Kau bangun terkantuk-kantuk
Menyeruput kopi hitam tanpa gula
BACA JUGA:Kenyataan Pahit Negeri Ini
Berkali-kali kau usap wajah
Menyapu bekas sial kemarin malam
BACA JUGA:Pada Hari yang Mengingat
Ahh..
Gerutumu pada mimpi buruk yang bertumpuk
Kau lihat dirimu berjas rapih di baliho sudut jalan
Tersenyum, namun tak bisa dibilang merekah, juga tidak kuncup
Ditambah slogan "Tak Akan Berkhianat pada Rakyat"
Lalu, hujan beringas menumbangkan pohon tua
Pohon tua tanpa ampun mencabik gambar wajahmu
Begitupun slogan tinggal sepenggal "Berkhianat pada Rakyat"
Segera berhamburan rakyat menopang tonggak kayu baliho
Barangkali demi sehelai kaos putih bertulis coblos!
Dipakai membaluti tubuh yang kian menggersang
Melawan terik di sawah-sawah, di laut-laut, di pasar-pasar
Ahh
Gerutumu
BACA JUGA:
Kenyataan Pahit Negeri IniBACA JUGA:
Pada Hari yang Mengingat
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!