Ensiklopedia

Eliodomestico

Penulis Opini / Kolumnis
📅 Minggu, 2 Juni 2013 13:22 WIB • 👁 1.783 Pembaca

Bencana alam menjadi suatu feno­mena yang acap kali terjadi di dunia, seperti gempa bumi, banjir, bahkan tsunami. Salah satu keluhan yang akan muncul adalah langkanya air bersih untuk masyarakat yang menjadi korban bencana. Sebenarnya hal ini sedikit menggelikan, seperti saat Jakarta dilanda banjir, pasokan air bersih sulit ditemukan. Padahal Indonesia dikenal sebagai daerah tropis dan dikelilingi lautan nan luas.

Air menjadi faktor terpenting dalam kehidupan manusia. Namun, terdapat beberapa permasalahan yang dite­mukan dalam pelestarian air, seperti pembalakan liar, pembakaran hutan, dan masalah global warming. Penyebab langkanya air di Indonesia pun tak lepas dari global warming dan ketidak­seimbangan ekosistem. Hal ini menga­kibatkan penggundulan hutan yang berkesinambungan, sehingga otomatis ia tak mampu lagi menyimpan cadangan air lebih banyak. Malah makin lama semakin berkurang. Selain itu, perbukitan yang dihuni pepohonan sebagai tempat penyimpanan cadangan air pun tak dapat lagi menahan debit air hujan. Sehingga tanah disekitar perbukitan terkikis, selain memicu terjadinya longsor dan banjir juga membuat rusaknya siklus air bagi kehidupan masyarakat.

Banyak cara yang dilakukan para ilmuan untuk menemukan sumber air lain, agar manusia kelak tak hanya berpatokan pada konsep hid­rologi saja. Seperti saat dite­mukan teknik desalinasi air laut menjadi air tawar. Desalinasi merupakan cara pengubahan air laut menjadi air tawar melalui proses pemanasan. Cara ker­janya sederhana, hanya me­manaskan air laut melalui satu wadah bulat yang diberikan selang. Setelah air laut mendidih maka uap akan mengalir pada selang kemudian ditam­pung dalam wadah atau tempat penampungan air yang lainnya. Hasil uapan itulah yang ke­mudian berubah menjadi air tawar.

Dalam sistem pengolahan ini terdapat bermacam permasalahan, seperti konsumsi energi yang terlalu besar, selain itu pengolahan air pun membutuhkan alat desalinasi dengan tenaga listrik yang tinggi. Tentu hal ini tidak semua orang mampu untuk memenuhinya, sebab pemakaian tenaga listrik yang tinggi juga membutuhkan harga yang cukup mahal. Sudah jelas, ini akan menyulitkan masyarakat menengah kebawah untuk memiliki alat tersebut. Tak hanya itu, masalah lain timbul dari prosedur desalinasi kelautan. Yakni meningkatkan kadar natrium, sehingga peristiwa ini akan meningkatkan risiko kerusakan ekosistem.

Menjawab persoalan ini, pada tahun 2012, seorang desainer Italia, Gabrielle berhasil menemukan alat setara dengan desalinasi, jangkauan harganya pun lebih merakyat. Alat buatannya tersebut dikenal sebagai Eliodomestico. Alat ciptaan Gabrielle ini, terdiri dari dua struktur utama, yaitu ketel berwarna hitam pada bagian atas dan penampung air pada bagian bawah. Ketel tersebut memiliki penutup yang sangat rapat sehingga tidak ada uap hasil evaporasi air laut yang terbuang. Penutup ketel juga berfungsi sebagai kondensator yang mengkonversi uap menjadi air yang mengalir melalui pipa metal ke penampung diba­wahnya.

Eliodomestico adalah sebuah oven tenaga surya sederhana yang mampu meng­konversi lima liter air laut menjadi air tawar setiap harinya. Dia menciptakan perangkat ini agar dapat membantu kebutuhan air di tempat-tempat yang sulit mendapatkan air tawar, terutama di kawasan negara Arab, dengan bentang alam yang berdominasi gurun. Media Green Prophet melaporkan saat ini ada 45 juta orang, atau sekitar 10% penduduk di kawasan Arab tidak dapat mengakses air bersih, apabila pengguna air bersih sebanyak 500 meter per-kubik setiap harinya, negara Arap diperkirakan akan mengalami krisis air bersih pada tahun 2015 nanti.

Desainer Italia ini berharap produk rancangannya dapat diadaptasi dengan mudah, sehingga membuat setiap orang dibelahan dunia ma­napun mampu membuat sendiri Eliodomestico. Sebab, Eliodomestico tidak membutuhkan listrik ataupun perangkat filter khusus. Alat pem­buatan Eliodomestico pun berasal dari bahan-bahan yang mudah didapatkan, seperti tanah liat. Hal ini tentu akan memudahkan dan solusi termurah bagi masyarakat yang kesulitan untuk mendapatkan air tawar, terutama bagi yang tinggal didekat laut.

Jadi, tak perlu panik lagi untuk masyarakat yang mengalami kesulitan air tawar. Cukup bermodalkan seperangkat Eliodomestico ditambahterik matahari, air tawar sudah dapat dinikmati. (Dari berbagai sumber)

✔ Standar Integritas & Transparansi Opini SKK Ganto UNP

Setiap karya tulisan, kolom, dan opini yang diterbitkan merupakan pandangan orisinal penulis serta telah melalui proses kurasi dan penyuntingan redaksi sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Novi Yenti
Penulis • Kolumnis / Opini

Penulis Opini / Kolumnis

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

4 + 2 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.