iya,
Aku itu semua,
Berkawan dengan penyesalan dan ketidakkuasaan


Aku ini, tangan yang kau lepas dari genggaman
Tangan yang bergerak sendiri, menarikan pena luka sisa perih jemari
Aku ini, jantung yang kau copot dari dada
Jantung yang berdenyut ngebut, menahan sesak lara sentimen di ambang kronis

✔ Standar Integritas & Transparansi Opini SKK Ganto UNP

Setiap karya tulisan, kolom, dan opini yang diterbitkan merupakan pandangan orisinal penulis serta telah melalui proses kurasi dan penyuntingan redaksi sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Afdal Putra
Penulis • Kolumnis / Opini

Penulis Opini / Kolumnis

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

9 + 1 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.