Puisi

Getar Getir

Penulis Opini / Kolumnis
📅 Selasa, 2 Februari 2021 11:11 WIB • 👁 2.576 Pembaca

Kau bangun terkantuk-kantuk
Menyeruput kopi hitam tanpa gula
Berkali-kali kau usap wajah
Menyapu bekas sial kemarin malam

Ahh..
Gerutumu pada mimpi buruk yang bertumpuk
Kau lihat dirimu berjas rapih di baliho sudut jalan
Tersenyum, namun tak bisa dibilang merekah, juga tidak kuncup
Ditambah slogan "Tak Akan Berkhianat pada Rakyat"

Lalu, hujan beringas menumbangkan pohon tua
Pohon tua tanpa ampun mencabik gambar wajahmu
Begitupun slogan tinggal sepenggal "Berkhianat pada Rakyat"
Segera berhamburan rakyat menopang tonggak kayu baliho
Barangkali demi sehelai kaos putih bertulis coblos!
Dipakai membaluti tubuh yang kian menggersang
Melawan terik di sawah-sawah, di laut-laut, di pasar-pasar

Ahh
Gerutumu

✔ Standar Integritas & Transparansi Opini SKK Ganto UNP

Setiap karya tulisan, kolom, dan opini yang diterbitkan merupakan pandangan orisinal penulis serta telah melalui proses kurasi dan penyuntingan redaksi sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Nisrina Zakia Khalel
Penulis • Kolumnis / Opini

Penulis Opini / Kolumnis

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

9 + 3 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.