Puisi

Puisi Ganto Edisi 166

Reporter SKK Ganto UNP
📅 Selasa, 20 Maret 2012 11:59 WIB • 👁 1.404 Pembaca

Ibu

Renyuh hati,

Menumpuk iba di tiap detak nadi

Menambah ngilu bathin renta

Apa yang paham?

Semilir tawa menjadi tirai isak

Seujar tidak, mewakili kata aduh

Apa yang paham?

Pipit lumpuh malang dalam rumpun ilalang

Menanti puyuh hendak terbang

Novi Yenti
Mahasisawa Sastra Indonesia TM 2011


Cermin

Serpihan cermin berserakan di tepian halaman

Sisa keangkuhan masa lampau

Ia terlantar, bak sampah dikhianati zaman

Disini hanya ada cerita tentang yang kelam

Karena

Tak ada cahaya disini

Wujud jelas frustasi

Kugambar dalam diksi

Aku tak pernah mengerti

Hanya cerita menyayat hati

Yang selalu tertulis dalam bilik kertas ini

Cermin

nyata namun maya

asli tapi palsu, palsu tapi asli

inilah aku!

sekeping cermin di lautan sunyi!

Andre Febra Rilma
Mahasiswa Pendidikan bahasa dan Sastra Indonesia TM 2009

Sebagai Dedaun

Ketika gerimis

Bergegas pergi tanpa pamit

Kau datang bagai angin yang ranum

Menerbangkanku sebagai dedaun

Di sudut lengang tamanmu

Aku terjatuh luruh

Sementara kau terus saja berbisik

"terbanglah lagi,

Terbanglah sekali lagi"


Syukrya ningsih
Mahasiswa Kimia TM 2009

✔ Standar Integritas & Transparansi Opini SKK Ganto UNP

Setiap karya tulisan, kolom, dan opini yang diterbitkan merupakan pandangan orisinal penulis serta telah melalui proses kurasi dan penyuntingan redaksi sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Redaksi SKK Ganto
Penulis • Kolumnis / Opini

Reporter SKK Ganto UNP

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

6 + 4 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.