Puisi

Guru Mati

Penulis Opini / Kolumnis
📅 Rabu, 14 Mei 2014 17:06 WIB • 👁 1.153 Pembaca

Tajam dan jahat

Gelap mata mengharap purnama di langit siang

Ia melangkah, berisik, cepat, dan berat

Menapak ubin dengan sepucuk api

"Dor"

Satu jatuh

Kesakitan, lalu mati

Yang lain memekik dan berlari

"Dor"

Satu wanita jatuh, bersimbah darah, tak berdenyut

Dia mati,

Mereka yang lain mati

Aku sendiri

Menanti

Ia hujamkan api di ujung tengkorakku

Langit ku mendadak putih

Aku di surga

Melihat guru menembak dirinya

Dan mati

Tapi ia di Jahannam

✔ Standar Integritas & Transparansi Opini SKK Ganto UNP

Setiap karya tulisan, kolom, dan opini yang diterbitkan merupakan pandangan orisinal penulis serta telah melalui proses kurasi dan penyuntingan redaksi sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Doni Fahrizal
Penulis • Kolumnis / Opini

Penulis Opini / Kolumnis

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

8 + 1 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.