Sebab,
dia adalah lelaki yang menimpal bebal waktu, menyebab kilau mata pedang
menjitu busur menancap dalam, Ia kekalkan tubuh kedalam pipih luka leher
dan cabik pinggang kiri itu masih menyimpan lebih rusuk, kelak hati seorang akan
menyangkut seperti sembuh luka atau lepuh karat yang melepuk utuh besi
Dahulu,
jauh dari mana sebuah kerinduan berawal seperti pendam kesumat dendam
tak akan habis waktu menyumpah sebuah kekalahan pertempuran masa lampau
kekasih, engkau adalah kuda troya sepi yang meluluh-lantahkan kokoh
benteng-benteng perasaan, lapuk kesunyian dan papa yang terbengkalai itu
Sebab,
waktu akan selalu tanpak lebih pipih dari timpal baja
perkara pedang patah genggaman dan sigi busur berkelok
hutang yang tunai membayar seluruh sepi ketika engkau seperti kekaksih
penangkal luka-luka lelaki yang melulu menimpal bebal hatinya sendiri
sekarang,
"engkau adalah lawan tanding yang selalu melebihi", kekasih
"kawan seiring yang mematah rusuk kiri", Lelaki
Waktu, Jika kita saling sepihak, timpalkanlah pedang
dan jitu busur pada kilau dan lurus sasaran, biar kelak
tak ada lagi yang mememar ingatan dan sayatan adalah
luka pinggang kiri yang akan menyimpan lebih rusuk
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!