Ibu
Renyuh hati,
Menumpuk iba di tiap detak nadi
Menambah ngilu bathin renta
Apa yang paham?
Semilir tawa menjadi tirai isak
Seujar tidak, mewakili kata aduh
Apa yang paham?
Pipit lumpuh malang dalam rumpun ilalang
Menanti puyuh hendak terbang
Novi Yenti
Mahasisawa Sastra Indonesia TM 2011
Cermin
Serpihan cermin berserakan di tepian halaman
Sisa keangkuhan masa lampau
Ia terlantar, bak sampah dikhianati zaman
Disini hanya ada cerita tentang yang kelam
Karena
Tak ada cahaya disini
Wujud jelas frustasi
Kugambar dalam diksi
Aku tak pernah mengerti
Hanya cerita menyayat hati
Yang selalu tertulis dalam bilik kertas ini
Cermin
nyata namun maya
asli tapi palsu, palsu tapi asli
inilah aku!
sekeping cermin di lautan sunyi!
Andre Febra RilmaMahasiswa Pendidikan bahasa dan Sastra Indonesia TM 2009
Sebagai Dedaun
Ketika gerimis
Bergegas pergi tanpa pamit
Kau datang bagai angin yang ranum
Menerbangkanku sebagai dedaun
Di sudut lengang tamanmu
Aku terjatuh luruh
Sementara kau terus saja berbisik
"terbanglah lagi,
Terbanglah sekali lagi"
Syukrya ningsih
Mahasiswa Kimia TM 2009
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!