Puisi

Hanya Payau

Penulis Opini / Kolumnis
📅 Rabu, 2 September 2015 17:09 WIB • 👁 1.617 Pembaca

Jauh sekali jarak yang kaurentang kekasih

Tertatih aku berjalan, mengejar pemandangan dan fantasi

Pengembaraan ini memisahkan mimpi dan doa yang kurangkai dalam harap

Saat kureguk mereka dalam waktu bersamaan, hanya payau

Saat aku sampai di pengujung senja, kupahat warnamu pada mereka

Agar senantiasa dapat kueja berulang-ulang

Pada takdir dan maut sebuah senandung telah aku titip

Agar kelak jika kau kembali

Duniamu tak hanya hampa berpintu sunyi

Dekat makam yang kau sebut kenangan, aku masih menyimpan wujud yang serupa

Fanila Insani

Mahasiswa Sastra Indonesia TM 2014

✔ Standar Integritas & Transparansi Opini SKK Ganto UNP

Setiap karya tulisan, kolom, dan opini yang diterbitkan merupakan pandangan orisinal penulis serta telah melalui proses kurasi dan penyuntingan redaksi sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Fanila Insani
Penulis • Kolumnis / Opini

Penulis Opini / Kolumnis

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

4 + 7 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.