Puisi

Perenang Payah

Penulis Opini / Kolumnis
📅 Sabtu, 9 Agustus 2014 09:56 WIB • 👁 1.176 Pembaca

Danau itu bergambar wajahmu
Riaknya adalah panggilanmu untukku
dan kau di tengah sana
Nanar air itu terlalu dingin katamu
Kau bahkan hanya berani mencelupkan lututmu dengan ragu

Sayangnya aku perenang payah,
yang tak mau susah-susah berkecipak ke ujung sana
Meski aku yakin akan tiba sebelum merah senja..

Tapi ternyata kau perenang yang paling payah
Menundukkan wajahmu ke dalam air saja kau tak mau
Kau hanya ingin riak itu tetap ada dan bertalu

Jadi kubungkus saja bajuku
dengan ikatan sepi yang tak lagi merindu
Kubalikkan badan dengan tetap bisu
Mataku tak mau lagi menangkap riak panggilanmu
Kulitku kelu, beku dengan dingin yang tanpa haru

Ah, tapi kemarin angin memberi kabar padaku
Kau kembali masuk dalam gua imitasimu!

✔ Standar Integritas & Transparansi Opini SKK Ganto UNP

Setiap karya tulisan, kolom, dan opini yang diterbitkan merupakan pandangan orisinal penulis serta telah melalui proses kurasi dan penyuntingan redaksi sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Nila Oktami
Penulis • Kolumnis / Opini

Penulis Opini / Kolumnis

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

8 + 4 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.