Laporan Utama

Upaya di Balik Kreativitas Mahasiswa Kampus Cabang

Penulis Opini / Kolumnis
📅 Rabu, 14 Mei 2014 20:03 WIB • 👁 1.239 Pembaca

"Persoalan dana dan partisipasi mahasiswa turut mempengaruhi pengembangan kreativitas mahasiswa kampus cabang."

Sore itu, Kampus Pendidikan Luar Biasa (PLB) masih tampak ramai. Teriakan beberapa orang mahasiswa menjadi hiasan tersendiri di kampus yang terletak di daerah Limau Manih itu. Sesekali sebuah bola voli melayang di udara, lalu turun, melayang lagi dan jatuh. Seketika terdengar teriakan yang diiringi tepuk tangan dari penonton yang berada di pinggir lapangan. Begitulah sekilas keramaian sore itu. Sore yang dimanfaatkan para pengurus Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) PLB untuk meningkatkan keakraban antar sesama anggota. Hasbi Mursida, ketua HMJ PLB mengatakan kegiatan ini dilakukan untuk mendekatkan antar pengurus sekaligus untuk mengusir kebosanan dan stres yang melanda. "Ini hanya sekedar hiburan," ujarnya. Kamis (20/3).

Hasbi, ketua HMJ yang terpilih pada November 2013 lalu mengatakan bahwa selama lima bulan kepengurusannya beberapa acara kemahasiswaan telah berhasil diselenggarakan seperti Bakti Sosial Mahasiswa (BSM), Hari Disabilitas Internasional (HDI), dan lainnya. Menurut Hasbi, penyelenggaraan suatu acara oleh HMJ PLB merupakan wujud dari animo mahasiswa kampus Unit Pembantu Pusat (UPP) IV Limau Manih yang besar dan sangat antusias dalam mendukung pengadaan suatu kegiatan. Namun dibalik respon mahasiswa yang tinggi bukan berarti panitia berjalan tanpa banyak tantangan, salah satu tantangan tersebut adalah pendanaan. Hasbi mengatakan dalam mengangkat suatu acara di PLB, kekurangan dana masihmenjadi permasalahan utama. Walaupun demikian Hasbi beserta anggota tidak pernah putus akal. Demi terwujudnya aspirasi mahasiswa mengenai penyelenggaraan acara di kampus cabang, ia pun menetapkan insert kepada mahasiswa PLB. Selain itu, untuk dana tambahan ia berusaha mencari sponsor dari luar untuk mendukung acara yang diadakannya. Sisa dana penyelenggaraan dimasukan ke kas HMJ dan dijadikan modal untuk acara selanjutnya. "Berpandai-pandai dalam managamen dana," ungkapnya sambil memainkan kunci motor yang sedari tadi berada ditangannya.

Tidak berbeda jauh dengan yang dialami HMJ PLB, HMJ Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Cabang UPP III Bandar Buat merasakan kesulitan dalam mengajukan dana pengadaan kegiatan. Sekretaris HMJ, Nurul Halimah mengatakan jika ingin mendapatkan dana, pihaknya harus mengantar proposal terlebih dahulu ke kampus pusat dengan melewati tahap yang panjang dan proses yang lama. Untuk mengatasi keadaan ini, Nurul beserta anggota memilih berusaha mencari sponsor dengan cara mengajukan proposal bantuan dana. "Jalan inilah yang kami pilih," ujarnya.

Selain kendala dari segi pendanaan, Nurul juga merasakan kurangnya partispasi dari mahasiswa terhadap kegiatan yang diadakan. Namun, untuk mengatasi permasalahan tersebut, Nurul beserta panitia lainnya melakukan sosialisasi acara kepada mahasiswa melalui pamlet serta datang secara lansung ke lokal perkuliahan mahasiswa. "Agar mahasiswa ikut andil dalam acara tersebut," ujarnya lagi.

Usaha Nurul beserta panitia lainnya bersambut, pasalnya mahasiswa kampus PGSD cabang UPP III Bandar Buat memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang berhasil diselenggarakan. Meri Rahmayati, mahasiswaa PGSD TM 2011 merasa sangat terhibur dengan kegiatan yang pernah ada di kampus cabang, apalagi bidang kesenian. Ia merasa untuk bidang seni, kampus tempat ia menggali ilmu tidak kekurangan sama sekali. Meri berharap semoga kegiatan di kampus cabang semakin bertambah. "Semoga ini bisa diwujudkan," harapnya, Jumat (4/4).

Bicara mengenai kreativitas, Mahasiswa Kampus V UNP Bukittinggi Prodi Psikologi juga tidak mau ketinggalan. Hal ini terlihat dari terbentuknya komunitas baru di kampus yang terletak di Kota Bukittinggi, salah satunya club fotografi. Selain itu komunitas yang sempat vakum seperti komunitas katarsis dan perkusi sudah mulai aktif kembali, hal ini diungkapkan oleh ketua Himpunan mahasiswa (HMJ) Psikologi, Yulianto Hadi Pramono. "Semoga lahirnya komunitas kreatif di sini semakin menguatkan respon positif di kampus ini," ujarnya. Rabu (5/4).

Namun keikutsertaan serta sikap antuasias mahasiswa dalam berkreativitas menjadi salah satu kendala bagi mahasiswa yang berkuliah di Kampus II UNP Lubuk buaya. Pasalnya sekretariat kampus pendidikan Olahraga itu telah pindah ke kampus pusat UNP yang terletak di Air tawar, sehingga menyebabkan mahasiswa yang berkegiatan di Lubuk Buaya tidak merasakan lagi aktivitas HMJ sebagaimana biasanya. Hal ini di ungkapkan oleh Muhammad Reza, mahasiswa Pendidikan Olahraga TM 2011. Menurut Reza, Ia tidak pernah melihat penyelenggaraan sebuah acara semenjak masuk ke kampus PO lubuk buaya. "Saya tidak pernah melihat sekalipun," ujarnya.

Menanggapi hal ini, Mauluddin selaku ketua HMJ PO mengatakan bahwa sebenarnya kegiatan mahasiswa di kampus PO cukup banyak, hanya saja kegiatan tersebut terfokus pada bidang olahraga saja. Mauluddin mengeluhkan kurangnya minat mahasiswa pendidikan olahraga dalam beroganisasi serta menyampaikan berbagai aspirasinya kepada HMJ. "Padahal HMJ siap menampung banyak aspirasi mahasiswa," keluhnya. Sabtu (5/4). Lebih lanjut Mauluddin berharap agar mahasiswa PO bisa menyadari akan pentingnya sebuah organisasi, karena organisasi salah satu wadah yang akan melahirkan genarasi yang berguna bagi masa depan. Laporan Kru SKK Ganto

✔ Standar Integritas & Transparansi Opini SKK Ganto UNP

Setiap karya tulisan, kolom, dan opini yang diterbitkan merupakan pandangan orisinal penulis serta telah melalui proses kurasi dan penyuntingan redaksi sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Wahida Nia Elfiza dan Meri Susanti
Penulis • Kolumnis / Opini

Penulis Opini / Kolumnis

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

7 + 4 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.