Di dalam gedung bercat putih yang mulai pudar itu, Arinaldi Oskar dan rekan-rekannya sesama Satuan Pengamanan (Satpam) tengah asyik menonton siaran televisi. Gedung tersebut merupakan Posko Satpam kampus Universitas Negeri Padang. Kantor tempat Oscar dan Satpam UNP lainnya bertugas. Sebagai salah satu anggota keamanan kampus, Oscar mengaku bangga bisa bekerja untuk negara. Menurutnya menjaga aset negara yang terdapat di UNP sudah menjadi prioritasnya. "Menjaga ketertiban dan keamanan sudah menjadi prioritas kami. Kami harus siap siang maupun malam," ujar Oskar, Minggu (21/7).
Oskar merupakan Komandan Regu (Dandru). Tugasnya adalah mengkoordinir tiap regu yang ada. Mulai melakukan apel sebelum melaksanakan tugas, mengecek kehadiran anggota dan memantau jalannya tugas anggota. Di UNP terdapat tiga regu yang masing-masingnya beranggotakan 20 orang. Namun, dalam menjalankan tugasnya Dandru tetap berkoordinasi dengan komandan Satpam.
Baru-baru ini UNP seringkali mengalami pencurian. Sebagai anggota keamanan kampus, Oskar pun menyayangkan hal tersebut. Menurutnya kehilangan yang selama ini terjadi merupakan tamparan bagi timnya. "Wajar saja jika orang berpandangan buruk terhadap kami. Tapi yang jelas kami selalu berusaha bekerja maksimal," ujar Oskar. Berdasarkan catatan Satpam, kasus yang sering terjadi diantaranya kehilangan kendaraan, pencurian di jurusan, pencurian helm, pencurian kotak amal masjid sampai pembobolan Automatic Teller Machine (ATM).
Oskar menilai jika kritikan sebagian orang terhadap kinerja Satpam wajar-wajar saja. Namun ia mewakili anggota Satpam lainnya memiliki alasan tersendiri. Menurutnya tidak maksimalnya kinerja Satpam tersebut bukan karena murni kesalahan pribadinya, melainkan sarana dan pra sarana yang tersedia tidak memadai. Selama ini Satpam UNP hanya mengandalkan Kartu Tanda Anggota saja. Sementara peralatan keamanan seperti Handy talky dan borgol tidak disediakan. "Selama ini kami hanya mengandalkan telepon pribadi," lanjut Satpam yang telah tujuh tahun mengabdi untuk UNP itu.
Hal serupa juga dikatakan Inal, petugas keamanan di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Menurutnya Satpam tidak bisa disalahkan sepenuhnya. Selama ini ia telah bekerja maksimal, sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan. Ia mengatakan semaksimal apapun yang dilakukan, tapi tidak didukung dengan sarana dan pra sarana yang memadai percuma saja. "Disini bahkan lebih banyak malingnya dari pada Satpam," ujar Inal, Kamis (13/6).
Berdasarkan catatan Satpam UNP, anggota yang dimiliki berjumlah 62 personil. Pembagian anggota berdasarkan lokasi, yakni tiap pos terdapat satu anggota Satpam. Pos tersebut meliputi fakultas, BAAK, UPPL, Perpustakaan, Rektorat, Kantor Perlengkapan, gerbang utama, dll. Dengan pembagian seperti itu, Inal menilai sangat melemahkan kinerja Satpam. "Sebut saja FIK yang memiliki lahan parkir cukup banyak. Lalu bagaimana satu orang Satpam dapat mengontrol lokasi yang berjarak 15 menit itu dengan maksimal?" terang Inal.
Lemahnya keamanan kampus juga dirasakan Elvi Syukrina Erianto. Mahasiswa Jurusan Pendidikan Matematika itu mengatakan jika sistem keamanan kampus semestinya harus benar-benar diperhatikan. "Jika ada kehilangan, pihak keamanan lah yang harus dipertanyakan," ujarnya, Jumat (21/6).
Senada dengan ungkapan Elvi, Betti Arvita Mahasiswa Jurusan Akuntansi juga mengeluhkan keamanan kampus. Menurutnya saat ini permasalahan kehilangan di kampus sudah seringkali terjadi, dan itu membuat mahasiswa resah. "Saya seringkali menjumpai kawan yang kehilangan dan itu seharusnya mendapatkan perhatian serius," ungkapnya, Kamis (20/6).
Kondisi Kampus Kurang Strategis
Terkait pencurian yang marak terjadi, Risma Apdeni, S.T, M.T selaku dosen Teknik Sipil mengatakan hal tersebut lebih dikarenakan kondisi kampus yang kurang strartegis. Ia mengatakan sejatinya kampus itu tidak kondusif jika dijadikan akses umum. Banyaknya akses masuk merupakan salah satu penyebab UNP rawan pencurian.
Ada beberapa lokasi yang bisa dijadikan akses masuk kampus, diantaranya gerbang utama, gerbang dua dekat Bank BNI, dan gerbang masuk dekat GOR UNP serta jalan-jalan tikus menuju kampus. "Seharusnya akses masuk kampus dibatasi" ujarnya, Selasa (11/6). Ia juga berharap agar pengawasan sistem parkir lebih diperhatikan lagi. "Mungkin dengan menyediakan lokasi parkir terpusat bisa menjadi solusi," lanjutnya.
Terkait minimnya keamanan yang ada, Apdeni juga membenarkan jika saat ini UNP masih butuh lebih banyak satpam. Menurutnya dengan jumlah mahasiswa lebih dari tiga puluh ribuan, tidak seimbang dengan jumlah satpam yang hanya 62 orang. "Seharusnya ada penambahan untuk anggota keamanan," ujarnya.
Perbedaan Dengan Kampus Lain
Lain halnya dengan UNP, Universitas Andalas (Unand) memiliki sistem keamanan yang lebih ketat. Di kampus itu, Satpam ada yang bertugas bak seperti intel. Berpakaian preman dan sulit diidentivikasi. Menurut Komando Satpam kampus Unand, Muhamad Djamil, hal itu bertujuan untuk meminimalisir tindakan kejahatan. "Strategi itu menekankan kita tidak boleh lengah. Dengan berpakaian seperti preman, pelaku tidak akan mengetahui jika seandainya akan beraksi," ujarnya, Rabu (12/6). Selain itu, mereka juga memiliki mobil yang dijadikan untuk berptroli. Namun, saat ini pihaknya tengah mengupayakan agar pihak kampus memberikan mobil yang baru.
Djamil mengatakan, meskipun saat ini anggotanya masih dikatakan kurang, tetapi pekerjaan harus jalan semaksimal mungkin. Menurutnya itu bukan menjadi alasan untuk tidak maksimal dalam mengamankan kampus. "Walaupun jumlahnya masih kurang, kita harus bisa berdayakan seefektif mungkin," ujarnya. Bahkan ia menambahkan jika perlu, rekan yang masuk malam, kita masukan siang. Patroli juga diperbanyak. "Patroli kita lakukan dengan roda empat, roda dua dan jalan kaki," imbuh Djamil.
Sementara itu, saat dikonfirmasi ke Rektor UNP Prof. Phil Yanuar Kiram, melalui sekretarisnya Ia menuturkan enggan untuk mengomentari permasalahan kemalingan yang tengah terjadi saat ini. Menurutnya kepala satpam dan pihak berwenang lainnya lebih mengetahui persoalan ini.
Laporan kru SKK Ganto
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!