Jauh sekali jarak yang kaurentang kekasih
Tertatih aku berjalan, mengejar pemandangan dan fantasi
Pengembaraan ini memisahkan mimpi dan doa yang kurangkai dalam harap
Saat kureguk mereka dalam waktu bersamaan, hanya payau
Saat aku sampai di pengujung senja, kupahat warnamu pada mereka
Agar senantiasa dapat kueja berulang-ulang
Pada takdir dan maut sebuah senandung telah aku titip
Agar kelak jika kau kembali
Duniamu tak hanya hampa berpintu sunyi
Dekat makam yang kau sebut kenangan, aku masih menyimpan wujud yang serupa
Fanila Insani
Mahasiswa Sastra Indonesia TM 2014
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!