"Kami mengupayakan agar PKL juga hidup di pasar tanpa saling mengganggu," kata Sekretaris Dinas Pasar.
Pasar Raya Padang tampak ramai siang itu, Minggu (15/12). Suara hiruk pikuk mendominasi, transaksi antara penjual dengan pembeli yang ditingkahi dengan suara-suara dari pengunjung yang berseliweran disekitar pasar perpadu hingga membentuk melodi tersendiri. Bahkan, kendaraan yang berlalu lalang, juga turut meramaikan suasana pasar siang itu.
Beragamnya dagangan yang dijajakan, berlokasi strategis, serta banyak harga yang bersahabat dengan ekonomi masyarakat ini menjadikan Pasar Raya Padang banyak diminati oleh masyarakat Kota Padang. Bahkan Pasar Raya Padang ini menjadi salah satu tempat transaksi jual beli terbesar di Kota Padang.
Jejeran Pedagang Kaki Lima (PKL) di Pasar Raya Padang merupakan salah satu objek teramai dan paling diminati oleh pengunjung pasar. Selain beragamnya dagangan yang dijajakan, harga yang ditawarkan oleh para PKL tergolong murah dibandingkan harga toko-toko yang berada dibagian dalam pasar. Namun, Pasar Raya Padang tampak tidak teratur dengan keberadaan PKL tersebut. Pasalnya, mereka mendirikan lapak disepanjang trotoar, dan kadang memenuhi badan jalan kerap mengganggu lalu-lintas jalan. Terlebih disepanjang Kawasan Bundaran Air Mancur, Blok A hingga jalan Permindo. Disepanjang jalan tersebut merupakan spot paling ramai dipadati PKL. Selain itu, keberadaan PKL tersebut juga menutupi akses masuk ke kawasan toko yang berada di dalam pasar. "Penjual sayur, ikan, baju, hingga penjual tas bercampur di satu tempat, sehingga Pasar Raya tidak tertata dengan rapi, " ungkap Ira (19), salah satu pengunjung Pasar Raya, Kamis (19/12).
Rumita (33), penjual pakaian wanita merupakan salah seorang PKL di Pasar Raya Padang. Ia tidak henti-hentinya memersilakan orang yang berlalu lalang untuk singgah di lapaknya. Rumita sudah berjualan di sana selama 5 tahun. Luas lapak yang dibukanya tidak seberapa, namun dipenuhi oleh berbagai pakaian wanita khususnya untuk remaja. Biaya parkir untuk lapak yang ia keluarkan setiap hari hanyalah seribu rupiah. Dengan demikian, Rumita mengaku sudah nyaman berjualan di pinggiran jalan dan tidak ingin pindah ke dalam. "Orang dalam saja ingin pindah keluar," tuturnya, Minggu (15/12).
Tidak jauh dari lapak Rumita, Andi (64) salah seorang dari PKL yang berjualan buah-buahan juga menyampaikan hal senada. Andi mengaku sudah berjualan dari tahun 1998, dan ia sudah dua kali pindah tempat, sebelum akhirnya ia turut membuka lapaknya di pinggiran jalan depan Blok A. Menurut Andi, tempatnya berjualan sekaranglah yang paling ramai pengunjungnya. Berbeda dengan Rumita, Andi harus mengeluarkan biaya dua ribu per hari untuk tempatnya berjualan. "Petugas yang menagihnya setiap hari," aku Andi, Selasa (17/12).
Baik Rumita maupun Andi, mengaku sama-sama sering terlibat dengan penertiban yang dilakukan oleh Petugas. Pasalnya, mereka dan juga PKL lainnya yang berjualan di pinggiran jalan melewati garis batas yang sudah ditentukan oleh Dinas Pasar. Jika ada penertiban, mereka para PKL tinggal menggeser mundur dagangan mereka hingga ke batas aman. Dengan demikian mereka terhindar dari penertiban. Andi juga beralasan semua lapak PKL yang berjejer di pinggir jalan haruslah sejajar. "Jika yang satu geser ke depan, semuanya juga ikut geser," sambung Andi.
Hal demikian tentulah menjadi perhatian oleh Dinas Pasar. Tak heran mereka sering mengadakan penertiban di kawasan PKL-PKL tersebut. Namun, PKL tersebut tidak sepenuhnya bisa disalahkan. Jasman, S. Sos. MM., selaku Sekretaris Dinas Pasar mengungkapkan, keterbatasan lahan juga merupakan salah satu penyebab ketidakteraturan pasar. "Semakin hari jumlah PKL bertambah, sedangkan lahan terbatas," katanya, Selasa (17/12).
Untuk sementara, para PKL diberi toleransi berupa diperbolehkannya mereka berjalan sesuai dengan garis yang telah ditentukan oleh Dinas Pasar. "Asalkan mereka tidak menganggu lalu lintas, juga tidak menutup akses jalan ke kawasan toko," tutup Jasman.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!