Laporan Utama

Kunjungan Wajib Prodi Kimia

Penulis Opini / Kolumnis
📅 Minggu, 2 Juni 2013 12:42 WIB • 👁 1.463 Pembaca

Keberadaan Kunjungan Industri (KI) pada jurusan kimia sedikit berbeda jika dibandingkan dengan KI yang ada pada pada jurusan lain, jurusan Teknik Mesin misalnya. Hal itu karena kewajiban mahasiswa prodi ini untuk mengikuti kegiatan mengunjungi industri ataupun instansi terkait. Bagaimana tidak, KI merupakan sebuah mata kuliah wajib bagi mahasiswa non kependidikan kimia. Walaupun KI ini merupakan mata kuliah wajib yang harus diambil, tetapi mata kuliah ini sama sekali tidak memiliki beban SKS. Apa alasan jurusan ini untuk mewajibkan pengadaan KI ini? Kenapa pula pihak jurusan tidak memberikan beban SKS terhadap mata kuliah ini?

Selain itu, kegiatan KI ini menghabiskan biaya yang tidak sedikit. Tergantung jauh dekatnya industri-industri atau instansi-instansi yang dikunjungi. Jika industri-industri maupun instansi-instansi tersebut berada di daerah yang jauh dari Universitas Negeri Padang, maka secara otomatis anggaran yang harus dipersiapkan harus besar pula. Biaya yang tidak sedikit ini harus ditanggung sendiri oleh mahasiswa yang bersangkutan. Dalam hal ini, mahasiswa tidak mendapatkan bantuan apapun dari pihak manapun kecuali dari diri mereka pribadi. Apakah tidak ada anggaran dana dari pihak jurusan atau fakultas untuk kegiatan ini, berhubung KI ini adalah salah satu mata kuliah wajib? Bagaimana pihak jurusan menanggulangi hal ini?

Tentunya tidaklah sedikit manfaat yang ditawarkan KI ini melihat tingkat ke-urgenan kegiatannya, hingga mata kuliah yang berjumlah 0 SKS harus diambil oleh mahasiswa. Tentunya dengan pengorbanan yang tidak kecil pula. Mulai dari pengorbanan materi, waktu, tenaga, dan pikiran. Pengorbanan waktu, karena KI ini tidak menghabiskan waktu satu atau dua hari saja. Melainkan satu minggu. Pengorbanan tenaga, karena selama dalam masa KI itu, berbagai tempat harus dikunjungi. sedangkan pengorbanan pikiran harus dialami mahasiswa sejak dari awal keberangkatan hingga pembuatan laporan sepulangnya dari kegiatan kunjungan tersebut. Seberapa besar manfaat KI tersebut? Bagaimana dengan follow up terhadap kegiatan ini agar mahasiswa tingkat selanjutnya melihat bukti real dari manfaat KI? Simak wawancara reporter Ganto Media Rahmi dengan Budhi Oktavia, M.Si, Ph.D, Ketua Program Studi Kimia, Senin (4/2).

Menurut pandangan Bapak, KI itu apa?

KI, Kunjungan Industri adalah aplikasi dari mata kuliah kimia industri. Salah satu mata kuliah wajib yang diikuti oleh mahasiswa Program Studi Kimia. Kegiatan ini berlangsung selama seminggu dengan mengunjungi beberapa industri atau instansi ataupun lembaga pemerintahan.

Berapa banyak lokasi yang dikunjungi?

Dalam satu hari tempat yang dikunjungi itu antara 1-2 industri, tergantung jarak yang harus ditempuh.

Apa yang menjadi latar belakang pengadaan mata kuliah KI?

Karena prodi ini bersifat terapan. Jadi tidak cukup hanya dengan teori-teori di kelas saja. Mahasiswa perlu tahu mengenai bagaimana penerapan ilmu kimia yang telah mereka pelajari dalam perkuliahan.

Apa yang menjadi landasan sehingga KI ini wajib untuk diikuti oleh mahasiswa Prodi Kimia?

Yang menjadi landasannya adalah kurikulum. Kurikulum yang berlaku saat ini mewajibkan mahasiswa untuk mengambil KI ini karena ini adalah mata kuliah.

Kapan mahasiswa ini harus mengambil mata kuliah KI ini?

Saat mereka memasuki tahun ketiga per­kuliahannya. Kira-kira pada semester enam. Jadi, mata kuliah ini diambil oleh mahasiswa satu angkatan perkuliahan.

Karena KI ini adalah mata kuliah wajib, berapa SKS yang dibebankan pada mata kuliah ini?

Mata kuliah ini berjumlah 0 SKS, namun wajib diambil oleh seluruh mahasiswa Program Studi Kimia.

Bagaimana dengan pembayaran kegiatan ini?

Biaya seluruh kegiatan ini ditanggung sendiri oleh mahasiswa yang bersangkutan. Jadi, mengenai hal itu, untuk memilih industri-industri mana saja yang akan dikunjungi diserahkan kepada mahasiswa. Apakah mereka mau mengunjungi tempat yang dekat saja atau yang jauh. Tergantung pada budget mereka juga.

Bagaimana jika mahasiswa mengalami kendala dalam pengadaan anggaran ini?

Sejauh ini tidak ada yang mengalami, ya. Karena kami, pihak jurusan telah menyosialisasikan KI ini kepada mereka dari awal-awal, saat mereka memasuki tahun pertama perkuliahan. Dengan demikian, kami menganjurkan mereka untuk menabung agar tidak kesulitan mengikuti kegiatan ini nantinya.

Melihat ini adalah mata kuliah wajib, kenapa tidak diberikan saja beban SKS?

Jadi mata kuliah ini sudah ada dalam waktu yang lama. Pada dasarnya, mata kuliah di jurusan ini ada yang namanya Kimia Industri, Kunjungan Industri, dan Praktek Industri. Sebelum mengambil mata kuliah Praktek Industri, mahasiswa harus mengikuti kunjungan industri terlebih dahulu. Lagian, pada penerapan kurikulum baru matakuliah ini akan digabung menjadi satu menjadi Kimia Industri dengan 4 beban SKS.

Kapan penerapan penggabungan itu diterapkan?

Seharusnya pada tahun ini karena kurikulum baru itu bertahunkan 2013. Namun, hal itu kan tergantung pada pihak universitas, karena penerapan kurikulum harus diterapkan secara serempak. Namun, sepertinya dalam tahun ini belum bisa terlaksana.

Apakah tujuan dari pelaksanaan KI ini?

Untuk menunjukkan kepada mahasiswa bagaimana dan dimana penerapan ilmu kimia yang telah mereka pelajari secara langsung. Dengan demikian, mereka tidak akan mengalami kesulitan saat prakteknya waktu mereka mengambil mata kuliah Praktek Industri atau dikenal juga dengan magang.

Sejauh ini apakah sudah bisa diwu­judkan tujuan tersebut?

Alhamdulilah, sejauh ini sudah tercapai. Karena hal itu dapat dilihat dari laporan yang mereka buat setelah mengikuti kegiatan ini.

Bagaimana dengan follow up terhadap kegiatan KI ini?

Follow up nya dengan menjadikan laporan KI sebagai persyaratan untuk mengajukan proposal penelitian dan untuk mengikuti ujian proposal nantinya.

Bagaimana dengan kriteria tempat yang akan dikunjungi?

Tentunya industri-industri yang ada hu­bungannya dengan kimia. Tapi, tak hanya sebatas industri saja. kami juga mengunjungi badan pemerintahan seperti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Apakah industri yang dikunjungi selalu berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya?

Tempat yang dikunjungi bisa saja sama dengan yang telah dikunjungi sebelumnya. Hal tersebut karena mahasiswa yang mengunjungi industri itu kan berbeda-beda setiap angkatannya. Seperti industri Semen Padang yang hampir tiap tahun kami kunjungi.

Apakah industri yang akan dikunjungi ditentukan oleh pihak jurusan?

Lokasi-lokasi yang akan dikunjungi dipilih oleh mahasiswa. Jadi mahasiswa harus membuat list tempat-tempat tersebut yang selanjutnya diserahkan ke pihak jurusan. Apabila pihak jurusan menyetujuinya, maka pihak jurusan akan menyerahkannya pada fakultas. Dari fakultas inilah nantinya akan dikeluarkan surat pernyataan berkunjung ke tempat-tempat yang terkait, bukan dari jurusan. Karena jurusan tidak bisa mengeluarkan surat kepada industri atau instansi yang akan dikunjungi. Itu kan dari pihak fakultas.

Selain mahasiswa, siapa saja yang ikut dalam kegiatan KI ini?

KI didampingi oleh maksimal 4 orang dosen, dosen pembimbing mahasiswa, dan Ketua Prodi/Ketua Jurusan. Kalau untuk pendamping ini, biayanya ditanggung oleh pihak jurusan.

Apa sajakah peran para pembimbing yang ikut?

Para pembimbing ini berperan untuk menjaga mahasiswa yang ikut tentunya. Tidaklah mungkin membiarkan segitu banyak mahasiswa ke tempat orang lain tanpa ada pengawasan. Agar mereka tetap tertib. Selain itu, para pembimbing ini juga membantu memberikan penjelasan ketika berada dilapangan. Selama berada dilapangan, tidak semua pemateri dapat menjelaskan apa yang belum diketahui mahasiswa. Jadi, dengan adanya pendamping seperti dosen ini, maka mahasiswa tidak akan merasa bingung.

Kalau Bapak sendiri, mengikuti KI ini sudah berapa kali?

Saya mengikuti KI ini sudah dua kali. Pertama pada tahun 2010 dan yang kedua pada tahun 2012.

Saat itu peran Bapak berperan sebagai apa?

Pada tahun 2010 saya berperan sebagai dosen. kalau tahun 2012 kemarin saya sebagai Pembina Himpunan Mahasiswa.

Tahun terakhir, tempat-tempat apa saja yang dikunjungi dalam kegiatan KI?

Terakhir, dalam rute kami ada Pekan Baru, Dumai, dan Batam. Kami mengunjungi diantaranya Indofood, Indah Kiat, Pertamina, dan Pabrik Sawit. Dalam KI ini kami juga mengunjungi jurusan kimia di universitas lain seperti Universitas Riau.

Bagaimana dengan proses selama berada di lapangan?

Di industri, biasanya mereka akan mem­perkenalkan terlebih dahulu kepada kami mengenai industri tersebut. Seperti pemberian teori mengenai proses-proses yang berlangsung di industri tersebut. Mereka akan menjelaskan mulai dari bahan mentah yang diperlukan, bagaimana proses pengolahannya, hingga menjadi sebuah produk. Selanjutnya, mereka akan membawa kita untuk melihat-lihat ke labornya, bagaimana proses kerjanya.

Berapa lama rombongan KI ini berada di sebuah industri tersebut?

Hal itu tergantung industri yang menerima. Kira-kira selama 2-4 jam. Biasanya, saat industri yang akan dikunjungi membalas surat pemberitahuan berkunjung ynag diberikan fakultas ini, pihak mereka juga mencantumkan waktu kapan kami bisa berkunjung kesana.

Menurut pandangan Bapak, bagaimana dengan apresiasi mahasiswa yang ikut KI ini?

Bagus. Karena banyak manfaatnya. Kegiatan ini kan bisa menambah ilmu dan wawasan mahasiswa. Selain itu pada KI ini biasanya mahasiswa juga akan bertemu dengan alumni yang bekerja di industri yang dikunjungi atau yang berada di kota dekat industri tersebut. dengan begitu, mereka bisa ngumpul-ngumpul sambil sharing juga berbagi pengalaman.

Setahu Bapak, apakah ada mahasiswa yang kontra dengan keberadaan KI ini?

Setahu saya tidak ada. tapi, kalau mendengar mahasiswa yang kekurangan dana sih ada. Mungkin dalam hal ini teman-teman mereka yang membantu bagi yang kekurangan dana ini, dengan me­minjamkan uang mungkin.

Bagaimana menurut Bapak tentang kekurangan dari KI ini?

Kekurangannya ada pada biaya yang harus dikeluarkan. KI ini butuh biaya yang besar. Sementara itu, anggaran dari universitas untuk kegiatan ini tidak ada. Yang ada hanya untuk dosen saja. Anggaran yang disediakan untuk dosen itu pun tidaklah mencakup secara keseluruhan.

Jadi, esensi KI itu sendiri seperti apa?

Sangat penting. Karena manfaatnya sangat banyak, seperti yang telah disebutkan sebelumnya. KI ini sangat berpengaruh terhadap keterampilan mahasiswa nantinya. Dengan adanya KI ini, pengetahuan mereka akan bertambah, terutama bagaimana dan dimana penerapan ilmu kimia yang telah mereka pelajari akan diaplikasikan nantinya.

Bagaimana harapan Bapak untuk KI kedepannya?

Saya berharap mudah-mudahan untuk KI selanjutnya ada subsidi dananya dari universitas. Selanjutnya, acara ini dikelola langsung oleh pihak fakultas atau universitas. jika dikelola langsung oleh pihak ini, maka kegiatan ini akan lebih baik tentunya, karena akan lebih banyak lagi tempat-tempat yang bisa dikunjungi dengan jumlah link yang semakin banyak pula.

✔ Standar Integritas & Transparansi Opini SKK Ganto UNP

Setiap karya tulisan, kolom, dan opini yang diterbitkan merupakan pandangan orisinal penulis serta telah melalui proses kurasi dan penyuntingan redaksi sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Media Rahmi
Penulis • Kolumnis / Opini

Penulis Opini / Kolumnis

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

7 + 5 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.