Catatan Budaya

Individualis

Penulis Opini / Kolumnis
📅 Selasa, 20 Maret 2012 12:13 WIB • 👁 2.699 Pembaca

Kehidupan a la komplek perumahan terlihat seperti terkotak-kotak. Mereka dibatasi pagar dalam kehidupan sendiri-sendiri. Kadang terlihat seolah tidak peduli, bahkan mungkin tanpa sosialisasi. Apa ini yang dinamakan individualis?

Realita Individualis kerap disamaartikan dengan tingkah egois. Jika dirujuk dalam kehidupan di Indonesia, cap individualis sering dianggap negatif. Kehidupan metro yang sibuk, macet, serta sistem kerja lembur kerap membuat sosialisasi ataupun temu ramah antar tetangga sulit terjadi.

Padahal, sebenarnya telaah arti individualisme (paham untuk orang-orang individualis) dalam The Oxford dictionary of Philosophy lebih memiliki makna positif, dimana individualisme adalah paham bahwa perseorangan adalah unit dasar dari suatu uraian kehidupan, dengan keseluruhan sosial menjadi konstruksi logis pendukungnya, atau jalan yang membicarakan jumlah dari individu-individu yang ada dan hubungan diantara mereka.Pandangan ini melihat bahwa masyarakat adalah koleksi (kumpulan) dari individu-individu, tidak lebih dan tidak kurang. Individualisme meyakini setiap orang merupakan "akhir" dalam dirinya sendiri, dan tidak perlu ada orang yang dikorbankan untuk kepentingan orang lainnya.

Segala kompleksitas akan pengertian individualis ini membentuk paham mayoritas (kebanyakan) masyarakat menjauhi sifat individualis. Namun, kenyataannya individualis bukanlah suatu hal yang patut dinilai buruk. Bila mencontoh pada tata kehidupan di Amerika yang terkenal individualis, di sana bisa dibilang lebih rapi, dibanding tata kehidupan Jakarta. Sebagai contoh, dalam hal lalu lintas Amerika tidak mengenal keriuhan bunyi klakson ketika macet, hampir tidak ada yang memaksa untuk menggunakan bahu jalan. Jika ada pejalan kaki, pengendara mobil hampir selalu mengalah terhadap mereka. Di setiap perempatan yang tidak ada lampu lalu lintas, dengan sendirinya para pengendara mobil akan berhenti dan menunggu giliran. Sulit ditemukan orang yang main menyelonong.

Mungkin karena paham individualis ini juga maka masyarakat Amerika mampu menjalankan demokrasi dengan baik. Dengan sikap ini setiap masyarakatnya tidak lagi mengeluhkan nasib seutuhnya pada pemerintah, serta tidak melulu menyalahkan pemerintah dalam segala kegagalan aspek hidup bernegara. Kesimpulannya adalah dengan mampu memaksimalkan kemampuan sendiri serta mandiri maka akan mengurangi beban pemerintah, apalagi hanya untuk mengurusi masalah-masalah kecil seperti halnya lalu lintas, bukankah setiap orang bertanggung jawab atas dirinya sendiri. Satu hal yang dapat dipastikan lagi, bahwa individualisme bukan berarti tidak toleransi. Pada dasarnya setiap individu adalah toleran, tidak ada yang ingin sengaja merusak kepentingan orang lain bukan?

Individualis menekankan kemerdekaan manusia serta kepentingan bertanggungjawab dan kebebasan sendiri. Individualis merupakan suatu bentuk tanggungjawab penuh atas diri sendiri dan yang paling penting adalah suatu pencapaian yang individualis inginkan tidak mengganggu individu lain. Dengan kata lain, ia memaksimalkan kemampuan pribadinya dengan mandiri, tanpa harus membebankan kepentingannya tersebut kepada orang lain.

Bukan suatu perbuatan yang bijaksana untuk menjelekan negara sendiri dan meninggikan negara lain. Individualis mungkin bertentangan dengan kehidupan timur yang menuntut kebersamaan di atas segalanya (kolektivisme), namun perlu satu mental yang harus dihilangkan dalam kehidupan bernegara, khususnya Indonesia yaitu mental pengemis, dimana semua urusan dikeluhkan pada pemerintah.

*Mahasiswi Ilmu Sosial Politik TM 2010

✔ Standar Integritas & Transparansi Opini SKK Ganto UNP

Setiap karya tulisan, kolom, dan opini yang diterbitkan merupakan pandangan orisinal penulis serta telah melalui proses kurasi dan penyuntingan redaksi sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Ariyanti
Penulis • Kolumnis / Opini

Penulis Opini / Kolumnis

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

6 + 3 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.