Di Ruang Sidang Jurusan Bahasa Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang (UNP), sembilan orang mahasiswa Universitas Deakin Australia tengah belajar bersama seorang dosen. Pagi itu, Selasa (17/1), saat seorang lelaki berperawakan tinggi dan berkulit putih masuk ke dalam kelas, seorang mahasiswa berkulit putih lainnya tengah berdiri di depan kelas dengan memegang sebuah spidol. Dia berusaha menggambar pancuran dan kotak kecil yang ditulisi Soap. Lalu, Ia bertanya pada rekan-rekannya, "Sedang apa?" Setelah hening sebentar, satu diantara mereka menjawab, "Mandi,". Ketika gambar yang dibuat mampu ditebak oleh temannya, Ia kembali ke tempat duduk. Seseorang yang lain maju ke depan kelas dan melakukan hal yang sama.
Meskipun berasal dari negara yang berbahasa Inggris, namun tidak terdengar sekalipun kata-kata dalam bahasa asing. Mereka murni berbahasa Indonesia. Selama empat hari dalam seminggu yang sudah di mulai sejak 15 desember lalu, mereka belajar Intensif Bahasa Indonesia bersama dosen-dosen dari Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia. Mereka adalah Michael Filius; Breanna Funston; Erin Mc’ Lean; Eloise Clarke; Clover Hart; Stephanie Cowdy; Jessica Capkin; Aimee Mc’ Leahlian dan Alexandra Everard. Mahasiswa yang berjumlah sembilan orang ini berlatar belakang studi yang beragam, ada yang berasal dari jurusan kesehatan (Health science), ekonomi (finance) dan lain sebaginya.
Di Australia, mereka berasal dari latar belakang jurusan yang berbeda. Ada yang dari jurusan Kesehatan, Ekonomi, dan sebagainya. Namun, di UNP mereka dipertemukan dalam sebuah kelas mata kuliah Umum Bahasa Indonesia. Hal ini disebabkan oleh peraturan kampus setempat yang memberi pilihan kepada mahasiswa untuk belajar di Negara asli pemilik bahasa tersebut atau menambah waktu belajar satu tahun lagi untuk belajar bahasa indonesia yang diajar oleh dosen di sana. "Akhirnya, kami memilih untuk belajar di sini," ujar Stephanie, mahasiswa Deakin University, Kamis (12/1).
Tidak hanya belajar Bahasa Indonesia, para bule dari Tanah Kangguru itu juga mempunyai tiga kegiatan lainnya, yaitu; kegiatan budaya sehari-hari di mana mereka harus belajar bagaimana cara membuat janur, menari tarian tradisional dan mengenal batik Indonesia. Selanjutnya, kegiatan studi lapangan dengan mengunjungi tempat-tempat tertentu, seperti; Padang Ekspres, Dinas Pariwisata, Puskesmas dan Home Industri. Setelah berkunjung ke tempat tersebut, mereka juga diharuskan membuat laporan sepanjang 1000 kata dalam bahasa Indonesia. "Hal ini berlaku untuk semua tempat yang kami kunjungi," ujar Stephani.
Ketua Pelaksana Program Pertukaran Mahasiswa Asing di Fakultas Bahasa dan Seni UNP, Dra. Emidar M.Pd., menjelaskan kedatangan mahasiswa dari luar negeri adalah tantangan yang menarik sekaligus memicu kebanggaannya sebagai orang Indonesia. Apalagi, Emidar juga terlibat langsung dalam proses mengajar bule tersebut. "Bangga, karena orang asing menghargai dan mau belajar bahasa dan budaya Indonesia," ujarnya, Kamis (19/1). Dosen lain yang juga ikut terlibat dalam progam ini yaitu Dra. Ermawati Arif M.Pd., dan Drs. Amril Amir M.Pd.
Program ini bernama Kursus Intesif Bahasa Indonesia bagi Mahasiswa Deakin University, sedangkan di Australia sendiri program ini disebut In Country Study Program. Program ini telah terlaksana selama beberapa tahun belakangan. Tiap tahun, selalu ada mahasiswa dari Deakin University yang belajar bahasa indonesia di UNP. "Dua bulan rasanya mungkin belum cukup untuk mempelajari bahasa Indonesia dan juga budayanya tapi kami harus segera kembali ke australia untuk melanjutkan study," ujar Fany. Sejak 21 Januari 2012, proses belajar Bahasa Indonesia bagi mereka telah berakhir. Sedangkan perpisahan secara resmi dilakukan seminggu kemudian di ruang serba guna (RSG) Fakultas Teknik, Jumat (27/1).
Acara perpisahan yang bertemakan malam kesenian tersebut menyajikan atraksi seni dari kesembilan bule itu dengan menampilkan berbagai macam budaya indonesia khusus sumatera barat yang telah dipelajarinya selama kuliah di UNP, seperti tari persambahan minangkabau, berpidato dalam bahasa indonesia, menayangkan video yang berisikan semua kegiatan mereka. Kemudian acara ditutup oleh Rektor UNP.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!