Puisi

KEKASIH, LELAKI DAN WAKTU

Penulis Opini / Kolumnis
📅 Sabtu, 7 Desember 2013 08:29 WIB • 👁 1.329 Pembaca

Sebab,

dia adalah lelaki yang menimpal bebal waktu, menyebab kilau mata pedang

menjitu busur menancap dalam, Ia kekalkan tubuh kedalam pipih luka leher

dan cabik pinggang kiri itu masih menyimpan lebih rusuk, kelak hati seorang akan

menyangkut seperti sembuh luka atau lepuh karat yang melepuk utuh besi

Dahulu,

jauh dari mana sebuah kerinduan berawal seperti pendam kesumat dendam

tak akan habis waktu menyumpah sebuah kekalahan pertempuran masa lampau

kekasih, engkau adalah kuda troya sepi yang meluluh-lantahkan kokoh

benteng-benteng perasaan, lapuk kesunyian dan papa yang terbengkalai itu

Sebab,

waktu akan selalu tanpak lebih pipih dari timpal baja

perkara pedang patah genggaman dan sigi busur berkelok

hutang yang tunai membayar seluruh sepi ketika engkau seperti kekaksih

penangkal luka-luka lelaki yang melulu menimpal bebal hatinya sendiri

sekarang,

"engkau adalah lawan tanding yang selalu melebihi", kekasih

"kawan seiring yang mematah rusuk kiri", Lelaki

Waktu, Jika kita saling sepihak, timpalkanlah pedang

dan jitu busur pada kilau dan lurus sasaran, biar kelak

tak ada lagi yang mememar ingatan dan sayatan adalah

luka pinggang kiri yang akan menyimpan lebih rusuk

✔ Standar Integritas & Transparansi Opini SKK Ganto UNP

Setiap karya tulisan, kolom, dan opini yang diterbitkan merupakan pandangan orisinal penulis serta telah melalui proses kurasi dan penyuntingan redaksi sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Robby W. Riyodi
Penulis • Kolumnis / Opini

Penulis Opini / Kolumnis

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

5 + 5 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.