Feature

Mahaga Budaya Indonesia

Oleh:
Penulis Opini / Kolumnis
📅 Sabtu, 17 Mei 2014 12:48 WIB • 👁 1.480 Pembaca

Berjanji akan menjaga dan melestarikan budaya disetiap ribuan kebudayaan yang ada di Indonesia melalui ILMIBSI. Itulah ikrar kami.

Ini adalah perjalanan jutaan kilometer saya dan Nita Yeni Asmara selama lima hari disebuah Universitas di Kalimantan Timur. Diawali dengan keberangkatan kami meninggalkan Sumatera Barat, perjalanan dinas ini sungguh mengesankan. Menempuh 4 jam perjalanan udara selanjutnya perjalanan darat selama 3 jam hingga akhirnya kami bisa menapakkan kaki di Pulau Kalimantan demi misi kebudayaan.

Saat siang menyapa kami tiba di bandara Sepinggang, Balikpapan. Menghubungi panitia ILMIBSI dari Universitas Mulawarman merupakan langkah pertama sesaat setelah kami sampai bandara. Kami disambut hangat dan dibimbing menuju kota Samarinda yang nantinya akan menjadi tempat pelaksanaan Kongres ILMIBSI ke-VI. Perasaan harus luar biasa merasuki kami tatkala mahasiswa dari universitas lain di Indonesia turut menyambut kedatangan kami. Di bawah sebuah payung bernama ILMIBSI, kami dari Sumatera, Jawa, dan Kalimantan dipersatukan.

Mengemban tugas mulia sebagai delegasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari 10 universitas, agenda pertama kami pada hari itu adalah menyaksikan berbagai penampilan seni kebudayaan, salah satunya penampilan suku dayak. Alangkah mengagumkan penampilan seni tersebut. Tak hanya kami yang terpikat oleh penampilan kekayaan kebudayaan Indonesia ini, mahasiswa-mahasiswa Universitas Mulawarman selaku tuan rumah juga terpesona dengan penampilan seni tersebut. Seusai penampilan seni, seminar bahasa dan budaya menjadi agenda kami selanjutnya.

Memasuki hari kedua, kami tiba pada agenda terpenting kongres ke-VI ILMIBSI ini yang bertema Mahaga Budayayang dalam bahasa Kutai berarti menjaga budaya. Tak peduli berapa jam yang telah kami habiskan, tujuan kami hanya satu yakni menyelesaikan pembahasan AD/ART dan GBHK untuk kengurusan periode selanjutnya. Kami juga berhasil memilih Ketua Koordinator Pusat (Korpus) dan Wakil Ketua Koordinator Pusat (Wakorpus) periode 2014. Dengan terpilihnya BEM UGM sebagai Korpus dan SENAT UNIMED sebagai Wakorpus, bersama kami akan melakukan yang terbaik demi menjaga dan melestarikan kebudayaan Indonesia.

Khusus bagi UNP, mengikuti agenda ILMIBSI ini bukanlah kali yang pertama. Jauh sebelumnya kedua lembaga Fakultas Bahasa dan Seni, BEM dan Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM), telah bergabung menjadi anggota ILMIBSI. Bahkan BEM FBS UNP ditunjuk sebagai koordinator wilayah I selama dua tahun berturut-turut.

Mendekati penghujung kongres, seluruh peserta berkunjung ke kampung Pampang. Kampung ini merupakan pusat perkampungan asli suku Dayak. Masyarakat di sini memelihara kebudayaan dan tradisi mereka dengan sangat baik. Jangan merasa heran jika melihat banyak orang yang bertelinga panjang serta anak-anak yang memakai seragam kebudayaan Dayak di sini. Rumah adat Dayak yang masih original juga akan menghiasi pemandangan selama penjelajahan ke kampung itu.

Matahari berangsur tenggelam, kami melanjutkan perjalanan ke Islamic Center Samarinda, dan menaiki menara tersebut sampai kelantai lima belas. Dari sinilah kami mulai menikmati kota Samarinda, melihat dengan kedua bola mata mungil yang berbinar seolah-olah menyimpan harapan dan cerita tentang keindahan di setiap sudut-sudut kota yang dipenuhi dengan hutan yang masih alami dan bongkahan batu bara yang siap digarap.

Akhirnya sampailah kami pada momen yang sangat tak diinginkan yakni meninggalkan Kota Samarinda. Tak terasa kami sudah lima hari berada di kota yang kaya akan batu bara dan kayu ini. Satu keyakinan kami ketika itu bahwa perpisahan tersebut bukanlah akhir dari perjalanan untuk menyuarakan kebudayaan Indonesia. Melainkan awal untuk menjaga setiap gugusan anugrah Tuhan yang diwujudkan dalam bentuk seni budaya yang ada.

✔ Standar Integritas & Transparansi Opini SKK Ganto UNP

Setiap karya tulisan, kolom, dan opini yang diterbitkan merupakan pandangan orisinal penulis serta telah melalui proses kurasi dan penyuntingan redaksi sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Suryadi
Penulis • Kolumnis / Opini

Penulis Opini / Kolumnis

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

8 + 5 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.