Dampak dari perkembangan teknologi informasi mengakibatkan terjadinya ledakan informasi. Setiap orang dapat menerima informasi apa-pun, kapan-pun dan dari mana-pun tanpa batas. Untuk itu setiap orang perlu mempunyai pengetahuan dalam mencari dan memperoleh informasi yang mereka terima supaya bisa memenuhi kebutuhannya. Informasi merupakan sebuah entitas yang berpotensi untuk menjadi sebuah kekuatan sekaligus sumber kebingungan bagi banyak orang. Setiap hari kita ditantang untuk berhadapan dengan informasi yang melimpah ruah dan melaju dengan kencang, dalam berbagai format yang tak terhitung pula jumlahnya.
Informasi adalah kebutuhan yang harus dipenuhi setiap orang, karena informasi sudah menjadi kebutuhan utama setiap individu terutama dalam dunia pendidikan. Misalnya di perguruan tinggi, mahasiswa dituntut untuk memperoleh informasi pendukung dan penunjang kegiatan perkuliahan atau dengan kata lain mengembangkan dan memperluas materi secara mandiri. Ketika mencari informasi yang cepat, tepat dan relevan maka seorang mahasiswa harus memiliki kemampuan dalam memperoleh informasi tersebut. Agar proses pemenuhan kebutuhan akan informasi berhasil dengan baik, maka sangat perlu seseorang memahami tentang literasi informasi (information literacy) yang juga diartikan kemelekan informasi.
Kemampuan dalam mengidentifikasi, mencari, menemukan, mengevaluasi dan memanfaatkan informasi disebut literasi informasi. Pengertian informasi berkembang sejalan dengan berkembangnya teknologi informasi itu sendiri. Informasi juga hasil dari adaptasi dan pengembangan institusi pendidikan, organisasi profesional serta personal. Format informasi yang beragam istilah, hinga beragam bentuk seperti; visual, komputer, digital, jaringan juga menjadi kajian literasi.
Istilah literasi informasi bukan merupakan kemampuan baru yang muncul sebagai tuntutan dalam era informasi. Kebutuhan akan penguasaaan kemampuan ini telah ada sejak bertahun-tahun yang lalu, yang berubah hanyalah jumlah dan bentuk dari informasi yang tersedia. Walaupun kebutuhan untuk mencari, mengevaluasi dan menggunakan informasi yang dibutuhkan secara efektif telah ada sejak lama, tetapi kemampuan yang harus dimiliki pada era informasi saat ini telah terus berkembang dan menjadi lebih kompleks. Dengan demikian mahasiswa dituntut untuk memiliki kemampuan literasi informasi. Dengan memiliki kemampuan literasi informasi seseorang mengetahui kapan dan mengapa membutuhkan informasi, tahu bagaimana dan dimana mendapatkan informasi tersebut, mampu mengevaluasi apakah informasi yang didapatkan tepat, dan akhirnya dapat menggunakan dan mempresentasikan dengan benar.
Melalui keterampilan literasi informasi mahasiswa dapat menggunakan sumber informasi untuk memecahkan masalah dan mengambil keputusan, baik sumber informasi tercetak maupun sumber informasi berbasis komputer, serta mampu beradaptasi dengan teknologi baru dan bisa belajar secara mandiri sepanjang hayat.
Semua keterampilan tersebut adalah penting dan merupakan sebagian dari literasi informasi. Mungkin selama ini kita menyadari ada keterampilan atau kemampuan yang perlu dimiliki para mahasiswa untuk dapat belajar secara mandiri, tapi tidak menyadari bahwa keterampilan yang kita sajikan belum mencukupi bagi mereka untuk dapat belajar secara mandiri. Sehingga dalam proses belajar mengajar, mahasiswa sering mendapatkan kesulitan dalam memahami tugas yang diberikan sehingga apa yang dikerjakan tidak sesuai dengan tugas yang diberikan.
Bahkan ada mahasiswa yang kesulitan menemukan ide untuk paper dalam topik tertentu atau ide penelitian untuk tugas akhir (makalah, skripsi dan thesis) mereka. Disisi lain masih banyak mahasiswa yang kesulitan mendapatkan sumber informasi, sehingga sumber informasi kurang bervariasi dan cenderung menggunakan sumber atau format yang sama.
Perguruan Tinggi harus menyadari pentingnya literasi informasi, karena kemampuan itu tidak mudah diperoleh sejalan dengan proses belajar mengajar di perguruan tinggi. Untuk itu perguruan tinggi perlu membuat program pelatihan literasi informasi bagi mahasiswa. Program ini dapat diberikan pada masa orientasi pendidikan. Program dapat berupa perkuliahan non SKS atau SKS yang terpadu pada kurikulum. Pembelajaran dapat dilaksanakan di kelas dengan melibatkan dosen dan pustakawan yang menjadi narasumber. Program pelatihan literasi informasi dapat diberikan sekali pada masa awal perkuliahan atau di bagi menjadi dua kali waktu. Isi materi dapat di bagi menjadi kemampuan literasi awal dan lanjutan.
Sementara itu, perpustakaan perguruan tinggi pada umumnya hanya membekali mahasiswa dengan literasi yang berkaitan dengan kegiatan perpustakaan yaitu cara mencari dan mengakses informasi. Disamping itu ada beberapa keterampilan yang bisa diajarkan perpustakaan yaitu cara menggunakan koleksi dan memanfaatkan layanan perpustakaan, serta pencarian artikel online pada database yang dilanggan perpustakaan.
Kita yakin perpustakaan mempunyai peran penting dalam pendidikan sebab perpustakaan adalah tempat pengetahuan dimana semua disiplin ilmu berhubungan. Perpustakaan juga merupakan lingkungan informasi yang dibutuhkan oleh para lulusan dalam hidup mereka dan untuk bekerja. Bahkan perpustakaan dianggap sebagai lingkungan alami untuk pemecahan masalah.
Keadaan itu seharusnya menjadi suatu tantangan bagi perpustakaan untuk membuktikan bahwa literasi informasi adalah suatu kemampuan yang harus dimiliki semua orang. Untuk itu, perpustakaan perlu memulai mengembangkan dan memanfaatkan fasilitas yang tersedia. Adapun cara yang dapat dimanfaatkan atau dilakukan perpustakaan, yaitu:
Pertama, mengajarkan model literasi informasi dengan didukung sumber informasi cetak yang beragam. Mengajarkan cara membaca secara efektif, menulis dengan benar sesuai dengan aturan, mengutip, menggunakan sumber informasi tercetak. Modul-modul literasi dalam bentuk sederhana dan menarik dapat dibuat dalam bentuk tercetak: buku saku atau poster-poster menarik. Kedua, menelusuri dengan didukung keterampilan menggunakan komputer dan mengajarkan cara menyusun karya tulis atau produk informasi dengan menggunakan perangkat lunak komputer yang sesuai. Modul-modul literasi informasi dapat disediakan dalam bentuk CD atau tersedia dalam bentuk file atau aplikasi komputer. Selain itu modul-modul literasi informasi dapat disajikan di situs perpustakaan yang dapat diakses kapanpun dan dimanapun termasuk di ruangan komputer perpustakaan.
Keterampilan-keterampilan tersebut diatas harus ditunjang dengan keterampilan pokok yang perlu dimiliki mahasiswa yaitu kerampilan dasar tentang pemberdayaan perpustakaan dan pengetahuan serta penggunaan teknologi informasi. Perkembangan jaman yang demikian dinamis dan sangat cepat hanya bisa diikuti dengan penguasaan literasi informasi yang didukung oleh teknologi informasi. Dengan demikian urgensi pembekalan kemampuan literasi di lingkungan pendidikan utamanya di perguruan tinggi menjadi tidak bisa ditunda-tunda lagi agar menciptakan generasi yang literat.
Melalui program literasi informasi ini mahasiswa di harapkan menjadi mahasiswa yang kompeten dan menjadi pelajar yang mandiri. Mengetahui apa yang menjadi kebutuhan informasinya dan menangkap ide-ide yang ada. Selain itu mahasiswa juga mampu menyelesaikan persoalan informasi yang mereka miliki. Melalui standar kompetensi literasi informasi yang di miliki mahasiswa dapat mendefinisikan kebutuhan informasinya, memperoleh informasi yang dibutuhkan secara efektif dan efisien, mengevaluasi dan memilih informasi sesuai dengan kebutuhannya, menggunakan informasi untuk mencapai tujuannya, dan menggunakan informasi sesuai etika dan secara legal. Sehingga mahasiswa dapat beradaptasi terhadap perubahan dan dapat menghasilkan karya ilmiah yang memenuhi standar internasional.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!