Laporan Utama

UNP Menuju E-Learning

Penulis Opini / Kolumnis
📅 Minggu, 29 Desember 2013 10:58 WIB • 👁 7.705 Pembaca

Melalui sebuah penerapan sistem pembelajaran e-learning diharapkan input yang profesional dan output yang berkualitas.

Guratan kecemasan terlihat jelas dari wajah Suci Ramdayani. Sesekali jari telunjuk Suci sibuk mengarahkan kursor dan mengklik tulisan "try again" yang sedari tadi muncul di layar laptopnya. Memang, ini merupakan situasi yang tidak diharapkan Mahasiswa Pendidikan Luar Biasa (PLB) TM 2012 Ini. Pasalnya hari itu Suci harus melaksanakan ujian Ortopedagogik Kelainan Majemuk secara online. Berharap Wireless Fidelity (Wi-Fi) kampus bisa memfasilitasinya dalam ujian, tetapi kenyataan berbicara lain jaringan internet kampus cabang tempat Suci kuliah mengalami masalah.

Berselang waktu kemudian, Suci berinisiatif untuk pergi ke warung intenet (warnet) yang terletak tidak begitu jauh dari kampus. Membuka situs www.e-learning.unp.ac.id adalah hal yang pertama kali dilakukan Suci, menunggu beberapa detik kemudian muncul halaman e-learning UNP di layar datar komputer warnet. Suci pun memasukkan NIM dan pasword miliknya. Dengan memilih mata kuliah Ortopedagogik Kelainan Majemuk dan judul ujian yang telah diberitahukan dosen sebelumnya, Suci pun memulai ujiannya. Setelah menjawab semua soal ujian, Suci pun mengklik submit untuk menyimpan semua jawaban yang telah ia berikan. Dan sampailah Suci pada tahap terakhir yaitu mengklik finish. Tidak perlu waktu lama untuk Suci melihat hasil ujiannya, beberapa detik kemudian, nilai ujian Suci keluar. "Alhamdulillah nilai saya memuaskan," Suci girang. Kamis (12/12).

Pemanfaatan e-learning sebagai sistem pembelajaran yang berbasis IT ini, juga dialami oleh Irwan Rusda, Mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika TM 2011. Hari itu dosen Irwan yang mengajar mata kuliah Analisis dan Desain Jaringan tidak masuk karena terkendala sebuah urusan penting. Dosen Irwan pun meninggalkan pesan untuk mengunduh modul pembelajaran yang telah diupload di website e-learning. Irwan dan teman sekelasnya diminta untuk mempelajari modul tersebut, tidak hanya itu saja, dosen Irwan juga meminta mahasiswanya untuk mengerjakan tugas yang berkaitan dengan materi yang dipelajari dan lansung diupload di website e-learning kembali. Tidak menunda-nunda waktu lagi, Irwan pun melaksanakan pesan dosennya tersebut, ia membuka situs www.e-learning.unp.ac.id, setelah halaman berikutnya keluar, Irwan memasukkan NIM dan pasword-nya. Namun sungguh disayangkan, ternyata pasword Irwan salah dan ia tidak bisa masuk ke halaman e-learning berikutnya. Melihat hal ini Irwan lansung membuka portal UNP dan mengganti pasword-nya di halaman portal terlebih dahulu, setelah itu, barulah Irwan kembali ke halaman e-learning dan memasukkan pasword barunya. Usaha Irwan tidak sia-sia, ia pun berhasil masuk dan bisa men-dwonload modul pembelajaran yang telah di-upload dosennya.

Setelah selesai mempelajari modul pembelajaran yang telah di-download-nya, Irwan pun segera mengerjakan tugas sebagaimana pesan dosennya. Beberapa jam kemudian, Irwan kembali masuk ke halaman e-learning untuk meng-upload tugas yang telah selesai ia kerjakan. Untuk meng-upload tugas, Irwan harus membuka halaman baru terlebih dahulu setelah itu dengan mudah tugas Analisis dan Desain Jaringan sukses terkirim.

Menurut Irwan mengumpulkan tugas melalui e-learning sangat mudah dan efektif karena perihal tugas, Wi-Fi kampus pusat lebih ringan untuk mengaksesnya dibandingkan mengirim tugas melalui e-mail. Namun Irwan berharap untuk tampilan e-learning hendaknya disempurnakan lagi sepertifacebook. Facebook mempunyai fasilitas chatting yang bagus, dengan menekan tombol enter tugas yang dikirim melalui fasilitas chatting lansung terkirim tanpa harus membuka halaman baru terlebih dahulu. Selain itu ia juga berharap e-learning juga memiliki fasilitas webcam, agar para dosen bisa langsung mengkondisikan mahasiswa di depan komputer pada jam yang sama. Sehingga antara dosen dan mahasiswa seolah-olah seperti bertatap muka secara lansung. "Ini akan semakin lebih baik," sarannya,Rabu/(11/12).

Keefektifan yang dirasakan Irwan juga dialami oleh Havid Ardi, dosen Pendidikan Bahasa Inggris. Ia mengatakan pada beberapa mata kuliah, E-Learning merupakan sistem pembelajaran yang membantu mahasiswa untuk mengeluarkan kemampuannya tanpa dibatasi waktu maupun faktor penghambat lainnya, seperti pada mata kuliah speaking. Menurut pengamatan Hardi pada mata kuliah yang membutuhkan kemampuan berbicara ini, banyak mahasiswa yang memberikan komentar terhadap materi pelajaran dibandingkan dengan sistem pembelajaran tatap muka. "Mereka bebas bicara, dan saling berkomentar," ungkapnya.

Namun, kendala dalam penggunaan e-learning sekaligus penyebab kurangnya penerapan e-leaning oleh para dosen adalah penyedian materi dan rancangan aktivitas belajar, cukup memakan banyak waktu. Apalagi dalam sistem pembelajaran e-learning dosen harus memilih media pembelajaran yang memiliki kapasitas yang tepat "Pada e-learning kapasitas media pembelajaran hanya bisa 2 mega byte," ujarnya lagi.

E-learning Butuh Sosialisasi
Penerapan sistem pembelajaran e-learning memang masih belum merata di UNP. Hal ini menyebabkan masih banyak dari kalangan mahasiswa yang tidak mengetahui seluk-beluk mengenai e-learning. Engla Devitawati misalnya, mahasiswa yang tengah menimba ilmu di Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini TM 2011 ini mengaku jangankan untuk menggunakan e-learning, mendengar istilah e-learning saja, Engla belum pernah.

Ketidaktahuan mengenai e-learning tidak hanya dialami oleh Engla saja, Novrika Rianti, Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia TM 2012 mengaku juga belum pernah mendengar istilah e-learning sama sekali. Novrika beralasan baik dari pihak dosen maupun jurusan belum pernah menyinggung mengenai e-learning sebelumnya. "Jadi saya tidak mengetahui perihal itu," ujar Novrika. Kamis. (13/12).

Tidak berbeda jauh dengan Engla dan Novrika, Ainul Nadra, Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial (FIS) ini terlihat agak bingung ketika ditanya megenai e-learning. Walaupun ia sendiri pernah mendengar istilah e-learning dari mulut dosen yang mengajarnya pada awal perkuliahan, namun sampai sekarang belum ada realisasi dari sistem pembelajaran ini. Sehingga pemahaman lebih lanjut mengenai e-learning melalui sebuah praktek kurang didapatkan. "Sosialisasi dengan realisasi perlu dilakukan," harap Ainul. Senin (9/12).

Harapan Ainul senada dengan Hasnan Fiqri Mahasiswa Jurusan Teknik Pertambangan S1 TM 2011, ia mengatakan bahwa penerapan e-learning di UNP masih kurang jelas. Perlu diadakan sosialisasi lebih lanjut. Tidak hanya sebatas jejaring sosial, sistem pembelajaran e-learning perlu disosialisasikan secara langsung di setiap fakultas. Karena masih banyak mahasiswa yang tidak tahu tentang e-learning ini. Selain itu mahasiswa juga tidak tahu bagaimana cara penggunaan aplikasi-aplikasi yang ada serta mengakses sistem e-learning. "Mahasiswa butuh pengetahuan dasar tentang e-learning," ungkap Hasnan. Selasa (10/12).

Perjalanan Menuju E-learning
Hasnan Fiqri, tengah membaca informasi mengenai e-learning yang telah di post pada sebuah grup Teknik Pertambangan UNP. Dari grup itu, Hasnan memperoleh informasi bahwa e-learning akan segera diterapkan secara menyeluruh di Universitas Negeri Padang. sebelumnya, Hasnan sendiri telah mengetahui akan diterapkannya e-learning di Jurusan Pertambangan. Namun untuk waktu pasti penerapan sistem pembelajaran e-learning belum diketahuinya secara jelas.

Begitu juga dengan Septijar Tasfi Mahasiswa Jurusan Teknik Pertambangan S1 TM 2011. Siang itu, disela- sela proses perkuliahan Drs. Bambang Heriyadi, M.T, dosen mata kuliah yang tengah di ambil Septijar semester ini sekaligus ketua Jurusan Pertambangan, menyinggung perihal sistem pembelajaran yang akan diterapkan di Jurusan Pertambangan yaitu e-learning. Namun mahasiswa perlu bersabar karena penerapan sistem ini belum bisa dipastikan waktunya. Mendengar informasi mengenai e-learning Septijar merasa senang karena dengan adanya sistem e-learning ini akan menambah semangat bagi mahasiswa Tambang. "Terkhususnya saya dalam menjalankan perkuliahan," ujarnya.Kamis (12/12).

Menanggapi waktu penerapan e-learning di UNP, Pembantu Rektor I, Prof. Dr. Agus Irianto mengatakan penerapan sistem pembelajaran ini tidak bisa buru-buru, semuanya harus dipersiapkan secara matang, dan dilaksanakan selangkah demi selangkah. Peninjauan dari segi kualitas dosen, kesiapan mahasiswa serta sarana dan prasarana yang mendukung perlu diperhatikan. Jika dari segi sarana dan prasarana saja yang memadai, sedangkan dosen belum punya kemampuan yang lebih untuk menguasi e-learning. Dan apabila mahasiswa belum bisa menerima sistem pembelajaran ini dengan pikiran terbuka dan skill yang memadai, itu artinya e-learning tidak akan berjalan dengan baik. " Karena tiga komponen ini saling berkaitan erat," ujarnya.

Selain itu ia juga menambahkan menilik dari persiapan yang telah dilakukan universitas, penerapan e-learning akan menjamah hampir disemua fakultas di UNP pada semester depan. Sekarang ini, pihak universitas tengah berupaya dari segi persiapan fisik seperti pembangunan gedung ICT sebagai sarana pendukung penerapan sistem e-learning, perbaikan jaringan Wi-Fi, serta perlengkapan IT lainnya. Selain upaya dari segi fisik, upaya menuju e-learning juga dilakukan dari segi non fisik. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan sumber daya manusia di UNP, seperti beberapa waktu lalu universitas telah mengirim 18 orang dosen ke singapura, mengirim pembantu dekan 1 masing-masing fakultas ke ITB, serta mengirim 3 orang staf puskom untuk mengikuti pelatihan e-learning. Kegiatan ini diharapkan para penegak pendidikan ini bisa menggunakan sistem pembelajaran ini dengan sebaik-baiknya sehingga bisa melahirkan output yang baik dan berkualitas dari sebuah sistem yang mengglobal. "Dengan output yang baik ini, tentunya nama UNP akan lebih dikenal bagus," ungkapnya. Rabu (11/12).


Laporan Kru SKK Ganto

✔ Standar Integritas & Transparansi Opini SKK Ganto UNP

Setiap karya tulisan, kolom, dan opini yang diterbitkan merupakan pandangan orisinal penulis serta telah melalui proses kurasi dan penyuntingan redaksi sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Wahida Nia Elfiza/Meri Susanti
Penulis • Kolumnis / Opini

Penulis Opini / Kolumnis

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

5 + 9 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.