Laporan Utama

OIA: Langkah Awal Menuju World Class University

Penulis Opini / Kolumnis
📅 Minggu, 28 September 2014 08:59 WIB • 👁 1.663 Pembaca

Keberadaan OIA menuntun UNP untuk segera menyatakan harapan menjadi univeritas berlevel internasional.

Akhir November 2011 lalu, di Ruang Serba Guna Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang (RSG FT UNP), Kantor Kerja Sama Luar Negeri (KKLN) atau dengan nama lain The Office Of International Affairs (OIA) resmi diluncurkan. Peresmian Kantor Urusan Internasional ini dilakukan, didasari dengan keluarnya Surat Keputusan Rektor Bernomorkan 224/UN35/PP/2011 tertanggal 1 Agustus 2011. Bersumber pada situs http://oia.unp.ac.id/, lahirnya OIA di kampus kuning ini tujuan berdirinya yakni untuk menangani tugas-tugas yang berkaitan dengan hubungan internasional seperti memberikan informasi, mepermudah prosedur aplikasi, dan memberikan bantuan kepada siswa yang berpotensi. Selain itu, OIA UNP juga bertujuan untuk memastikan bahwa setiap siswa internasional memiliki pengalaman positif di UNP.

Pada tahun 2011, OIA diketuai oleh Prof. Dr. Hermawati Syarief, M.Hum., saat itu, jajaran koordinator OIA terdiri dari koordinator perencanaan yang diduduki oleh Dra. Hj. Sri Elniati, M.A., koordinator beasiswa yang diemban oleh Dr. Zul Amri, M.Ed., dan koordinator promosi internasional oleh Havid Ardi S.Pd., M.Hum.

Pada 2013, OIA memperoleh hibah program penguatan kantor urusan internasional untuk pengembangan. Hibah tersebut diperoleh dari Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri (BPKLN) sebanyak 60 juta untuk 3 jenis kegiatan. Seperti Program Penyusunan Standard Operating Procedure (SOP), Program Pengembangan Kantor International, dan Program Pola Promosi Kantor International.

Pada 2014, kepengurusan pun berganti. Ketua OIA dipercayakan kepada Prof.Dr. H. Anas Yasin, M.Hum. Menurut Havid Ardi, S.Pd., M.Hum. selaku Koordinator Promosi Internasional OIA bahwasanya untuk kepengurusan OIA diutamakan bagi dosen yang pernah kuliah di luar negeri karena yang lebih tahu mengenai medan yang dituju serta penyebaran link untuk kemudahan dalam menjalin kerja sama.

Lebih lanjut, Havid menjelaskan mengenai OIA, Havid mengatakan bahwa keberadaan OIA di UNP dilatarbelakangi oleh harapan terhadap universitas agar mampu berdiplomasi dalam dunia pendidikan tingkat internasional. Hal ini terkait dengan fungsi OIA yang dikelompokan dalam tiga bidang. Fungsi pertama yaitu untuk promosi, bertujuan untuk menjadikan UNP sebagai World Class University, dalam artian OIA mampu menarik mahasiswa asing agar datang ke UNP. Selain fungsi promosi, OIA juga berguna untuk meningkatkan produktivitas mahasiswa dan dosen UNP untuk terjun ke tingkat internasional. Hal tersebut dilakukan dengan cara memberikan informasi-informasi mengenai jurnal-jurnal internasional karena dengan cara inilah UNP mampu menunjukan bahwa karya-karyanya berada pada level internasional. Sedangkan untuk fungsi OIA yang terakhir adalah berkaitan dengan program beasiswa. Melalui OIA, dapat dipromosikan beasiswa bagi dosen dan mahasiswa untuk keluar negeri dan juga berfungsi dalam mengelola dosen asing atau mahasiswa asing.

Kemudian Havid memberikan salah satu contoh program internasional yang telah dikembangkan UNP, yaitu Program Bahasa Indonesia Penutur Asing (BIPA) yang dikelola oleh Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia. Untuk mengatasi masalah ini, langkah yang dilakukan adalah memasukkan program ini ke dalam Program Darmasiswa yang dikelola oleh BPKLN. Namun semenjak tahun 2012 hingga sekarang, program ini belum ditindaklanjuti karena ada beberapa syarat yang belum terpenuhi. "Salah satunya pengadaan asrama atau apartemen di kampus lengkap dengan air panas," ungkapnya.

Ketika ditanya mengenai kendala yang ditemukan dalam mengelola OIA, Havid mengungkapkan bahwa pada awal berdirinya, kendala yang ditemui adalah ketidaktersediaan sekretariat. Namun untuk sekarang, sekretariat OIA sudah ada di rektorat. Selain itu, persoalan dana pun melintang, pasalnya anggaran khusus untuk OIA masih belum ada, sehingga kegiatan terpaksa dijalankan secara mandiri tanpa pendanaan. "Selama ini dana ditanggung oleh jurusan yang terkait dengan sebuah kerja sama," ungkapnya lagi.

Walaupun demikian, Havid berharap semoga OIA dapat meningkatkan eksistensinya di tengah-tengah kehidupan UNP. Dengan arti kata peranan OIA dapat dirasakan oleh semua kalangan baik itu oleh dosen maupun mahasiswa. Serta diharapkan agar OIA dapat berperan aktif dalam meningkatkan dan mempromosikan UNP ke tingkat international agar dosen dan mahasiswa UNP bisa dikenal secara mendunia.


Laporan Kru SKK Ganto

✔ Standar Integritas & Transparansi Opini SKK Ganto UNP

Setiap karya tulisan, kolom, dan opini yang diterbitkan merupakan pandangan orisinal penulis serta telah melalui proses kurasi dan penyuntingan redaksi sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Wahida Nia Elfiza dan Meri Susanti
Penulis • Kolumnis / Opini

Penulis Opini / Kolumnis

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

6 + 4 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.