Tersirat harap dalam lubuk yang tak mudah terungkap
Terbingkai oleh sajadah dan tawadhu’ kerendah hati
Kudengar nada-nada syahdu yang menggetarkan kalbu
Terkadang terasa menusuk
Tapi,,,
Terselip namaku di antara helaan nafasnya
Kini…
aku tersentak…
meraung di antara kabut yang bergumpal
menapaki jalan yang tak berujung
Terjal …. Berputar…. Menggelinding
Bersama jiwa yang masih rapuh tuk menghantam fatamorgana
Kerdil,,
Bagaikan bonsai
Merangkai diari tanpa makna…
Hingga kupetik ibrah dari embun dua pertiga malam ini
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!