Ormawa bukanlah organisasi yang bisa berdiri sendiri, selain membutuhkan usaha yang keras, mereka juga membutuhkan dukungan dari universitas untuk dapat bergerak maju.
"Organisasi kemahasiswaan di Perguruan Tinggi diselenggarakan berdasarkan prinsip dari, oleh dan untuk mahasiswa dengan memberikan peranan dan keleluasaan lebih besar kepada mahasiswa". Hal ini tertulis dengan jelas dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 155/U/1998 tentang Pedoman Umum Organisasi Kemahasiswaan Perguruan Tinggi. Dari keputusan tersebut bisa dilihat bahwa mahasiswa mempunyai keleluasaan untuk menjalankan organisasi mahasiswa yang mereka ikuti selama hal tersebut bisa mencapai tujuan didirikannya organisasi mahasiswa.
Pelaksanaannya di universitas juga mengacu kepada keputusan menteri tersebut. Dijelaskan oleh Rektor Universitas Negeri Padang (UNP) Prof. Dr. Z. Mawardi Effendi, M.Pd., Kamis (23/2), organisasi mahasiswa diselenggarakan oleh universitas berdasarkan kepada kebutuhan mahasiswa dan mahasiswa diberikan kebebasan untuk menjalankan organisasi. Tujuan dari diadakannya organisasi mahasiswa ini adalah untuk mengembangkan wawasan mahasiswa diluar kegiatan kurikuler perkuliahan.
Namun demikian, banyak pengurus organisasi tidak mampu memanfaatkan kebebasan yang diberikan dengan baik, misalnya: menjalankan program kerja dan kegiatan lainnya yang berhubungan dengan bidang organisasi tersebut. Akan tetapi, "Tidak ada sanksi langsung yang diberikan kepada organisasi yang seperti itu," jelas Mawardi. Menurutnya selama ini organisasi mahasiswa tersebut diberi fasilitas apabila mereka menjalankan kegiatannya, jika tidak ada kegiatan maka tidak ada bantuan yang diberikan.
Hal ini didukung pula oleh Pembantu Rektor III UNP, Drs. Alizamar, M.Pd.Kons. Meskipun tidak ada sanksi yang diberikan untuk Ormawa yang tidak menjalankan tugasnya dengan baik, menurut Alizamar, Ormawa tetap diberikan nasehat dan motivasi melalui pembinanya masing-masing. Selain membutuhkan kesadaran dari anggota ormawa untuk melaksanakan tugasnya dengan baik, koordinasi antar Ormawa juga dibutuhkan untuk kemajuan organisasi yang tengah digeluti.
Idealnya, sebuah ormawa harus bisa mandiri dalam menjalankan kegiatannya. Ormawa seharusnya tidak terlalu bergantung dengan bantuan yang diberikan oleh universitas karena tidak semua kegiatan yang diinginkan bisa diberi fasilitas oleh universitas. Menurut M. Isa Gautama, SPd, MSi, Ormawa harus tetap bisa berjalan meskipun bantuan dan yang diberikan universitas kurang mencukupi. Para pengruus harus lebih kreatif agar rencana kegiatan tetap bisa terlaksana. Dosen Fakultas Ilmu sosial yang juga pernah menjadi pembina salah satu Unit Kegiatan di UNP ini juga berharap agar ormawa bisa merangkul seluruh mahasiswa secara keseluruhan sesuai dengan jenis kegiatannya masing-masing. "Ormawa tidak hanya berperan untuk orang perorangan melainkan seluruh mahasiswa yang ada di universitas," ujarnya, Jumar (10/2).
Namun begitu, Ormawa bukan pula suatu organisasi yang bisa berdiri sendiri.Mereka membutuhkan dukungan yang cukup dari universitas. Ketika dukungan dari universitas kurang maka juga akan berpengaruh buruk terhadap kinerja ormawa tersebut. Selama ini universitas selalu berusaha memberikan dukungan bagi setiap Ormawa untuk dapat menjalankan kegiatannya dengan baik. Tidak hanya memberikan dukungan dana, universitas juga memberikan penghargaan bagi ormawa yang berprestasi. Dijelaskan oleh Pembantu rektor III UNP, Drs. Alizamar MPd. Kons, Ormawa yang berprestasi akan diberikan kesempatan untuk dapat mengadakan acara yang lebih baik lagi. Sedangkan untuk mahasiswa yang aktif berorganisasi akan diberikan kesempatan untuk memperoleh beasiswa khusus untuk aktivis mahasiswa seperti Beasiswa Supersemar.
Di universitas, selain unit kegiatan mahasiswa juga terdapat lembaga tinggi mahasiswa. Lembaga tinggi mahasiswa ini terdiri dari Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), kedua lembaga ini memiliki fungsi sebagai pengawas bagi ormawa lainnya. MPM bertugas mengawasi BEM dan BEM Bertugas Mengawasi kinerja unit kegiatan mahasiswa.
Agar lembaga tinggi tersebut dapat menjalankan fungsinya dengan baik, maka diharapkan mahasiswa dapat memilih Pemimpin (presiden) mahasiswa yang baik. "Mahasiswa harus bisa memilih pemimpin yang dirasa bisa mengayomi semua Ormawa yang ada di universitas," ujar Alizamar. Alizamar memandang sejauh ini memang masih ada ormawa yang belum mampu menjalankan kegiatannya secara maksimal tapi usaha mereka untuk menuju kearah tersebut sudah terlihat. "Semoga organisasi mahasiswa ini lebih mampu menampakkan perannya di masa yang akan datang," tutup Alizamar, Jumat (24/2).
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!