Umum

Law of Attraction

Penulis Opini / Kolumnis
📅 Sabtu, 7 Desember 2013 00:17 WIB • 👁 32.026 Pembaca

Dengan pikiran, manusia sendiri yang mendefenisikan kegelapan, yang sebenarnya tidak ada. Manusia sendiri jugalah yang menciptakan tokoh-tokoh yang disebut baik dan buruk dalam kehidupan. Dan dengan pikiran pula, manusia menciptakan batasan-batasan pada impian, yang sebenarnya juga tidak ada.

Mungkin sudah banyak yang kenal dengan cerita sukses seorang Jack Canfield, lalu kenapa buku Chicken Soup For The Soul-nya dapat laris di Amerika atau bahkan dunia. Apa yang Jack lakukan sebenarnya sederhana. Seorang yang berpenghasilan delapan ribu dolar setahun, lalu bercita-cita berpenghasilan seratus ribu dolar setahun. Demi tujuannya-yang waktu itu dianggap konyol- Jack mengumumkan mimpinya tersebut, memasang gambar cek seratus ribu dolar pada langit-langit kamar, sehingga tiap kali ia bangun, ia ingat dengan apa yang akan diwujudkannya. Ia sering memejamkan mata lalu membayangkan apa yang akan dilakukan orang-orang berpenghasilan seratus ribu dolar.

Ia pada waktu itu memang tidak seketika berubah menjadi kaya, ia bahkan mengalami 144 penolakan ketika hendak menerbitkan bukunya, yang juga dianggap konyol waktu itu. Tapi kemudian, cerita suksesnya mengilhami banyak orang. Dan apa yang dilakukan Jack Canfiel, sebenarnya dapat dilakukan oleh semua orang.

Setiap orang mempunyai impian dalam hidupnya. Ada berbagai macam impian yang ingin dicapai seseorang, misalnya keinginan untuk memiliki mobil, rumah mewah, dan uang yang banyak. Tidak sedikit juga yang menginginkan kesehatan, seperti sembuh dari tumor, kanker, dan penyakit lain yang menyerang tubuhnya.

Dan bila disadari, manusia dan semesta pada dasarnya lahir dari satu ibu yang sama yaitu energi. Bila energi yang seorang manusia ciptakan positif, maka semesta juga akan mendukung dan membentuk energi positif tersebut terwujud. Tergantung bagaimana manusia menjaga energi positif yang ia ciptakan, seberapa kuat dan yakin dia pada proses yang semesta berikan kepadanya.

Sebuah hukum fisika bernama "The Law Of Attraction" menyebutkan bahwa apapun yang kita pikirkan, kita akan menarik hal tersebut ke dalam diri. Inti dari hukum ini terletak kepada apa yang kita pikirkan. Apakah itu baik ataukah itu buruk. Hukum ini menyebutkan bahwa kita terhubung dengan alam semesta dari apa yang sedang kita pikirkan. Sebab, pikiran mempunyai frekuensi yang sama dengan frekuensi semesta. Jadi apa yang dipikirkan itu akan menentukan apa yang akan diberikan semesta kepada kita. Jika seseorang berpikiran baik, maka akan menarik hal-hal yang baik pula dalam dirinya. Sebaliknya apabila pikiran kita buruk, maka akan menarik lebih banyak hal-hal yang buruk pula. Sebagai contoh, dalam hukum gravitasi. Ketika seseorang jatuh dari sebuah gedung dari lantai 40, tidak peduli kita orang baik atau orang jahat akibatnya akan tetap menghantam tanah. Jadi hukum alam (gravitasi) berlaku umum.

Sama halnya seperti hukum tarik menarik. Bila dipagi hari kita sebagai mahasiswa akan kuliah dengan dosen "A" misalnya, lalu berpikir dan berkata dalam hati "saya tidak ingin dimarahi oleh dosen A lagi dan saya tidak ingin dipermalukan di depan kelas." Itu sama saja dengan mengatakan kepada semesta bahwa kita ingin lebih banyak dimarahi lagi oleh dosen "A". Dan ingin lebih dipermalukan di depan kelas.

Mengapa hal demikian dapat terjadi? Ini disebabkan karena alam semesta tidak mengenal kata ‘tidak atau jangan’. Alam semesta hanya akan merespon frekuensi dari apa yang dipikirkan. Sebaiknya yang harus dikatakan adalah "saya akan senang bertemu dengan dosen A dan saya akan dihargai di depan kelas."

Alam semesta ini seperti sebuah jin di dalam lampu aladin yang akan memberikan apa yang kita inginkan. Ketika kita memikirkan hal-hal negatif, maka ia langsung melaksanakan perintah itu. Dan ketika kita memikirkan hal positif, ia akan melaksanakan perintah itu juga.

Hukum tarik menarik ini pun bisa dipakai berulang-ulang. Tergantung seberapa sabar kita menjalankan tiga hal yang diyakini akan membuat semesta mengamini segala tujuan positif, yaituask, answer, dan receiving.

Ask (meminta), dalam memutuskan sesuatu yang diinginkan, yang terpenting kita harus memutuskan dengan sungguh-sungguh sesuatu yang diinginkan. Dengan demikian, sebuah frekuensi telah dikirm pada alam semesta.

Answer (menjawab). Bagian kedua ini, alam semesta sedang merancang orang-orang dan kejadian-kejadian yang akan membuat keinginan itu terwujud. Kita tidak perlu mengetahui bagaimana alam semesta melakukannya. Tetapi kita terus menjaga pikiran dalam frekuensi yang optimal.

Ada kalanya saat seseorang merasa lemah dan tidak percaya akan kemungkinan berhasilnya impian tersebut. Ia merasa ini tidak mungkin terwujud. Maka pikiran yang seperti itu harus ditinggalkan. Sebab, ketika seseorang memiliki pikiran seperti ini, ia akan menenggelamkan proses tercapainya harapan yang sedang tumbuh.

Receiving (menerima). Bagian ketiga ini, seseorang harus menjaga pikirannya agar tetap pada frekuensi yang bahagia. Bayangkan saat-saat merasa bahagia ketika mendapatkan apa yang kita inginkan. Jaga perasaan itu dan gunakan imajinasi bagaimana rasanya ketika kebahagiaan itu hadir, serta nikmati proses ini. Hal ini bertujuan untuk menambah kecepatan terwujudnya apa yang kita inginkan.

Dalam hal ini, yang perlu ditekankan adalah seseorang tidak perlu mengetahui apa yang akan terjadi nanti, bagaimana prosesnya, siapa-siapa orang yang akan dipertemukan kepada kita. Kita tidak perlu mengetahui semua itu. Karena Tuhan telah mengatur dengan sangat baik untuk hamba-Nya.

Rasa bahagia akan muncul ketika seseorang menggunakan pikirannya untuk memikirkan hal-hal yang positif. Untuk memunculkan pikiran yang positif, bisa dilakukan dengan memperbaiki suasana hati (mood) dengan berolahraga, menonton video lucu, jalan-jalan, dan sebagainya. Yang terpenting adalah melakukan sesuatu hal yang membuat perasaan menjadi tenang dan nyaman untuk mengembalikan perasaan bahagia.

Jadi yang terpenting adalah menjaga perasaan bahagia. Karena perasaan adalah hasil dari apa yang dipikirkan. Jika kita merasa sedih, maka itu mengindikasikan pikiran yang sedang berada pada frekuensi yang salah dan segera mengubah ke frekuensi yang baik. Selanjutnya teruslah bermimipi dan yakinlah bahwa mimpi dan keinginan itu akan dapat diraih. Kita adalah apa yang kita pikirkan, bila kita berpikiran akan berhasil, maka semesta akan mendukung dengan segala upaya bahwa kita, suatu saat pasti kan berhasil.

✔ Standar Integritas & Transparansi Opini SKK Ganto UNP

Setiap karya tulisan, kolom, dan opini yang diterbitkan merupakan pandangan orisinal penulis serta telah melalui proses kurasi dan penyuntingan redaksi sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Muhammad Arief Hidayatullah
Penulis • Kolumnis / Opini

Penulis Opini / Kolumnis

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

7 + 2 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.