Kelabu kelam bergelut muram
Mata sembap menyapa geram
Aku bergumam. Aku mulai tenggelam
Jangan! Ini tak boleh padam
Harus deras seperti jeram
Rintihan pecahkan air mata
Pukulan jera terus menerpa
Aku berdarah, mereka pun tertimpa
Bertahan! Lerai luka tuju puncaknya
Kulihat sesuatu di tanah seberang
Terus kupandang, semakin lapang
Kudengar gendang, terus benderang
Kami berpegang, menuju titik terang
Jangan terlentang, kita akan terbang
Selangkah lagi, sedetik lagi
Sampai!
Tak ada janji teringkari
Tak ditemui arti tanpa aksi
Kami berdikari
Semesta pun ikut bersaksi
Bahagia menetap dekati hati
Walau liku hidup seribu misteri
Beribu alur setajam belati
Jangan lari! Satukan jemari!
Kita berhenti, iya itu pasti
Saat cahaya menyelimuti
Hidup menuai seribu arti
Semesta pun menjadi saksi
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!