Di tengah keramaian pengunjung, Is tengah asyik menjelaskan sejarah Istana Maimun kepada sekelompok peserta pelatihan jurnalistik tingkat lanjut nasional (PKJTLN) yang diadakan oleh Universitas Medan (UNIMED). Is merupakan salah seorang guide yang bertugas membantu memberikan petunjuk kepada para pengunjung yang ingin tahu lebih banyak mengenai istana yang terletak di Kecamatan Medan Baru, Kota Madya Medan.
Istana yang bernama Istana Maimun ini berasal dari nama seorang sultan kerajaan melayu bernama Sultan Maimun Al-Rasyid dan istrinya Siti Maimunah. Istana ini didirikan pada tahun 1888 M. Selain memiliki wewenang memerintah secara wilayah dan politik, Sultan Maimun Al-Rasyid juga memiliki tugas untuk menyebarkan agama islam di tanah Medan. Walaupun begitu, Sultan tidak pernah mempermasalahkan perbedaan agama di tengah rakyat yang dipimpinnya. Bagi Sultan perbedaan agama adalah hal yang patut dihormati dan dihargai.
Pada masa kepemimpinannya, Sultan Maimun dikenal sebagai sosok yang memperhatikan pendidikan rakyatnya. Hal ini dibuktikan dengan banyak berdirinya sekolah-sekolah Arab (sekarang madrasah) yang didirikan dari hasil penjualan tembakau Deli ke beberapa daerah Eropa, seperti Jerman dan Belanda.
Menurut Is, banyak keteladanan yang ditinggalkan oleh Sultan mengenai kepemimpinannya. Hal ini dapat dilihat dari warna cat pada Istana Maimun yang identik dengan hijau dan kuning. Hijau melambangkan agama sedangkan kuning menandakan kepemimpinan yang arif dan bijaksana. "Kedua warna ini adalah dasarnnya," ungkap Is. Kamis, 9 Mei lalu.
Lalu Is menunjuk simbol Allah yang terdapat pada singgasana kuning dalam ruangan itu. Ia mengatakan bahwa itu adalah simbol sikap rendah hati seorang Sultan Maimun Al-Rasyid. Sultan mengakui ada kekuasaan yang lebih tinggi dari kekuasaannya yaitu Allah.
Is yang masih semangat bercerita menuturkan istana ini berada dibawah naungan sebuah yayasan yang bernama Yayasan Sultan Maimun Al-Rasyid. Yayasan ini berusaha melakukan penjagaan agar benda-benda atau bukti perjalanan kerajaan ini tetap original. "Tentunya dengan cara mendatangkan tenaga ahli dalam menanganinya." Is menambahkan.
Istana Maimun tidak hanya dinikmati oleh pengunjung lokal saja, namun juga digemari oleh pengunjung dari mancanegara. Hal ini disampaikan oleh Is, dalam satu hari ada kira-kira 200 pengunjung dari negara tetangga seperti Malaysia dan beberapa wilayah di Eropa. Untuk memasuki kawasan Istana Maimun para pengujung internasional akan dikenai biaya sama dengan pengunjung lokal yaitu Rp.5000/orang. Untuk memberikan kenyamanan, semua pengunjung mendapatkan hak yang sama.
Selain mengenang dengan menggoleksi peninggalan fisik, para pengelola Istana Maimun juga menampilkan pertunjukan musik melayu di depan pintu masuk istana. Hal ini bertujuan untuk mengenang dan melestarikan musik yang sempat eksis pada masa kesultanan Maimun Al-Rasyid.
Untuk memainkan musik melayu, sangat dibutuhkan keahlian dalam memainkan peralatannya seperti Accordion, gendang Pak Pung, dan Bass. Inilah yang dilakoni oleh Jamaluddin dan 2 orang rekannya selama 2 tahun belakangan ini. Dimulai dari jam 10.00 wib sampai jam 12.00 wib setelah itu disambung lagi dari jam 14.00-15.00 wib.
Jamaluddin mengaku sangat senang bisa memperlihatkan petunjukan musik melayu di depan pengunjung. Jamaludin bahagia bisa mengenalkan musik melayu dan melestarikannya.
Kebahagiaan Jamaludin ditambah lagi dengan banyaknya pengunjung yang merespon baik pertunjukan musik melayu di Istana Maimun ini. Hal ini terlihat dari beberapa pengunjung yang tidak segan-segan menari sambil menikmati alunan musik melayu dan meminta memainkannya kembali. Dalam satu hari Jamaludin dan rekannya bisa memainkan 15 buah lagu Melayu.
Tidak jauh dari tempat pertujukan musik melayu, nampak seorang bapak tengah asyik menikmati alunan musik tersebut. Terkadang ia bergoyang lalu menyanyi. Ia adalah pengunjung dari Semarang yang bernama Nurdin. Ia mengaku sangat senang dengan musik melayu. "Musik ini asyik dan lembut," ungkapnya dengan tersenyum.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!