Nelangsa memang
Ketika harap tak kian berbuah
BACA JUGA:
Kenyataan Pahit Negeri IniMembusuk di relung akar nan perlahan mati
Bertengger bersama ulat bulu
BACA JUGA:
Pada Hari yang MengingatBerkalbu di sudut petang tanpa arti
Risau tak kunjung terjamah oleh waktu
Sipit itu tak jua peka
Akan rasa yang melalangbuana tak berarah
Padahal, namanya tertumpu di usus-usus otak
Menghimpit memori nyata
Mengusik setiap serambi otak kanan
Sayang, ia begitu acuh...
Mungkin tak mengerti atau memang tak ingin mengerti...
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!