Puisi

Asmaraloka

Penulis Opini / Kolumnis
📅 Senin, 29 September 2014 18:02 WIB • 👁 1.250 Pembaca

Selaksa cahaya mampir berkedip...

dalam kelam lebam kau bertutur seolah berbisik dalam tidurku...

mengatakan keserakahan mengekor pada perjalanan kita...

wajahmu berkelambur saat remang-remang malam mengepung dan menjebakku dalam pangkuanmu...

gelap yang mabuk dan dekapmu terasa galir dalam rasaku... Asmaralokaku... itu kau...

tapi... dan tapi lagi sedu sedanku tanpa nadi...

menyentuh kedalaman karang yang begitu cadas sangat sulit...

tak acuh air mata yang sia-sia jatuh lebih baik menguap oleh api...

sayang, aku tak mampu nyalakan sepercik pun...

tapi aku menantikan asmaraloka palsu itu membakarmu kelak...

saat rimbaku rimbun dan malam elokku bersahaja...

akan membiusmu tanpa bangun....

✔ Standar Integritas & Transparansi Opini SKK Ganto UNP

Setiap karya tulisan, kolom, dan opini yang diterbitkan merupakan pandangan orisinal penulis serta telah melalui proses kurasi dan penyuntingan redaksi sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Putri Rahmi
Penulis • Kolumnis / Opini

Penulis Opini / Kolumnis

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

9 + 7 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.