Umpama sayap berpasang-pasang
ia begitu lihai menjaga jarak di ruang lapang
ketika kita berkehendak mengepak punggung
menanti angin dengan tubuh melengkung
sungguh kau tangguhkan sesaat ini terlalu buru-buru
kemudian sebentar akan menikung dalam ruang ranum
aku akan datang untukmu yang sedang menunggu
amsal seekor burung yang menggengam ranting kayu
kibaskanlah sedikit bulu-bulu, biar rindu semesta memadu
dahan yang merancap begitu dalam, isyarat semu padamu
tempat ini adalah persinggahan yang akan menjadi lebih lama
sebab seorang akan kuat menahan suatu kedatangan di situ
sebelum ia akan kembali lepas berterbangan
tenggelam jauh ke dalam awan, dan lesap
lalu aku datang membawamu sebentar pergi
melayang-layang di bawah tingkah langit:
sepasang sayap mengibas berkali-kali, melenggok-lenggok dikelok angin
punggung ini akan lebih tangguh, ketika sepi kembali menepi diudara
kemudian aku akan segera kembali menikung, menggenggam ranum ranting kayu
yang merancap dalam pada dahan. Seperti sebuah penatian.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!