Canda sering terjadi ketika sekelompok orang telah berkumpul dan biasanya yang terlibat adalah orang-orang yang saling mengenal satu sama lain. Banyak medium yang dapat digunakan untuk bercanda, diantaranya dapat dilakukan melalui medium suara, gerak fisik seperti gerakan mata, tangan dan lain-lain. Hal inilah yang dapat merangsang lawan bicara untuk tertawa dan merasa terhibur.
Pada dasarnya, bercanda memiliki tujuan untuk mencairkan suasana tanpa bermaksud menyakiti perasaan lawan bicara. Tak ayal canda ini membuat orang selalu ingin menghadirkannya di tengah kebersamaan dan di setiap suasana, kapanpun dan dimanapun itu, baik di rumah, di sekolah, kampus, bahkan di jalanan. Beranjak dari banyak pepatah yang mengatakan bahwa tawa itu menyehatkan, kebiasaan yang dapat menghilangkan stress ini sekarang telah menjamur di berbagai media komunikasi seperti televisi, radio, dan media cetak. Sebagian besar dari program-program yang ditampilkan tidak terlepas dari canda. Pelakunya pun juga merambah hampir ke semua kalangan. Mulai dari masyarakat awam, pelajar, pegawai, penyanyi, presenter, bahkan penceramah sekalipun.
Namun jika diamati, saat ini bercanda tidak hanya bertujuan untuk menghibur semata. Canda sudah menjadi suatu trend bahkan profesi dimana seseorang dapat meraup rupiah darinya. Dapat dianalogikan, canda bak vitamin yang selalu dibutuhkan dalam hidup. Tapi mesti diingat, vitamin ini mesti diberi secara proporsional, tidak boleh kurang dan juga tidak boleh berlebih. Sadar atau tidak, terkadang canda yang dilakukan bisa membahagiakan sekaligus juga bisa mengganggu/menyakiti orang lain, seperti kasus yang menyeret salah seorang artis pada hal yang tidak diduga dan diinginkan sebelumnya. Inilah salah satu efek negatif dari kebiasaan yang sudah meluas tersebut.
Efek negatif lainnya, tak jarang juga terjadi dalam bercanda terselip bualan dan dusta. Kejadian yang sering terlaksanakan, ketika pada teman sebaya seseorang cendrung bertindak semena-mena ditambah dengan candaan sesuka hatinya. Misalnya saja, memperolok-olokan teman dengan fashion yang baru dan tampil beda, atau juga dengan keterbatasan yang dimiliki temannya. Banyak cara yang dilakukan untuk mencari ide bagi bahan tertawaan (bercandaan). Tapi si pelaku kerap tidak menyadari dengan perkataanya ia telah melukai hati teman yang dicandai. Lebih bahaya lagi jika si korban memendam perasaan kesal bahkan dendam, sehingga dapat menimbulkan peyakit hati.
Satu hal yang harus diperhatikan dalam bercanda adalah melihat situasi dan kondisi. Seseorang mesti bisa membaca keadaan kapan dan dengan siapa ia bisa bercanda dan kapan harus serius. Memang disisi lain, orang yang terlalu kaku akan sangat sulit dalam pergaulan dan jika terlalu banyak bercanda juga bisa membuat seseorang menjadi tidak berwibawa di hadapan orang lain. Lalu bagaimanakah canda yang sehat itu? Canda yang sehat bisa membatasi kata-kata dan perilaku sewajarnya.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!