Laporan Utama

Antara Kuliah dan Organisasi

Penulis Opini / Kolumnis
📅 Rabu, 28 Maret 2012 11:23 WIB • 👁 1.359 Pembaca

Terganggunya prestasi akademik seringkali menjadi alasan bagi untuk tidak mengikuti kegiatan organisasi. Namun beberapa diantara mereka tetap sadar pentingnya kegiatan tersebut bagi masa depannya.

Nola Gustiarina, Mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Padang (UNP) lebih memilih untuk hanya mengkonsentrasikan diri pada kegiatan perkulihan daripada bergabung dalam sebuah organisasi. Sejak awal masuk UNP pada 2008 lalu, ia sudah bertekad untuk mencapai prestasi akademik yang bisa membanggakan keluarga. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka ia memilih untuk tidak mengikuti satupun organisasi yang ada di universitas. Alasannya, ia takut organisasi akan mempengaruhi efektifitas waktu belajarnya.

Tidak hanya Nola, masalah terganggunya prestasi akademik karena bergabung di organisasi kampus seringkali dijadikan alasan oleh para mahasiswa untuk tidak mengikuti Ormawa baik ditingkat fakultas maupun universitas. Bahkan tidak hanya di UNP, dalih seperti ini juga disampaikan oleh mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Imam Bonjol Padang, Yandri,. Mahasiswa pendidikan agam islam ini mengaku selama ini sering melihat banyak mahasiswa yang terlalu asyik dengan kegiatan organisasi dan cendrung kurang memperhatikan perkuliahan. Takut hal ini juga akan menimpa dirinya Yandri memutuskan untuk sama sekali tidak mengikuti organisasi di kampusnya.

Meski memiliki ketakutan serupa dengan Nola dan Yandri, tapi Ervina Oktavia tetap menyadari banyaknya manfaat yang akan ia peroleh dengan aktif dalam kegiatan berorganisasi di kampus. Mahasiswa Universitas Andalas (Unand) ini mengaku pernah berencana untuk mengikuti salah satu organisasi di kampusnya ketika awal masuk universitas dulu. "Saya membatalkannya karena padatnya jadwal kuliah dan saya takut perkulihan saya terganggu jika saya juga aktif di organisasi," ujarnya, Minggu (22/1).

Di tengah banyaknya mahasiswa yang merasa takut perkuliahan terganggu oleh kegiatan organisasi, ternyata masih banyak mahasiswa yang mampu tetap berprestasi dengan menjalankan keduanya. "Itu semua tergantung pada masing-masing individu yang menjalankannya," ujar Rahmat Dito, Mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris UNP, Sabtu (21/1). Rahmat yang bergabung dengan UKFF UNP ini berpendapat, jika pandai mengatur waktu maka semuanya akan lancar tanpa membawa efek negatif pada perkulihaan dan prestasi akademik. Selain bisa menambah wawasan, ia merasa organisasi mahasiswa bisa menjadi tempat pengembangan bakat mahasiswa.

Keuntungan lain yang bisa didapatkan bila bergabung dalam sebuah organisasi adalah banyaknya pengalaman yang akan diperoleh yang nantinya akan diperlukan setelah menamatkan perkuliahan. Pengalaman tersebut tentunya tidak akan diperoleh jika tidak pernah mengikuti organisasi. Hal inilah yang menjadi alasan bagi Siska Angraini dalam memutuskan untuk bergabung dengan organisasi mahasiswa di universitas. Mahasiswa administrasi pendidikan UNP ini memilih untuk bergabung dengan Unit Kegiatan Kerohanian (UKK) UNP. Siska yang di wawancarai pada hari Kamis (26/1) ini malah mengaku semakin bersemangat untuk kuliah ketika kegiatan berorganisasinya juga bertambah sibuk.

Adanya kesadaran untuk tetap menjalankan kewajiban sebagai mahasiswa dan kebutuhan untuk ikut berorganisasi inilah yang bisa mahasiswa untuk tetap berprestasi. "Prestasi akademik saya malah semakin meningkat ketika saya mulai ikut bergabung dengan orgnisasi kampus," ujar Febriza Harini, Selasa (24/1). Menurut Febriza yang merupakan salah seorang anggota Unit Kegiatan Koperasi Mahasiswa (Kopma) UNP, kebanyakan mahasiswa selama ini telah salah berpresepsi dengan mengatakan organisasi akan mengganggu perkuliahan. Padahal dengan berorganisasilah prestasi akademik juga akan meningkat. Hal ini telah dibuktikan oleh Rini, di tahun kedua kuliahnya Rini tetap bisa mempertahankan prestasi yang baik ditengah kesibukannya di KOPMA UNP.

Laporan: Zolla, Ami, Faeza, Rita, Rian, Nunung, Tari

BERITA TERKAIT KLIK DI SINI

✔ Standar Integritas & Transparansi Opini SKK Ganto UNP

Setiap karya tulisan, kolom, dan opini yang diterbitkan merupakan pandangan orisinal penulis serta telah melalui proses kurasi dan penyuntingan redaksi sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Dila Monisa
Penulis • Kolumnis / Opini

Penulis Opini / Kolumnis

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

9 + 4 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.