Umum

Transportasi Praktis dan Egoisme kaum Hedonis

Penulis Opini / Kolumnis
📅 Senin, 19 Maret 2012 17:54 WIB • 👁 1.966 Pembaca

Era semakin berkembang seiring berjalannya waktu. Kebutuhan manusia semakin bertambah karena keinginan mendapatkan kehidupan yang lebih mudah dan praktis dalam menjalani aktifitas. Setiap detik yang berlalu sangat berharga, sementara jarak sering menjadi penghambat. Kebutuhan menjalankan semua kegiatan dengan lebih mudah dan cepat membuat masyarakat Indonesia membutuhkan alat transportasi baik berupa transportasi darat, air, bahkan udara. Terutama Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau yang saling berjauhan dibutuhkan transportasi praktis untuk menjangkaunya.

Namun masalah tranportasi di Indonesia memang memerlukan perhatian. Mulai dari pengaturan berkendaraan yang tidak tegas menyebabkan masyarakat lebih senang memiliki kendaraan pribadi. Lalu banyaknya kendaraan bermotor yang diimpor dengan harga yang murah meriah membuat daya tampung dari akses kendaraan tidak memadai. Akibatnya kemacetan timbul dimana-mana dan waktu masyarakat menjadi tidak efektif dan produktif. Masalah juga ditimbulkan kemiskinan akibat kendaraan umum yang sepi penumpang sehingga menyebabkan tingkat pengangguran semakin bertambah.

Tidak hanya itu, kerugian lain yang ditimbulkan karena masalah transportasi ini adalah borosnya pemakaian BBM. Negara Indonesia memiliki sumber daya alam pembuat bahan bakar yang berlimpah. Sayangnya negara yang kaya ini belum bisa mengolah sendiri hasil alamnya. Indonesia harus menjualnya dalam keadaan mentah terlebih dahulu, kemudian bahan bakar yang sudah siap pakai dibeli lagi dengan harga yang lebih mahal dibandingkan bila diolah sendiri. Tapi karena pendapatan per kapita masyarakat yang rendah, harga BBM disubsidikan oleh pemerintah. Tidak heran, kerugian negara mencapai triliunan karena pemakaian dalam jumlah besar sedang pemasukannya hanya sedikit terlebih lagi sumber daya tersebut terbatas.

Ditinjau dari masalah lingkungan, polusi yang dihasilkan oleh mesin kendaraan juga sangat mengganggu, diantaranya menyebabkan polusi udara, polusi suara, kecelakaan lalu lintas, dan lain-lain. Polusi udara yang terjadi karena gas hasil pembakaran mesin kendaraan yang beracun yaitu gas CO (Carbon monoksida), Pb (Timbal), dan gas beracun lainnya berdampak pada gangguan kesehatan dalam jangka panjang yang bisa mengakibatkan penurunan daya refleks dan kemampuan visual. Dalam jangka pendek, ini berpengaruh pada pernapasan, menyebabkan sakit kepala, kerusakan fungsi paru-paru, dan iritasi penglihatan.

Kehidupan dan tingkah laku masyarakat juga dipengaruhi oleh polusi udara. Penelitian menunjukkan bahwa timbal (Pb) yang terserap oleh anak, walaupun dalam jumlah kecil, dapat menyebabkan gangguan pada fase awal pertumbuhan fisik dan mental yang kemudian berakibat pada fungsi kecerdasan dan kemampuan akademik. Sederhananya, semakin banyak jumlah timbal yang tersebar di udara maka semakin besar pula resiko anak keracunan timbal yang IQ-nya menjadi rendah. Kita tahu, Bangsa Indonesia sebernarnya dianugrahi otak yang cerdas walau tidak dimanfaatkan secara maksimal, tapi tentu tidak mungkin negara ini akan selamat dan sejahtera apabila diteruskan oleh generasi yang telah keracunan timbal. Mungkin akan terulang tragedi menakutkan tiga abad silam, di mana Indonesia harus hidup dalam penjajahan orang-orang yang mengincar kekayaan kita.

Belum lagi pemanasan global yang merupakan isu publik saat ini juga disebabkan peran aktif dari senyawa karbon diantaranya karbon monoksida. Semakin besar konsentrasi carbon diudara maka lapisan rumah kaca juga semakin tebal dan bumi akan semakin mendidih. Apabila dikaji lebih jauh maka keberadaan transportasi praktis juga akan mempercepat penuaan bumi dan akhirnya kiamat.

Kemudian ada polusi suara yang bersumber dari kebisingan yang ditimbulkan mesin kendaraan. Semakin kuat kebisingan yang terjadi maka semakin tidak menyenangkan. Bayangkan apabila harus menjalani aktifitas di tempat yang ribut dan penuh suara bising, pasti konsentrasi akan berkurang dan semangat kerja akan menurun. Seandainya tempat yang dibuat bising juga areal untuk menuntut ilmu seperti kampus atau sekolah, belajar dalam suasana yang sangat tidak nyaman tentu akan membuyarkan konsentrasi dan timbul rasa jenuh untuk belajar. Inilah salah satu bom atom yang akan menghancurkan Indonesia kelak saat generasi muda sudah malas belajar.

Masalah lain yang tidak kalah pentingnya yaitu kurangnya tanggung jawab para pengendara kendaran bermesin ini di jalan raya. Kesadaran untuk menjaga keselamatan diri dan orang lain yang minim menyebabkan masalah lalu lintas yang disebut kecelakaan. Semua jenis kecelakaan tentunya sangat merugikan meski kecelakaan terkecil sekalipun. Mulai dari cat kendaraan yang lecet sampai puluhan nyawa harus kembali kepada Sang Pencipta sebagai korban keegoisan transportasi. Perbandingan dari efek kecelakaan ini adalah ketika kaum hedonis harus mengeluarkan puluhan juta rupiah untuk memuluskan cat mobilnya yang lecet, rakyat proletar hanya bisa pasrah melihat jasat keluarganya terbujur tak bernyawa direnggut kejamnya jalan raya.

Salah satu kasus kecelakaan yang populer dibicarakan hingga hari ini, yaitu keegoisan Afriani Cs yang ngebut-ngebutan sehingga menabrak puluhan pejalan kaki dan menewaskan sembilan orang. Begitu mudah memisahkan nyawa dan raga seseorang di jalan raya. Apabila tetap dibiarkan, kematian-kematian akan terus terjadi akibat kecelakaan ini. Tahu sendiri, hukum di Indonesia ini dapat dibeli. Setelah membunuh banyak nyawa, Afriani hanya dituntut enam tahun penjara. Itu juga baru tuntutan awal, setelah disidang dan naik banding beberapa kali ada kemungkinan Afriani cuma dituntut satu tahun atau enam bulan penjara bahkan mungkin memperoleh pengampunan. Dari desas desus terbaru kasus ini akan diselesaikan dengan jalan damai dimana Afriyani mengeluarkan sejumlah dana duka cita dan kasus selesai.

Sejak tragedi maut dari kasus Afriyani ini, hampir setiap hari muncul kecelakaan-kecelakaan maut dalam berbagai versi mulai dari kecelakaan kapal, mobil dan sepeda motor. Dalam setiap kecelakaan setidaknya ada satu nyawa yang melayang. Kecelakaan ini seakan seperti trend tahun 2012 dimana kecelakaan tanpa merenggut nyawa terlihat tidak menarik untuk diperbincangkan. Seperti kecelakaan mobil yang dikendarai siswa SMA, kecelakaan bus Karunia Bakti di Jalur Puncak, Bogor yang menewaskan 14 orang dan kecelakaan maut spektakuler lainnya.

Sudah saatnya permasalahan transportasi ini mendapat perhatian dari semua pihak. Kunci dari permasalahan ini adalah kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan dan menghilangkan semua keegoisan. Indonesia perlu bercermin pada negara-negara maju yang malu bila menggunakan kendaraan pribadi ke kantor. Ada juga negara yang mengunakan transportasi ramah lingkungan atau green transport yangmerupakan suatu gerakan yang mendorong pengurangan kebutuhan perjalanan dan ketergantungan masyarakat terhadap penggunaan kendaraan bermotor pribadi. Salah satu transportasi ramah lingkungan adalah sepeda. Untuk cerminan, Negara yang bisa diteladani sebagai Negara yang mencintai lingkungan adalah Jepang dimana kendaraan terpopuler di Negara ini adalah sepeda, kereta dan busway.

Dibandingkan menggunakan kendaraan bermotor yang akan menimbulkan kebisingan, sebaiknya lingkungan pendidikan seperti sekolah atau kampus digalakkan pemakaian sepeda. Selain menghindari terjadinya polusi juga dapat membuat suasana menjadi tenang sehingga pelajar dapat menuntul ilmu dengan nyaman. Selain itu sudah saatnya kita lebih memprioritaskan menggunakan kendaraan umum. Transportasi publik seperti bus atau kereta api akan lebih baik dibandingkan menggunakan sepeda motor. Banyak masalah yang dapat dihindari apabila masyarakat menghilangkan egonya karena gengsi. Dengan menggunakan kendaraan umum, kemacetan dapat berkurang karena jumlah kendaraan di jalanan berkurang, dapat menghemat BBM sehingga mengurangi kerugian negara. Dan yang paling penting, apabila kendaraan telah berkurang, maka polusi udara berkurang dan kita dapat menyelamatkan generasi penerus bangsa dari kebodohan. Apabila sudah ada niat untuk membuat perubahan ini, maka perubahan akan membawa kesejahteraan untuk semua masyarakat.

Untuk mendukung semua itu perhatian pemerintah juga sangat diperlukan. Perbaikan sarana dan prasarana transportasi harus ditingkatkan dan pembangunan transportasi publik, seperti busway dan kereta api listrik. Apabila pemerintah telah menyediakan sarana yang cepat dan nyaman, maka masyarakat juga akan sadar dengan sendirinya. Selain itu pemerintah juga harus memberikan contoh yang baik kepada masyarakat, jangan hanya menghimbau masyarakat untuk menggunakan kendaran umum dan hemat BBM, sedangkan mereka sendiri menyimpan puluhan mobil mewah dalam garasi rumah masing-masing.

Penulis adalah Mahasiswa Jurusan Kimia TM 2010

✔ Standar Integritas & Transparansi Opini SKK Ganto UNP

Setiap karya tulisan, kolom, dan opini yang diterbitkan merupakan pandangan orisinal penulis serta telah melalui proses kurasi dan penyuntingan redaksi sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Mardho Tilla
Penulis • Kolumnis / Opini

Penulis Opini / Kolumnis

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

7 + 8 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.