Puisi

Semesta Bersaksi

Penulis Opini / Kolumnis
📅 Kamis, 30 Januari 2020 08:41 WIB • 👁 1.706 Pembaca

Kelabu kelam bergelut muram
Mata sembap menyapa geram
Aku bergumam. Aku mulai tenggelam
Jangan! Ini tak boleh padam
Harus deras seperti jeram

Rintihan pecahkan air mata
Pukulan jera terus menerpa
Aku berdarah, mereka pun tertimpa
Bertahan! Lerai luka tuju puncaknya

Kulihat sesuatu di tanah seberang
Terus kupandang, semakin lapang
Kudengar gendang, terus benderang
Kami berpegang, menuju titik terang
Jangan terlentang, kita akan terbang

Selangkah lagi, sedetik lagi
Sampai!
Tak ada janji teringkari
Tak ditemui arti tanpa aksi
Kami berdikari
Semesta pun ikut bersaksi
Bahagia menetap dekati hati

Walau liku hidup seribu misteri
Beribu alur setajam belati
Jangan lari! Satukan jemari!
Kita berhenti, iya itu pasti
Saat cahaya menyelimuti
Hidup menuai seribu arti
Semesta pun menjadi saksi

✔ Standar Integritas & Transparansi Opini SKK Ganto UNP

Setiap karya tulisan, kolom, dan opini yang diterbitkan merupakan pandangan orisinal penulis serta telah melalui proses kurasi dan penyuntingan redaksi sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Rosiana Siregar
Penulis • Kolumnis / Opini

Penulis Opini / Kolumnis

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

4 + 6 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.