Puisi

AMSAL SEEKOR BURUNG

Penulis Opini / Kolumnis
📅 Sabtu, 7 Desember 2013 08:25 WIB • 👁 1.391 Pembaca

Umpama sayap berpasang-pasang

ia begitu lihai menjaga jarak di ruang lapang

ketika kita berkehendak mengepak punggung

menanti angin dengan tubuh melengkung

sungguh kau tangguhkan sesaat ini terlalu buru-buru

kemudian sebentar akan menikung dalam ruang ranum

aku akan datang untukmu yang sedang menunggu

amsal seekor burung yang menggengam ranting kayu

kibaskanlah sedikit bulu-bulu, biar rindu semesta memadu

dahan yang merancap begitu dalam, isyarat semu padamu

tempat ini adalah persinggahan yang akan menjadi lebih lama

sebab seorang akan kuat menahan suatu kedatangan di situ

sebelum ia akan kembali lepas berterbangan

tenggelam jauh ke dalam awan, dan lesap

lalu aku datang membawamu sebentar pergi

melayang-layang di bawah tingkah langit:

sepasang sayap mengibas berkali-kali, melenggok-lenggok dikelok angin

punggung ini akan lebih tangguh, ketika sepi kembali menepi diudara

kemudian aku akan segera kembali menikung, menggenggam ranum ranting kayu

yang merancap dalam pada dahan. Seperti sebuah penatian.

✔ Standar Integritas & Transparansi Opini SKK Ganto UNP

Setiap karya tulisan, kolom, dan opini yang diterbitkan merupakan pandangan orisinal penulis serta telah melalui proses kurasi dan penyuntingan redaksi sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Robby W. Riyodi
Penulis • Kolumnis / Opini

Penulis Opini / Kolumnis

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

5 + 3 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.