"Ada lima perusahaan yang kami kunjungi," ujar M. Shobri, Rabu (13/2). Shobri merupakan mahasiswa jurusan kimia TM 2009 yang ikut dalam kegiatan Kunjungan Industri (KI) pada tahun 2012 lalu. KI merupakan salah satu mata kuliah yang harus diambil oleh mahasiswa jurusan kimia non kependidikan saat memasuki tahun ketiga perkuliahan mereka. Selama KI, mahasiswa akan berkunjung ke perusahaan-perusahaan atau instansi tertentu yang berhubungan dengan kimia tentunya. Pada tahun kemarin, dipilih Batam, Dumai, dan Pekan Baru sebagai daerah kunjungan. Mereka tak hanya mengunjungi perusahaan-perusahaan saja, seperti PT Indofood, PT Indah Kiat, dan Pertamina. Mereka juga mengunjungi universitas seperti Universitas Riau.
Tak hanya pada jurusan kimia, pada jurusan teknik mesin juga ada KI. Jurusan ini mengadakan KI tiap tahun, terakhir pada bulan Agustus 2012 yang diikuti oleh mahasiswa angkatan 2010 dengan rute Sumatra-Jawa-Bali. Selain mengunjungi perusahaan, seperti PT Dirgantara dan PT Krakatau Steel, mereka juga berkunjung ke universitas lain seperti Universitas Gajah Mada.
Kunjungan industri yang ada pada jurusan kimia dan teknik mesin hanya sebagian dari kunjungan-kunjungan yang ada di universitas ini. Istilah kunjungan yang lebih populer dengan naÂma studi banding ini, bahkan juga diselenggarakan oleh organisasi-organisasi di UNP. Seperti organisasi Himpunan Mahasiswa Bahasa Indonesia dan Daerah (Hima Basindoda). Mereka mengadakan studi banding ke berbagai universitas ternama di Indonesia, seperti Universitas Udayana di Bali, Universitas Gajah Mada (UGM) di Yogyakarta, dan Universitas Pendidikan Bandung (UPI) pada tahun lalu. Mereka menyebut studi banding yang memang telah menjadi agenda Hima ini dengan "Kunjungan Budaya dan Studi Banding (KBSB)". KBSB yang berlangsung hampir dua minggu lamanya ini (20/1-2/2) diikuti oleh 27 orang dan satu orang pembimbing.
Tak jauh berbeda dengan Hima Basindoda, Hima Pendidikan Ekonomi (Hima Pekon) juga mengadakan studi banding ke universitas-universitas ternama Indonesia. Berangkat menuju Bandung pada pada Sabtu (5/1), tepatnya pada libur semester ganjil, Hima ini mengunjungi Universitas Pendidikan Indonesia. Mereka juga mengunjungi Universitas Negeri Jakarta, dan Institut Pertanian Bogor (IPB). Tak hanya studi banding ke universitas, Hima Pekon juga berkunjung ke Arsip Nasional Republik Indonesia. Studi banding yang menyita waktu libur semester selama tiga belas hari itu memang merupakan agenda Hima.
Studi banding serupa juga diadakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial (BEM FIS). Dalam rangka menyelenggarakan program kerja di akhir kepengurusannya, BEM ini berhasil mengangkat studi banding untuk yang pertama kalinya. Selama delapan hari (17-25/1) perjalanan, mereka mengunjungi beberapa universitas dan kementerian RI. Universitas-universitas tersebut diantaranya UGM dan UNPAD. Sedangkan kementerian yang mereka kunjungi yaitu Kementerian Kelautan dan Perikanan RI dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.
Sedangkan pada Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ekonomi Pembangunan, studi banding yang mereka selenggarakan berlangsung selama sepuluh hari (5-14/1). Kunjungan yang diikuti oleh 44 orang ini juga merupakan studi banding yang pertama bagi HMJ ini. Diantara tempat-tempat yang mereka kunjungi yaitu universitas-universitas seperti Universitas Indonesia, Depok dan IPB. Mereka juga mengadakan kunjungan ke DPR dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) di Jakarta. Tak hanya itu, HMJ ini juga mempunyai kesempatan untuk mengikuti program di salah satu TV swasta.
Studi banding yang diadakan UNP selain diselenggarakan oleh organisasi-organisasi mahasiswa juga diselenggarakan oleh fakultas. Hal ini dapat terlihat dari studi banding pada Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK). Fakultas ini menyebut studi banding mereka dengan "Kunjungan Belasan". Kunjungan Belasan yang diadakan pada tahun lalu ini diikuti oleh 38 orang mahasiswa dan beberapa orang dosen, termasuk Pembantu Dekan III. Pada Kunjungan Belasan ini, FIK mendatangi Universitas Negeri Medan.
Jika pada FIK ada Kunjungan Belasan, pada Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) ada "Kunjungan Media". Kunjungan media yang diikuti oleh dosen dan mahasiswa ini tidaklah mencakup universitas dalam negeri, melainkan universitas negeri seberang, Universitas Sains Islam Malaysia. Diadakan pada tahun lalu, kunjungan ini merupakan timbal balik dari UNP terhadap universitas tersebut. Universitas Sains Islam Malaysia ini mengunjungi FIP UNP pada 2011.
Tak hanya sebatas studi banding atas nama organisasi atau fakultas yang pernah UNP adakan. Studi banding yang hanya diikuti oleh dosen saja juga cukup eksis keberadaannya. Seperti pada jurusan fisika dan matematika pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Pada jurusan fisika, kegiatan studi banding yang diadakan pada Juli 2011 lalu, berlangsung selama satu minggu. Universitas luar negeri merupakan lokasi kunjungannya. Terletak pada dua Negara yang berbeda, dosen-dosen jurusan fisika ini studi banding ke Universiti Sains Malaysia (USM) dan National University of Singapura (NUS). Sebenarnya, kunjungan ini telah direncanakan oleh jurusan fisika semenjak tahun 2000. Namun, karena susahnya mencari waktu pelaksanaan yang tepat, maka studi banding ini baru bisa terwujud sebelas tahun kemudian. Sedangkan pada jurusan matematika, dosen-dosen yang ikut studi banding berjumlah sekitar 20 orang. Kunjungan yang memakan waktu selama lima hari ini, hanya mencakup satu universitas luar negeri saja, Universiti Teknologi Malaysia, tepatnya Departemen Matematika. Sayangnya, selama lima hari studi banding ke luar negeri, dosen-dosen dari jurusan matematika ini hanya memiliki waktu satu hari saja untuk mengambil ilmu dari universitas yang dikunjungi. Hal tersebut karena adanya sedikit kesalahan dalam persiapan sebelumnya. Kesalahan itu berupa kelalaian dalam menghubungi atau mengajukan surat untuk berkunjung ke suatu tempat. Tidak adanya link di luar negeri juga ikut menjadi penyebab kenapa dosen-dosen ini hanya bisa mengunjungi satu universitas saja.
Kunjungan-kunjungan yang diselenggarakan para dosen ini dibiayai sendiri oleh dosen yang bersangkutan. Tidak ada alokasi dana khusus baik dari pihak jurusan maupun fakultas bagi mereka dalam melaksanakan studi banding ini. Walaupun ada juga yang mendapat bantuan dari DIPA seperti yang diperoleh dosen jurusan fisika. Namun, bantuan itu tidaklah cukup. Jadi untuk menutupi kekurangan anggaran, dosen ini harus mengaruk kocek masing-masing. Sedangkan untuk studi banding yang diselenggarakan oleh baik itu organisasi, jurusan, ataupun fakultas di UNP, biaya yang dikeluarkan ada berasal dari anggaran pribadi dan ada juga yang mendapat bantuan dari pihak fakultas.
Laporan: Kru SKK Ganto
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!