Kalut kemalut dunia berbalut harap tak bersurut
Luka menganga kian merekah bak bunga belia
Teriak duka yang melagukan rintik air mata
Alam Indonesiaku
Mungkin bosan berkelana
Melihat hamba-hamba gila dunia
Melirik mereka-mereka yang ingkar tak terkira
Iming-iming janji sudah biasa tak terpenuhi
stelah dapat kursi mulai hilang ditelan bumi
Demokrasi hanya sebagai barang dagangan
setelah habis dijual lalu berlalu tak bermoral
Nilai-nilai budaya yang ditanam secara sadar
berakhir dengan serangan fajar
politik memang kurang ajar
Orang tak lagi peduli bui
bahkan tak peduli Tuhan sendiri
hidup ya hidup
korupsi tindakan lanjut
Mereka bilang
Semua bersaudara
nyatanya perbedaan SARA masih berkuasa
dicaci dimaki bahkan dihina
akhirnya menjilat lidah mengatakan tak bersalah
Solidaritas tak berkelas
Alam Indonesiaku
Lelah termakan usia
Menampung segala rasa yang berbaur
Hingga akhirnya mengamuk dan hancur
BACA JUGA:
Kenyataan Pahit Negeri Ini
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!