Puisi

Sahabat Kenangan

Penulis Opini / Kolumnis
📅 Rabu, 16 Agustus 2017 13:39 WIB • 👁 1.135 Pembaca

Kicau burung seperti alunan musik

Indahnya panggilan alam

Hingga saatnya

Kepergian yang tak disangka

Tanpa meninggalkan jejak

Langit biru yang berubah menjadi jingga

Kekuatan yang telah rapuh

Disayat tercabik-cabik

Ingin rasanya meloncat ke dalam lembah dalam

Rerumputan yang merindukan hujan

Bergegas Air yang kurindukan

Di dalam semesta sendiri tak ada titik temunya

Ingatan ini terkejut

Masih terasa hangat pelukan itu

Untuk rindu yang belum sampai di telinga

Renungan kata-kata yang begitu akrab

Tidak ada perpisahan yang tidak menyakitkan

Karena rasa itu benar-benar ada

Peta untuk sampai tak ada

Gerimis pun mulai jatuh

Sempat ku menyerah

Terus bersahabat dengan kenangan

Bermimpi ada setitik cahaya terang

Harapku pada sebuah jalan

Keajaiban dalam pasrah jiwaku

✔ Standar Integritas & Transparansi Opini SKK Ganto UNP

Setiap karya tulisan, kolom, dan opini yang diterbitkan merupakan pandangan orisinal penulis serta telah melalui proses kurasi dan penyuntingan redaksi sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Yolanda Septia Putri
Penulis • Kolumnis / Opini

Penulis Opini / Kolumnis

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

2 + 5 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.