Feature

Lukisan: Tentang Makna dan Pesan

Penulis Opini / Kolumnis
📅 Minggu, 29 Desember 2013 10:34 WIB • 👁 3.697 Pembaca

Jika samurai mengatakan pedang adalah nyawanya, maka pelukis mengatakan cat dan kuas adalah nyawanya.

Banyak orang berkata jika kegeniusan itu ditunjukkan dalam matematika atau pun bidang sains lainnya. Tapi hal itu terpatahkan ketika kanvas-kanvas dengan ribuan warna berpadu menjadi satu. Dalam setiap goresan kuas menyedot perhatian ratusan bola-bola mata. Keindahan tidak bisa digambarkan dengan kata-kata. Ya begitulah lukisan-lukisan para seniman Sumatera Barat ini dinikmati terpampang pada galeri taman budaya pada Minggu Siang awal Desember lalu.

Dinding putih bercorak polos seketika itu menjadi pusat perhatian, manakala lukisan-lukisan di atas kanvas terpampang di sana. Para pengunjung terlihat menikmati sembari terkadang menyentuh atau sekedar mengabadikan diri bersama lukisan yang didekatinya itu. Ukuran besar atau pun kecil tidak menjadi soal, yang penting makna dan pesan tersampaikan.

Kementrian Dinas Budaya dan Pariwisata Sumatera Barat mengadakan sebuah pameran bertajuk "Pameran Seni Rupa dan Fotografi aktivis Taman Budaya Sumatera Barat 2013". Kegiatan pameran di Galeri Taman Budaya ini merupakan salah satu jenis kegiatan dari beberapa kegiatan taman budaya untuk melestarikan kesenian daerah Sumatera Barat. "Jenis kegiatan lainnya banyak seperti pertunjukan, kuliner, lomba layang-layang, seni rupa dan lain sebagainya yang berhubungan dengan seni" ujar Etweldi, seorang pemandu pameran.

Pameran Seni Rupa dan Fotografi dibuka secara resmi oleh Kepala Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Barat, Drs. H. Burhasman, M.M., pada hari pertama pameran, Jumat 29 November 2013 lalu. Pameran ini selanjutnya akan terus dibuka sampai tanggal 6 Desember 2013 pukul 08.00-17.00 WIB. Banyak model dan jenis lukisan terpajang disana, mulai dari gambar kacang sampai ke gambar abstrak yang susah di mengerti. Dari setiap lukisan-lukisan mengandung pesan yang bermakna bagi panikmatnya, contohnya seperti dilarang menebang hutan, selamatkan bumi dan lain sebagainya.

Pameran lukisan dan foto ini memiliki karya sekitar 63 buah yang terdiri dari 50 buah lukisan dan 13 buah foto. Karya seni ini merupakan lukisan dan foto terpilih untuk dipamerkan. "Karya yang terpajang merupakan karya yang lulus seleksi, sebenarnya masih banyak lukisan-lukisan lain yang belum ditampilkan" ujar Etwaldi menambahkan. Sebelum pameran dimulai, para seniman dari berbagai daerah Sumbar diinformasikan mengenai pameran lukisan ini, kemudian panitia penyelenggara memberikan tema yang cocok. Melalui tema tersebut seniman kemudian membuat sebuah lukisan. Untuk para seniman yang masih duduk dibangku perkuliahan, seperti Jurusan Seni Rupa UNP, panitia meminta dosen untuk memilih karya terbaik dari mahasiswa-mahasiswanya sehingga nantinya dapat dipamerkan pada galeri taman budaya ini. Tidak hanya lukisan, foto-foto pun juga merupakan karya-karya terpilih. Beberapa orang diantara foto terpilih bahkan sudah berprofesi sebagai fotografer di media masa.

Setelah pameran selesai, karya-karya seni ini akan dikembalikan kepada pemiliknya. Pelukis berhak untuk menjual atau pun tidak. Menurut Etwaldi satu buah lukisan itu bisa dihargai sekitar 10 sampai 50 juta rupiah. Semua tergantung pada perawatan si pemilik terhadap lukisannya. Jika pemilik sangat menyayangi lukisan maka tidak heran jika ia memasang harga yang cukup tinggi. "Keindahan lukisan tidak bisa dinilai dengan uang" ujarnya.

Menurut Etwaldi, sudah banyak para seniman sumbar yang masuk pada kancah nasional. Ia berharap bahwa dengan adanya pameran ini maka karya-karya seni ini dapat terpublikasi dengan baik sehingga seniman sumbar terkenal tidak hanya di mata nasional tetapi juga international. "Kalau seniman berhasil maka lembaga juga berhasil" tutupnya.

✔ Standar Integritas & Transparansi Opini SKK Ganto UNP

Setiap karya tulisan, kolom, dan opini yang diterbitkan merupakan pandangan orisinal penulis serta telah melalui proses kurasi dan penyuntingan redaksi sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Gumala Resti Halin
Penulis • Kolumnis / Opini

Penulis Opini / Kolumnis

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

6 + 7 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.