Puisi

Dalam Duka Cinta Berdoa

Oleh:
Penulis Opini / Kolumnis
📅 Senin, 14 Agustus 2017 13:09 WIB • 👁 1.010 Pembaca

Samar

Sayup sinar ujung mata

Belakang yang gelap

Masih kutatap

Depanku tanah terang

Si kecil main berlari

Sinar samar kejar mengejar

Apa di depan?

Keindahan atau malapetaka?

Di sini terpaku, setengah berdiri

Belum mengerti tetap menggali

Inilah duniaku

Cinta dan sayang berlalu

Hidup, itulah mestinya

Kehampaan, bisu

Mengalir bagai air

Awal hari mulai senja

Begitulah dunia berlari

Hingga kini dalam duka

Cinta kami berdoa

Seakan hidup sendiri

✔ Standar Integritas & Transparansi Opini SKK Ganto UNP

Setiap karya tulisan, kolom, dan opini yang diterbitkan merupakan pandangan orisinal penulis serta telah melalui proses kurasi dan penyuntingan redaksi sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Rahmah
Penulis • Kolumnis / Opini

Penulis Opini / Kolumnis

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

2 + 8 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.