Dari dulu hingga sekarang kau selalu mengupat dan mendedam di tiap kesunyian yang melanda
Seolah-olah hanya kau yang dibalut kesengsaran semata disaat kau selalu menyalahkan asa yang datang
Masih pantaskah kau mengupat di saat yang lain berusaha untuk menutupi penat nan lekat?
Sempatkah terlintas di benakmu akan kehidupan yang datang sebagai tempat persinggahan?
Sadarilah, hanya jejal yang akan kau rasa ketika sengsara datang bertubi-tubi.
Bila kau mau, rangkullah asamu dan bawa setinggi mungkin hingga tak kau dapati lagi rasa itu
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!