Laporan Utama

Jurnal Ilmiah Tersendat di Berbagai Kampus

📅 Selasa, 15 Mei 2012 22:10 WIB • 👁 1.488 Pembaca

Lain kampus, lain kendala. Lain kampus, lain strategi.

Di Universitas Negeri Padang, kewajiban publikasi di jurnal ilmiah membuat mahasiswa bingung. Selain belum ada kejelasan dan sosialisasi mengenai hal ini, waktu yang semakin kasip menimbulkan kekhawatiran bagi mahasiswa yang akan diwisuda Oktober tahun ini. Seperti yang diungkapkan Husna, mahasiswa Jurusan Seni Rupa TM 2008. Ia dan kebanyakan teman-temannya belum mempunyai cukup pengetahuan cara membuat artikel yang akan dipublikasikan di jurnal. "Sebagai mahasiswa tahun akhir, tentu saja saya khawatir dengan wisuda saya," ujarnya, Senin (5/3).

Kekhawatiran seperti ini wajar menurut Kepala Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP), Prof. Dr.Jamaris Jamma, M.Pd. Hal ini dikarenakan pembuatan artikel ilmiah yang nantinya dipublikasikan di jurnal membutuhkan usaha yang tidak sedikit. "Mungkin karena belum terbiasa makanya ada kekhawatiran terlambat utnuk menyelesaikan studi," ungkapnya, Rabu (11/4). Ia menjelaskan penyebab kekhawatiran mahasiswa, seperti minat baca dan menulis mahasiswa yang masih rendah. Ditambah lagi, kurangnya sumber bacaan yang akan dijadikan referensi dalam penulisan artikel ilmiah.

Oleh sebab itu, ia berharap pihak kampus serius menanggapi hal tersebut dengan menyediakan sarana dan prasarana yang mendukung. Pihak kampus juga harus menciptakan suasana akademik yang berbudaya menulis, seperti mengadakan pelatihan-pelatihan penulisan artikel ilmiah secara rutin.

Menurut Jamaris, jika ada kampus yang belum siap, mau tidak mau mereka harus mempersiapkan diri dan menjalankan kebijakan tersebut. "Hanya masalah waktu," katanya. Sebab sudah merupakan salah satu fungsi perguruan tinggi dalam Tridharma untuk melakukan penelitian.

Beda lagi dengan Dosen Jurusan Kimia, Dr. Mawardi, M.Si. Ia berpendapat, sebenarnya kendala untuk menerbitkan jurnal relatif tidak ada sebab Pemerintah dalam hal ini diwakili Kementrian Pendidikan Nasional telah menerbitkan Permendiknas RI No. 22 Tahun 2011 tentang Terbitan Berkala Ilmiah. Hal tersebut diikuti dengan surat edaran tentang Panduan Pengelolaan Jurnal Terbitan Berkala Ilmiah Elektronik (No. 212/E/T/2012). Justru sistem pengelolaannya yang sering menjadi kendala. "Kita memiliki keterbatasan karya ilmiah yang memenuhi standar," katanya, Senin (16/4). Selain itu, juga memiliki keterbatasan mitra bestari. Akibatnya, pengelola kesulitan dalam mempertahankan kesinambungan terbit suatu jurnal. Lantas, berujung pada kesulitan untuk lulus dalam akreditasi.

Namun, ada satu kendala, menurut Mawardi, sangat penting, yaitu sikap dan ketidaksiapan secara kejiwaan. Untuk mahasiswa jenjang strata satu misalnya, permasalahan mulai timbul saat proses pembimbingan mahasiswa yang tidak berjalan sebagaimana mestinya. Padahal hal itu tidak perlu dicemaskan mengingat sudah ada aturannya dalam Peraturan Akademik dan Panduan Tugas Akhir Universitas Negeri Padang TA 2011/2012 Pasal 5 ayat 5 dan 7. Dalam pasal itu dijelaskan bahwa menyelenggarakan kegiatan penelitian, melakukan pembimbingan dan pelatihan mahasiswa dalam bentuk bimbingan seminar, tugas akhir dan skripsi merupakan tugas pokok dosen.

Kendala lain, minimnya wadah untuk menerbitkan jurnal. Hal ini disampaikan Pembantu Dekan II FIS UNP, Drs. Suryanef, M.Si. Dulu UNP pernah memiliki jurnal untuk menerbitkan karya ilmiah. Ada tiga jenis jurnal yang dimiliki UNP, yaitu: Saintek, Humaniora, dan Penelitian Pendidikan. "Namun hanya sampai tahun 2002 saja, setelah itu tidak tahu lagi bagaimana perkembangannya," ungkapnya, Kamis (5/4).

Hal yang tidak jauh berbeda juga dialami oleh Perguruan Tinggi Swasta, Universitas Bung Hatta (UBH). Pihak UBH mengaku telah memiliki jurnal. Namun, hanya sebagian jurnal yang memiliki International Standar Serial Number (ISSN) sedangkan yang lain belum. "Yang penting bukan akreditasinya tetapi bagaimana karya-karya ilmiah itu bisa dipublikasi," ujar Wakil Rektor I, Dr. Ir. Eko Alvares. Z, MSA, Kamis (19/4).

Eko mengatakan walaupun secara umum UBH belum melakukan persiapan namun hal ini sudah dibicarakan oleh pihak kampus. "Kami sedang menunggu petunjuk pelaksanaan dari Dikti," ungkapnya. Jikalau petunjuk pelaksanaanya sudah ada maka UBH akan melakukan sosialisasi menyeluruh. Ia menambahkan, dalam waktu dekat akan melaksanakan kuliah umum mengenai jurnal ilmiah ini.

Sehubungan dengan upaya yang dilakukan PTS dalam menyikapi kebijakan Dikti tersebut, Kepala Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis), Prof. Dr. Damsar,M.A angkat bicara. Ia menjelaskan bahwa saat ini PTS lebih memfokuskan diri kepada proses belajar mengajar. "Seperti upaya dalam meningkatkan mutu dosen," ungkapnya, Selasa (10/4).

Laporan : azizah,duni,ibes,fitri

✔ Standar Integritas & Transparansi Opini SKK Ganto UNP

Setiap karya tulisan, kolom, dan opini yang diterbitkan merupakan pandangan orisinal penulis serta telah melalui proses kurasi dan penyuntingan redaksi sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Meri/Dedi (laporan: Azizah, Duni, Ibes, Fitri
Penulis • Kolumnis / Opini

Penulis Opini / Kolumnis

Komentar & Tanggapan Pembaca (2)

R
Rido Budiman

Harus ada sosialisasi dan pelatihan yang lebih intensif dari pihak Universitas terkait masalah Jurnal Ilmiah ini, mengingat setiap tahun ada ribuan mahasiswa UNP yang mnamatkan masa bljarnya.... Setidaknya phak kampus tidak hnya menuntut tapi jga mendorong dan memfasilitasi. 

M
Mabrur M. Yusup

PPIPM UNP menerima tulisan Ilmiah/Artikel Ilmiah untuk di publikasikan di Jurnal PAKAR PENDIDIKAN PPIPM UNP dengan ISSN 1693-2226, dengan ketentuan penyeleksian yang sedang berlaku di aturan selingkung Jurnal Ilmiah di PPIPM UNP. 

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

3 + 2 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.