Feature

Kebijakan Baru, Pengguna Kereta Api

Penulis Opini / Kolumnis
📅 Sabtu, 26 Oktober 2013 21:51 WIB • 👁 1.709 Pembaca

"Kalau dengan kereta api, kita kan bisa menghindari polusi udara. Selain itu rasanya lebih nyaman jika dibandingkan dengan naik bus. Kalau dengan bus terkadang asal nyerobot lampu merah saja"

Siang itu deretan kursi-kursi pengunjung stasiun Kereta Api Tabing tampak dipenuhi para pengguna jasa kereta api tujuan Pariaman. Calon penumpangpun beragam, mulai dari balita, remaja, dan dewasa. Mereka sibuk dengan aktifitasnya masing-masing. Ada yang duduk sambil menikmati minuman dan ada yang tengah sibuk menjinjing barang-barang bawaannya. Selain itu tampak pula para pedagang yang menjajakan dagangannya,"talua asin,pisang abuih, sala lauak, balilah diak," ujar sipedagang menjajakan dagangannya disekitar penumpang yang tengah menunggu kedatangan kereta dari Stasiun Simpang Haru, Padang.

Teriknya mentari tidak mengurungkan niat para pengguna jasa Kereta api tujuan Padang-Pariaman untuk tetap menunggu keberangkatan mereka. Tepat pukul 14.15 WIB sebanyak 253 penumpang tujuan Pariaman diberangkatkan menggunakan kereta api kelas ekonomi. Para penumpang berdesak-desakan memasuki gerbong kereta dengan pengawalan petugas. Setelah para penumpang menaiki dan duduk dengan nyaman di dalam kereta, si roda bajapun melaju. Tampak dikursi-kursi stasiun hanya tinggal beberapa orang mengguratkan wajah kecewa karena batal berangkat dengan kereta api tersebut.

Tiket kereta api saat ini memakai sistem online. Hal inilah yangmembuat PT Kereta Api Indonesia (Persero) harus membatasi penumpang. Salah satunya men-setting tempat duduk yang disediakan untuk pengguna jasa kereta api. Jika tempat duduk telah penuh maka petugas menghentikan penjualan tiket. Berbeda dengan sebelumnya yang masih membolehkan pengguna kereta api untuk berdiri jika tidak kebagian tiket saat di stasiun.

Hal ini dilakukan dalam rangka berpijak pada pilar yang dipegang oleh PT KAI, 2 diantara 4 pilar yag dipegang berbunyi keselamatan dan kenyamanan. Karena pihak Stasiun Kereta Api Tabing berusaha meningkatkan kualitas serta memuaskan para pengguna jasa kereta api. "Kebijakan ini telah disesuaikan dengan pilar yang di pegang oleh PT KAI," ujar Nursyirwandi, Kepala Stasiun Kereta Api Tabing Sabtu (14/9).

Kebijakan baru lainnya adalah diberlakukannya harga tiket untuk semua umur, hal ini dikarenakan semua penumpang telah diasuransikan, mulai dari usia balita hingga orang dewasa. Dengan harga tiket yang bisa dijangkau, keselamatan para penumpang telah dijamin dengan asuransi. "Harga tiketkan Cuma Rp 2500,00" ujar Nursyirwandi lagi,

Namun kebijakan-kebijakan baru ini telah mengundang pro dan kontra diantara para pengguna jasa kereta api. Kebijakan ini masih susah diterima oleh pelanggan setia kereta api dikarenakan kebijakan ini belum terlalu bayak diketahui oleh masyarakat."Sepertinya agak susah diterima, karena penumpang cenderung memikirkan harga yang terjangkau oleh kantong bukan keselamatannya" ujar Rika Mahasiswa Administrasi Pendidikan, Universitas Negeri Padang.

Selain itu Pratiwi Sapani Tanjung, mahasiswi Jurusan PG-PAUD UNP mengatakan bahwa pengguna jasa kereta api sekarang ini cederung didominasi oleh kalangan mahasiswa. Hal ini disebabkan oleh tarif pembayaran kereta api yang terjangkau bagi saku mahasiswa. Selain itu dengan menggunakan kereta api, dapat menghindari polusi udara dan juga kereta api jauh lebih nyaman jika dibandingkan dengan naik bus. "Kalau bus terkadang asal nyerobot lampu merah," ujarnya, Sabtu (14/9).

✔ Standar Integritas & Transparansi Opini SKK Ganto UNP

Setiap karya tulisan, kolom, dan opini yang diterbitkan merupakan pandangan orisinal penulis serta telah melalui proses kurasi dan penyuntingan redaksi sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Suci Larassaty
Penulis • Kolumnis / Opini

Penulis Opini / Kolumnis

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

5 + 7 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.