Laporan Utama

Tiga Kunci Sukses E-Learning

Penulis Opini / Kolumnis
📅 Minggu, 29 Desember 2013 11:15 WIB • 👁 1.745 Pembaca

Dengung e-learning sebenarnya telah terdengar walau masih samar-samar semenjak tampuk kepemimpinan masih dilakoni oleh Prof. Z. Mawardi. Mulai dari upaya persuasif antar pertemuan dosen sampai pengangkatan acara seminar nasional bertemakan e-learning. Namun usaha-usaha tersebut masih belum menghasilkan keputusan penerapan dan eksistensi e-learning di tengah sivitas akademika UNP masih sayup-sayup sampai. Apalagi gempa 2009 sempat mengoncang ketegaran tanah minang, sehingga dampak yang ditimbulkan dari itu UNP mengalami kerusakan parah terlebih dilihat dari segi infrastruktur kampus. Seperti rusaknya beberapa bangunan yang berada di area kampus sampai permasalahan jaringan Wi-Fi, yang pastinya menjadi komponen yang penting dalam menggerakan sistem pembelajaran e-learning di UNP.

Kini, usaha menuju e-learning itu telah ditata dan mulai terlaksana. Hal ini dilakukan dari segi perbaikan fisik maupun non fisik. Perbaikan non fisik misalnya, beberapa waktu lalu pihak universitas telah mengirim 18 orang dosen ke Nanyang Politechnic Internasional (NYPi) di Singapura dalam rangka mengikuti pelatihan e-learning. Setelah itu disusul dengan pengiriman pembantu dekan I masing-masing fakultas untuk mengikuti pelatihan dalam bidang yang sama di ITB. Serta mengutus tiga orang staf Pusat Komputer (puskom) UNP untuk mengikuti training mengenai pengelolaan e-learning ini.

Kiprah e-learning sebagai sistem pembelajaran ditengah sivitas akademika UNP masih terasa lemah. Hal ini terlihat dari masih mahasiswa yang belum mengetahui perihal e-learning. Jangankan memahami e-learning, mendengar istilah e-learning saja belum pernah. Sehingga banyak alasan yang terucap masih kurang sosialisasi mengenal hal sistem pembelajaran ini. Selain itu penerapan e-learning yang belum maksimal juga terlihat dari kuantitas dosen yang menerapkan e-learning pada mata kuliah tertentu masih bisa dihitung dengan jari. Seperti dosen dari Jurusan Bahasa Inggris yang menerapkan e-learning pada mata kuliah english languange teaching, dosen Teknik Informatika pada mata kuliah Analisis dan Desain Jaringan, dan Teknologi Pembelajaran, Jaringan Komunikasi dan Data, Elektonika Komputer serta dosen Pendidikan Luar Biasa pada mata kuliah Ortopedagogik Kelainan Majemuk.

Sebagai pemimpin prodi yang beberapa dosennya telah berinisiatif menggunakan IT sebagai penunjang sukses pembelajarannya Ahmadul Hadi, S.Pd., M.Kom. pun angkat bicara. Menurutnya ada tiga point pembawa kesuksesan yakni perlu aturan yang tegas, sosialisasi yang bagus serta sikap konsisten universitas dalam menerapkan e-learning di UNP.

Pukul 15.00 WIB menjadi saksi perjalanan reporter SKK Ganto Meri Susanti menuju Prodi Pendidikan Teknik Informatika. Perjalanan tersebut bukanlah tanpa makna, namun dengan tujuan untuk mewawancarai seorang narasumber nomor satu di prodi itu, yaitu Ahmadul Hadi,S.Pd.M.Kom. Ketika sampai di tujuan ternyata narasumber yang dicari tidak ada di tempat. Setelah dikonfirmasi, ternyata narasumber sedang berada di luar untuk makan siang. Akhirnya reporter pun memutuskan untuk menunggu.

Selang beberapa menit kemudian, dari kejauhan nampak sosok narasumber yang di cari. Setelah mendekat, Reporter Ganto pun menyampaikan maksud dan tujuannya menemui narasumber. Dengan anggukan yang pasti narasumber pun setuju dengan permintaan reporter tetapi dengan syarat, wawancara dilakukan setelah ia selesai membimbing dua mahasiswa tingkat akhir yang sedari tadi menunggunya.

Tidak membutuhkan waktu lama, tibalah saatnya giliran reporter Ganto bertemu dengan narasumber. Di ruangan ketua Prodi Pendidikan Teknik Informatika ini, wawancara pun dimulai. Berikut hasil wawancara Meri Susanti dengan Ahmadul Hadi,S.Pd.M.Kom.


Apa itu e-learning?
E-learning adalah pembelajaran mengunakan elektronik sistem dengan teknik informasi.
Pengertian e-learning yang telah dibangun dan akan dikembangkan oleh UNP yaitu elearning.unp.ac.id. E-learning tersebut adalah sistem pembelajaran berbasis IT yang disingkronkan dengan sistem portal UNP.

Apa dampak positif dari penerapan sistem pembelajaran e-learning?
Dengan adanya e-learning pembelajaran mahasiswa tidak terbatas oleh waktu, tempat, dan berbagai kendala lainnya yang biasa ditemui ketika pembelajaran tatap muka langsung. E-learning akan membiasakan mahasiswa dalam menggunakan tekonologi yang semakin canggih. Dan dengan e-learning juga akan membuka pikiran mahasiswa untuk peduli terhadap perkembangan teknologi. Sehingga tidak akan ada lagi generasi yang gagap teknologi.

Sejak kapan sistem pembelajaran e-learningditerapkan di Prodi Pendidikan Teknik Informatika?
Sebenarnya sistem pembelajaran e-learning ini belum sepenuhnya diterapkan di Teknik Informatika, sejauh ini hanya sebatas inisiatif dosen saja menggunakan IT sebagai penunjang suksesnya pembelajaran.

Bagaimanakah perkembangan penerapan e-learning di prodi ini?
Kami belum menggunakan e-learning seperti yang telah di galakan oleh UNP. Dalam hal ini Prodi Informatika belum mengunakan secara penuh, dengan kata lain masih bersifat Blended learning. Blended learning adalah sebuah istilah mengkombinasikan sistem pembelajaran kovensional dengan pembelajaran berbasis elektronik.
Untuk mata kuliah saya dengan beberapa dosen lainnya, kami baru hanya menggunakan konten, seperti blog. Kami mewajibkan mahasiswa membuat blog dalam rangka membiasakan mahasiswa mengisi konten di internet. Setelah itu tugas-tugas berupa artikel yang telah dibuat oleh mahasiswa di-upload di internet. Hal ini bermanfaat sekali bagi masyarakat luas. Sistem seperti inilah yang digunakan oleh prodi Pendidikan Teknik Informatika.

Seperti apa peranan dosen dalam menerapkan e-learning di Prodi Pendidikan Teknik Informatika?
Untuk sekarang, hanya beberapa dosen saja yang berinisiatif menerapkan pembelajaran berbasis IT ini. Padahal sistem pembelajaran yang diharapkan UNP adalah digunakan oleh seluruh dosen pada semua mata kuliah. Namun di prodi ini, e-learning masih bersifat suplemen atau tambahan, seperti dosen hanya mengupload materi, mengupload bahan ujian dan sejenisnya. Sedangkan sistem pembelajaran tatap muka seperti biasa masih tetap dilaksanakan.

Bagaimana penerapan e-learning oleh mahasiswa di Prodi Pendidikan Teknik Informatika?
Program studi Teknik Informatika memang harus membiasakan mahasiswanya dengan sistem yang berhubungan dengan bidang informatika. Untuk itu penerapan e-learning di prodi ini tidak masalah karena dunia mahasiswa Teknik Informatika sudah familiar dengan sistem elektronik .

Apakah ada aturan tentang penerapan sistem e-learningdi prodi ini?

Belum ada, kami berpatokan kepada UNP secara penuh. Jika UNP telah menerapkan secara penuh, kami juga akan mengikuti. Sehingga sekarang ini e-learning masih bersifat tambahan saja.

Bagaimana respon para dosen dalam menanggapi penerapan sistem e-learning?

Respon dosen dalam menanggapi penerapan sistem e-learning lumayan terbuka. Karena dosen-dosen di prodi ini memang membutuhkan sistem tersebut untuk mengupload materi pemebelajaran, bahan ujian dan yang lainnya. Seandainya sistem ini diimplementasikan, maka para dosen berharap ada pengakuan sistem kredit pertemuan. Misalnya dalam 16 kali pertemuan, berapa kali kredit pertemuan dengan sistem e-learning. Kejelasan seperti itu bisa memotivasi dosen mengunakan sistem pembelajarang e-learning.


Apa kendala yang dihadapi dalam menerapkan sistem pembelajaran e-learning?
Kendala dalam menerapkan sistem pembelajaran e-learning ini adalah masih ditemukan beberapa dosen yang belum melaksanakan atau menggunakan sistem pembelajaran berbasis IT ini. Karena penerapan ini masih bersifat inisiatif. Jika dilihat dari fasilitas pendukung, kendala dalam menerapkan e-learning tidak ada. Di jurusan Elektonika, ruang untuk teori rungan pratikum Laboratorium telah siap. Sacara infrastuktur Informatika telah siap.

Bagaimana pandangan anda terhadap kesiapan UNP dalam menerapkan e-learning?
Jika dilihat dari segi kesiapan secara teknis UNP terbilang siap. Hal ini dilihat dari kapasitas bandwidth UNP. UNPtelah masuk kedalam lembaga yang mempunyai kapasitas bandwidth terbesar di Sumatera Barat. Selain itu kesiapan dari segi perangkat pembelajaran telah cukup mendukung. Berjalannya IDB selama 2 tahun ini telah menghasilkan banyak sekali perangkat pembelajaran, tinggal di upload. Saya rasa UNP sudah siap.

Apakah Sumber Daya dosen telah mampu untuk menerapkan e-learning ini?
Teknologi akan meninggalkan kita bila kita tak mengikutinya. Oleh sebab itu, dosen jangan hanya mengandalkan apa yang diketahui saja.

Belajar itu penting, tidak terbatas usia. Jika kita semua ingin mengendalikan sistem ini maka semua komponen harus mempelajarinya. Para dosen akan diikutkan dalam pelatihan e-learning. Begitu juga dengan mahasiswa. Sedangkan pihak birokrat UNP harus lebih giat lagi melakukan sosialisasinya terhadap dosen maupun mahasiswa.

Apa yang anda harapkan dari penerapan e-learningkedepannya?
Pertama saya mengharapkan UNP mempuyai aturan yang jelas dalam menerapkan sistem pembelajaran ini, salah satunya aturan kredit pertemuan menggunakan e-learning. Kedua saya mengharapkan agar e-learning ini di kenal oleh seluruh civitas akademika UNP. Selian itu di adakan juga ada sosialisasi yang bagus seperti pelatihan pengunaan e-learning, mengakses materi pembelajaran, uji coba ujian secara online, dan hal lainnya. Ketiga adalah sikap konsisten terhadap penerapan e-learning. Jika tiga poin ini dilaksanakan maka dapat dipastikan UNP akan suskses dalam pelaksanaannya nanti.

✔ Standar Integritas & Transparansi Opini SKK Ganto UNP

Setiap karya tulisan, kolom, dan opini yang diterbitkan merupakan pandangan orisinal penulis serta telah melalui proses kurasi dan penyuntingan redaksi sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Meri Susanti
Penulis • Kolumnis / Opini

Penulis Opini / Kolumnis

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

6 + 1 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.