Puisi

Sahabat Malam

Penulis Opini / Kolumnis
📅 Kamis, 10 Agustus 2017 16:30 WIB • 👁 823 Pembaca

Kala malam mengundangmu

Matamu yang terpejam terbangun

Saat kegelapan malam berhawa dingin, hening mencumbui malam

Kau pergi dengan sahabat malammu

Bagaikan akar yang harus ada pada tumbuhan

Terkadang kami cemburu Ayah

Engkau selalu bersamanya

Tapi belum sempat terucapkan

Tiba mataku tersentuh

Oleh hentakan kaki yang begitu pelan

Seperti jalannya kucing

Kulihat sosok bayangmu

tegar penuh keberanian

begitu cepat melewatiku

Keingintahuanku menghentikan hentakan itu

"Mau kemana Ayah?"

Jawaban singkat darimu

"Pergiku hanya sebentar"

✔ Standar Integritas & Transparansi Opini SKK Ganto UNP

Setiap karya tulisan, kolom, dan opini yang diterbitkan merupakan pandangan orisinal penulis serta telah melalui proses kurasi dan penyuntingan redaksi sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Niswasani
Penulis • Kolumnis / Opini

Penulis Opini / Kolumnis

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

8 + 9 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.