Sebagai salah satu institusi perguruan tinggi negeri di Sumbar, Universitas Negeri Padang (UNP) memiliki beberapa kampus cabang yang tersebar di beberapa daerah di Sumatra Barat, Seperti Limau Manih, Bandar Buat, Lubuk Buaya, Bukittinggi, dan Sawahlunto. Terfokus pada kampus cabang UNP yang terdapat di Sawahlunto, kampus tersebut berdiri dilatarbelakangi oleh bentuk kerjasama Pemerintahan Daerah (PEMDA) Sawahlunto yang dilakukan dengan UNP. Bagaimana koordinasi UNP khususnya Fakultas Teknik (FT) terhadap kampus cabang yang berada di Sawahlunto tersebut? Ikuti wawancara reporter Ganto, Novarina Tamril dan Sri Gusmurdiah bersama Dekan Fakultas Teknik, Prof. Dr. Ganefri, M.Pd., Ph.D.
1. Apa yang melatar belakangi kampus cabang Sawahlunto didirikan?
Kampus cabang yang terdapat di Sawahlunto merupakan salah satu syarat untuk mendirikan Akademi Komunitas (AK) yang bernama Program Studi di Luar Domisili (PDD). PDD berdiri dilatarbelakangi oleh kerja sama PEMDA dengan UNP. PDD tersebut merupakan program studi diploma.
2. Apa tujuan didirikannya PDD ?
Tujuan didirikannya PDD adalah untuk membantu masyarakat agar tidak putus sekolah setelah SMA. Dengan adanya PDD, masyarakat dapat kuliah satu tahun sebelum mereka bekerja. Jadi, PDD dirancang khusus untuk mempersiapkan generasi yang siap menghadapi dunia kerja. Saat ini PDD kita ada di Sawahlunto dan Pariaman. Di Sawahlunto ada jurusan Teknik Pertambangan dan Otomototif, dengan jumlah mahasiswa sekitar 60 orang sedangkan di Pariaman ada jurusan Perhotelan dan Rekayasa Perangkat Lunak dengan jumlah mahasiswa sebanyak 80 orang.
3. Seperti apa jalinan koordinasi antara kampus pusat dengan kampus cabang?
Koordinasi yang dilakukan berupa pemberian kepercayaan kepada ketua koordinasi. Yang mana kepengurusannya dibedakan dari kampus pusat (FT). Tujuannya agar tidak mengganggu kegiatan di kampus pusat. Selain itu bentuk koordinasi yang dilakukan berupa pengiriman tenaga dosennya dari kampus pusat ke PDD. Sedangkan untuk tenaga dosen dari PEMDA juga dilibatkan dalam kegiatan ini.
4. Bagaimana dengan kelengkapan sarana dan prasarana disana?
Mahasiswa yang berada dalam PDD ini memiliki bantuan dana yang cukup besar dari PEMDA sehingga mereka membayar uang kuliah lebih murah. Mereka memiliki fasilitas yang memadai, mereka memiliki labor bawah tanah sendiri. Bahkan mahasiswa Jurusan Pertambangan FT UNP untuk melakukan praktek datang kesana. Selain itu mahasiswa PDD juga memiliki unit kegiatan mahasiswa sendiri sehingga segala kegiatan diusahakan full disana. Jika ada yang mengatakan mahasiswa PDD kekurangan sarana dan prasarana, saya kira justru kebalikannya. Malahan mahasiswa PDD memiliki sarana dan prasarana yang melebihi kampus pusat (FT). Untuk Pembangunan sarana dan prasarana untuk kampus PDD tergantung pada bantuan dana dari PEMDA Sawahlunto itu sendiri.
5. Harapan terhadap Mahasiswa Program Studi Diluar Domisili (PDD)?
Saya berharapdukungan dari PEMDA.Sama-sama menjaga kualitas agar mendapatkan input yang lebih baik.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!